Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 24


__ADS_3

" Maaf Mas, lebih baik to the point saja... Ada apa kamu berkunjung kemari...? Bagaimanapun kamu sudah aku anggap sebagai orang lain.. Karena kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi...?" ucap Rara tegas.


" Padahal aku masih berharap kita bisa seperti dulu lagi Ra..." ucap Yudi sendu.


" Maaf, aku sudah tidak bisa lagi... Dan tolong kamu jaga pernikahanmu dengannya... Kita sudah tak ada apa-apa lagi..." ucap Rara seraya menatap tajam Yudi.


" Apa kamu sudah menikah lagi Ra...? Kenapa kamu bisa hamil...? Anak siapa yang kamu kandung...?" tanya Yudi seraya menatap perut Rara yang sudah membuncit.


" Peduli apa kamu ingin tahu kehidupan pribadiku...? Heemmm...!" ucap Rara dengan nada tinggi.


" Bagaimanapun aku ini pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupmu Ra... Kalau kamu ingat...?" ucap Yudi seraya menatap Rara.

__ADS_1


" Dan kita sudah bercerai kurang lebih setengah tahun yang lalu dan hubungan kita telah berakhir jika kamu ingat itu..." ucap Rara menatap tajam Yudi.


" Sekarang jawab pertanyaanku Ra, apa kamu sudah menikah...? Dimana suamimu ? Dan anak siapa yang kamu kandung itu...!" ucap Yudi seraya nyelonong masuk dan duduk di ruang tamu.


" Aku belum menikah lagi.. Dan anak yang aku kandung ini kamu tidak perlu tahu dia anak siapa..." ucap Rara dengan emosi.


" Apa kamu setelah cerai dariku, kamu jadi wanita jalang yang butuh belaian...? Haaa...?" ucap Yudi seraya mencengkram dagu Rara erat.


" Mau aku jadi jalang atau apapun itu bukan urusanmu lagi... Lepaskan dan jauhkan tanganmu dariku...!" ucap Rara berteriak.


" Sampai kapanpun aku tidak akan memberitahumu..." ucap Rara seraya menghempaskan tangan Yudi di dagunya.

__ADS_1


" Apa kamu membuktikan jika kamu tidak mandul...? Lalu kamu menjajakan dirimu ke pria hidung belang...? Layani aku sekarang... Aku akan membayarmu dengan harga fantastis..." ucap Yudi seraya menatap mesum ke Rara.


" Sampai mati pun aku tidak sudi melayanimu pria brengsek...! Pergilah ini sudah malam tidak baik seorang pria beristri masih bertamu ditempat wanita lain...!" ucap Rara seraya menatap tajam Yudi.


" Aku tidak perduli, walaupun aku pria beristri tapi hidupku tak bahagia saat denganmu dulu..." ucap Yudi sendu.


" Aku tidak mau tahu masalah rumah tanggamu Mas... Itu sudah menjadi pilihanmu sendiri.. Aku mohon pulanglah, istrimu telah menunggu dirumah... Aku mohon..." ucap Rara dengan nada rendah.


" Baiklah aku akan pulang, tapi ingat urusan kita belum selesai..." ucap Yudi seraya keluar dari rumah Rara.


Setelah kepergian Yudi, Rara ambruk duduk dilantai seraya menatap keluar.

__ADS_1


" Ya Allah, maafkanlah hamba yang telah berbohong pada Mas Yudi tentang kehamilanku ini, hamba takut dirinya akan berbuat nekad lagi, semoga jalan yang ku tempuh ini tidak salah... Suatu saat nanti kamu akan tahu Mas jika yang aku kandung ini darah dagingmu... Untuk sementara waktu aku menutupinya darimu... Karena aku tidak mau menganggu rumah tanggamu dengan kehadiran buah hati ini... Maafkan Ibu ya Nak, jika kamu harus jauh dari kasih sayang seorang ayah.. Ibu akan menjadi Ibu sekaligus Ayah untukmu... Tumbuh dengan sehat ya Nak..? Ibu sangat sayang padamu..." ucap Rara seraya mengelus perutnya dan menatap kepergian Yudi.


Kini Rara berdiri menutup pintu dan berjalan menuju kamar tidur. Dirinya akan mengistirahatkan badan, pikiran dan hatinya yang lelah. Hingga pagi menjelang.


__ADS_2