Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 34


__ADS_3

" Iya Mas, Rara janji kalau ada apa-apa pasti akan kabari Mas..." ucap Rara tersenyum.


" Ingat, besok kamu tidak usah berangkat bekerja dulu, istirahatlah dulu dirumah sampai kondisimu benar-benar fit..." ucap Argan serius.


" Kalau Rara nggak berangkat bekerja, terus ngapain Rara seharian dirumah...? Bosan Mas, fisik Rara kan kuat Mas..." ucap Rara cemberut.


" Kuat apanya...? nyatanya bisa pingsan gitu..." ucap Argan menatap Rara serius.


" Tapi boleh ya Mas, Rara berangkat bekerja, pengen ketemu Hani... Kangen..." ucap Rara mode manja.


" Yasudah, terserah kamu saja Dek, tapi ingat jangan terlalu capek bekerjanya... Besok Mas jemput kamu..." ucap Argan menatap Rara intens.


" Eemmm... Nggak usah Mas, besok Rara ingin naik angkot saja, kan kendaraanku masih dikantor.. Lagian nggak enak nanti dilihat sama karyawan lain kalau Rara satu mobil dengan Mas.. " ucap Rara serius.


" Sekali-kali bareng juga nggak papa Dek.. Nggak ada orang yang curiga.. misalnya karyawan yang lain ngomongin kita, cuek saja lah.. jangan diambil hati..." ucap Argan santai.


" Ihh... Mas bisa cuek begitu, sedangkan Rara nggak bisa Mas harus cuek begitu, kan setiap hari Rara berhubungan dan ketemu sama mereka..." ucap Rara melotot kearah Argan.

__ADS_1


" Ya tapi biasa saja ngliatinnya, sampai melotot begitu... mau Mas cium...?" ucap Argan menggoda Rara.


" Ogah... bukan muhrimnya... weekk..." ucap Rara manja.


" Kalau begitu setelah baby ini lahir, Mas ingin kita bisa jadi muhrim Dek..." ucap Argan mengelus perut Rara.


" Mas Argan serius..? " tanya Rara serius.


" Beribu-ribu serius Dek... Bukalah hatimu untuk Mas Dek... Biarkan Mas masuk ke hatimu, biarkan Mas menjadi pelindungmu dan baby ini..." ucap Argan memegang pundak Rara.


" Tapi Mas.. ? Gimana dengan Pak Damar dan Ibu...? Rara ini janda hamil yang diceraikan suaminya Mas..." ucap Rara menunduk.


" Tapi jangan dipaksakan Mas, karena Rara sadar diri akan keadaan ini..." ucap Rara seraya menatap Argan sendu.


" Pasti dan Mas tahu akan hal itu Dek... Yasudah Mas pamit pulang dulu ya..? Jaga kesehatan kamu ya Dek..." ucap Argan mengacak rambut Rara gemas.


" Iya Mas, hati-hati dijalan dan terimakasih atas semuanya Mas... Sampaikan salamku untuk Ayah dan Ibu ya Mas...?" ucap Rara tulus.

__ADS_1


" Pasti... Babyku, papa pulang dulu ya...? jangan rewel kasihan mamamu... Assalamualaikum..." ucap Argan berjongkok sambil mengelus perut Rara.


" Mas Argan...." ucap Rara terharu.


" Assalamualaikum Dek..." pamit Argan tersenyum.


" Iya Mas, Waalaikumsalam hati-hati..." ucap Rara sambil melambaikan tangannya.


Setelah kepergian Argan, Rara segera masuk ke dalam rumah. Disaat akan menutup pintu, Rara dikejutkan oleh kedatangan istri Yudi.


" Hai... Wanita murahan... Kenapa kamu masih menganggu suamiku... Haa...? " ucap istri Yudi sarkas.


" Maaf Mbak... silahkan mbak masuk dulu, nggak baik dirumah orang teriak-teriak seperti itu..." ucap Rara ramah.


" Halah.. biar semua orang tahu kalau memang kamu itu wanita murahan, wanita penggoda suami orang..." ucap istri Yudi sinis.


" Maaf, jujur saja mbak, saya ini sama sekali tidak pernah menganggu atau menggoda Mas Yudi... Dia nya sendiri yang datang kemari dan menemui saya.." ucap Rara jujur.

__ADS_1


" Nggak mungkin suamiku mau menemuimu kalau kamu nggak menggodanya, dasar wanita murahan terlalu munafik..." ucap istri Yudi emosi.


__ADS_2