
Rara pun tak mengindahkan teriakan Argan langsung menuju kamarnya, untuk mengambil tasnya dan langsung menuju ke ruang tamu.
" Ayo mas, kita berangkat sekarang." ucap Rara tersenyum.
" Ayo dek." ucap Argan mengenggam tangan Rara.
Kini mereka masuk mobil dan berangkat menuju tempat kerjanya. Sesampainya disana Rara turun dengan Argan yang membukakan pintu untuknya.
" Mas Argan, Rara masuk ke pantry dulu ya ?" ucap Rara sambil memperhatikan sekitar.
" Baiklah, hati-hati dan jangan capek-capek sayang." ucap Argan berbisik ditelinga Rara seraya menggodanya.
Rara yang sudah tidak enak diperhatikan orang langsung berjalan cepat menuju pantrynya. Disana semua temannya sudah datang dan mulai sibuk mengerjakan pekerjaannya masing-masing.
Seperti biasanya Rara langsung mengerjakan pekerjaannya. Dan membuatkan minuman untuk semua karyawan. Kini giliran keruang Argan dan Pak Damar, dengan langkah biasa Rara masuk setelah dipersilahkan dari dalam.
" Permisi, ini Ayah minumannya." ucap Rara sambil meletakkannya dimeja.
__ADS_1
" Baik nak, terimakasih." ucap Pak Damar tersenyum.
" Sama-sama yah, Rara permisi keruangan Mas Argan dulu ya yah.? pamit Rara pada Pak Damar.
" Masuklah nak."
Rara pun langsung berjalan menuju ruangan Argan, setelah ada jawaban dari dalam Rara pun segera masuk.
" Ini mas minumannya, Rara langsung ke pantry ya.?" pamit Rara pada Argan.
" Nggak enak mas jika Rara terlalu lama disini, ada Ayah diluar." ucap Rara gelisah.
" Mas kangen kamu dek, nikah siri dulu yuk dek.? Mas ingin ngomong langsung sama Ayah dan Ibu sekarang juga." ucap Argan serius.
" Mas jangan nekad dunk, nanti kalau Ayah nggak setuju gimana ? Lagian kita juga belum bicara sama Ibu ?" ucap Rara menunduk takut.
" Itu urusan gampang, kita hadapi bersama sekarang. Ayo ikut mas ketemu dan bicara ke Ayah. " ucap Argan mengandeng tangan Rara menuju ruangan Pak Damar.
__ADS_1
Mereka pun berjalan beriringan menuju ruangan Pak Damar, sesampainya disana Argan mulai duduk dan bicara serius dengan Ayahnya.
" Yah, Argan ingin bicara sesuatu dengan Ayah." ucap Argan menatap serius pada Ayahnya.
" Ingin bicara apa Ar ? kenapa Rara kamu ajak kesini juga ? kalian ingin bicara apa pada Ayah ?" tanya Pak Damar sambil memperhatikan mereka berdua secara bergantian.
" Ayah sebelumnya Argan minta maaf telah membuat Ayah kecewa." ucap Argan menunduk menjeda kalimatnya.
" Maksudmu apa Ar ? bicara yang jelas " ucap Pak Damar tegas.
" Tadi malam Argan telah menjamah Rara karena kecelakaan." ucap Argan takut.
" Ceritakan yang jelas dari awal Ar ? jangan setengah-setengah, Ayah nggak tahu maksudmu." ucap Pak Damar seraya menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya sambil memperhatikan dua insan yang menunduk takut didepannya.
Argan pun dengan takut menceritakan kejadian kemarin secara gamblang pada Ayahnya tanpa ada yang ditutupi. Sedangkan Pak Damar hanya menghela nafasnya sambil menautkan jemarinya memandang anak semata wayangnya dengan Rara.
" Kalian telah melakukan dosa besar, Ayah sebagai orangtua telah gagal membimbing anaknya kejalan yang benar dan yang diridhoi-Nya, Ayah tetap tidak membenarkan perbuatan kalian yang tak terkontrol itu walau karena sebuah kecelakaan atau jebakan. Kalian harus nikah siri dulu ke Pak Kyai hari ini juga, temuilah Ibumu dirumah Ar, bicarakan pada Ibumu tentang kejadian ini, apapun keputusan Ibumu nanti kamu harus bisa bersikap bijak dan lapang. Kabari Ayah tentang keputusan Ibumu nanti, Ayah akan langsung pulang ke rumah. " ucap Pak Damar berusaha sabar.
__ADS_1