
" Iya Mas, Rara janji kalau ada apa-apa pasti akan kabari Mas..." ucap Rara tersenyum.
" Ingat, besok kamu tidak usah berangkat bekerja dulu, istirahatlah dulu dirumah sampai kondisimu benar-benar fit..." ucap Argan serius.
" Kalau Rara nggak berangkat bekerja, terus ngapain Rara seharian dirumah...? Bosan Mas, fisik Rara kan kuat Mas..." ucap Rara cemberut.
" Kuat apanya...? nyatanya bisa pingsan gitu..." ucap Argan menatap Rara serius.
" Tapi boleh ya Mas, Rara berangkat bekerja, pengen ketemu Hani... Kangen..." ucap Rara mode manja.
" Yasudah, terserah kamu saja Dek, tapi ingat jangan terlalu capek bekerjanya... Besok Mas jemput kamu..." ucap Argan menatap Rara intens.
" Eemmm... Nggak usah Mas, besok Rara ingin naik angkot saja, kan kendaraanku masih dikantor.. Lagian nggak enak nanti dilihat sama karyawan lain kalau Rara satu mobil dengan Mas.. " ucap Rara serius.
" Sekali-kali bareng juga nggak papa Dek.. Nggak ada orang yang curiga.. misalnya karyawan yang lain ngomongin kita, cuek saja lah.. jangan diambil hati..." ucap Argan santai.
" Ihh... Mas bisa cuek begitu, sedangkan Rara nggak bisa Mas harus cuek begitu, kan setiap hari Rara berhubungan dan ketemu sama mereka..." ucap Rara melotot kearah Argan.
__ADS_1
" Ya tapi biasa saja ngliatinnya, sampai melotot begitu... mau Mas cium...?" ucap Argan menggoda Rara.
" Ogah... bukan muhrimnya... weekk..." ucap Rara manja.
" Kalau begitu setelah baby ini lahir, Mas ingin kita bisa jadi muhrim Dek..." ucap Argan mengelus perut Rara.
" Mas Argan serius..? " tanya Rara serius.
" Beribu-ribu serius Dek... Bukalah hatimu untuk Mas Dek... Biarkan Mas masuk ke hatimu, biarkan Mas menjadi pelindungmu dan baby ini..." ucap Argan memegang pundak Rara.
" Tapi Mas.. ? Gimana dengan Pak Damar dan Ibu...? Rara ini janda hamil yang diceraikan suaminya Mas..." ucap Rara menunduk.
" Tapi jangan dipaksakan Mas, karena Rara sadar diri akan keadaan ini..." ucap Rara seraya menatap Argan sendu.
" Pasti dan Mas tahu akan hal itu Dek... Yasudah Mas pamit pulang dulu ya..? Jaga kesehatan kamu ya Dek..." ucap Argan mengacak rambut Rara gemas.
" Iya Mas, hati-hati dijalan dan terimakasih atas semuanya Mas... Sampaikan salamku untuk Ayah dan Ibu ya Mas...?" ucap Rara tulus.
__ADS_1
" Pasti... Babyku, papa pulang dulu ya...? jangan rewel kasihan mamamu... Assalamualaikum..." ucap Argan berjongkok sambil mengelus perut Rara.
" Mas Argan...." ucap Rara terharu.
" Assalamualaikum Dek..." pamit Argan tersenyum.
" Iya Mas, Waalaikumsalam hati-hati..." ucap Rara sambil melambaikan tangannya.
Setelah kepergian Argan, Rara segera masuk ke dalam rumah. Disaat akan menutup pintu, Rara dikejutkan oleh kedatangan istri Yudi.
" Hai... Wanita murahan... Kenapa kamu masih menganggu suamiku... Haa...? " ucap istri Yudi sarkas.
" Maaf Mbak... silahkan mbak masuk dulu, nggak baik dirumah orang teriak-teriak seperti itu..." ucap Rara ramah.
" Halah.. biar semua orang tahu kalau memang kamu itu wanita murahan, wanita penggoda suami orang..." ucap istri Yudi sinis.
" Maaf, jujur saja mbak, saya ini sama sekali tidak pernah menganggu atau menggoda Mas Yudi... Dia nya sendiri yang datang kemari dan menemui saya.." ucap Rara jujur.
__ADS_1
" Nggak mungkin suamiku mau menemuimu kalau kamu nggak menggodanya, dasar wanita murahan terlalu munafik..." ucap istri Yudi emosi.