
Keesokan paginya, Rara bangun pagi untuk sholat subuh. Selesai sholat Subuh, Rara berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan untuk keluarga Pak Damar. Selesai berkutat di dapur, Rara segera menata di meja makan dan masuk ke kamarnya untuk beberes pakaian dan tempat tidurnya. Dirasa telah bersih dan rapi. Rara segera mandi dan berganti pakaian yang telah dibelikan oleh Argan kemarin. Selesai berpakaian, Rara keluar untuk sekedar jalan-jalan dan menghirup udara segar.
Dirasa cukup berjalan, Rara segera masuk, mereka telah duduk rapi di ruang tamu. Rara pun berjalan mendekatinya.
" Kamu darimana saja Dek...? Bikin Mas serta Ayah Ibu khawatir dech..." ucap Argan khawatir.
" Maaf Mas, Ayah Ibu.. Rara tadi keluar untuk jalan-jalan sebentar untuk menghirup udara segar biar fresh.." ucap Rara menunduk.
" Yaudah, lain kali pamit ya Nak...? Ayah sama Ibu khawatir sama kamu..." ucap Pak Damar tersenyum.
" Iya Yah.. Maafin Rara ya...?" ucap Rara merasa bersalah.
__ADS_1
" Iya Nak.. Apa kamu yang masak dan menyiapkan masakan dimeja makan...?" tanya Ibu Anjani pada Rara.
" Iya Ibu, oya Ayah Ibu... Nanti habis kita sarapan, Rara mau pamit untuk pulang ke rumah Rara lagi.. Karena keadaan Rara telah baikan..." ucap Rara serius.
" Kenapa buru-buru pulang Nak...? Kamu bisa lebih lama menginap disini lagi... Kami sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri Nak..." ucap Pak Damar seraya mengelus rambut Rara lembut.
" Iya Nak, Ibu lebih suka kamu tinggal disini bersama kami, daripada kamu tinggal sendirian, apalagi kamu dalam keadaan hamil seperti itu.. Kalau kamu mengalami morning sickness siapa yang akan membantumu..?" ucap Ibu Anjani merasa khawatir pada Rara.
" Terima kasih atas kebaikan Ayah, Ibu dan Mas Argan yang telah menganggap Rara seperti keluarga sendiri.. Tapi Rara tidak bisa tinggal disini, bagaimanapun Rara masih punya tempat tinggal sendiri walau hanya sederhana.. Dan semoga Rara bisa menikmati masa kehamilan ini.. Rara janji kalau ada sesuatu, Rara akan mengabari kalian semua..." ucap Rara tulus.
" Baiklah, kalau itu sudah menjadi keinginan kamu Nak, kami semua tidak bisa menahannya... Yang penting kamu harus jaga kesehatan kamu dan baby kamu ya Nak...? Sekarang kita sarapan dulu, nanti kita akan kesiangan kekantornya..." ucap Ayah Argan lembut.
__ADS_1
" Baik Yah, ayo Ibu, Mas... " ucap Rara seraya mengandeng keduanya.
" Ayo..." ucap Argan seraya merangkul pundak Rara.
Kini mereka sama-sama menuju meja makan dan langsung sarapan dengan tenang, selesai sarapan mereka bersiap untuk berangkat bekerja. Tak lupa Rara pamit dan berpelukan bersama orangtua Argan.
Kini Argan melajukan kendaraannya menuju kediaman Rara. Sesampainya dirumah Rara, Argan turun dan membantu membawakan barang Rara. Rara pun segera membuka pintu rumahnya. Dan mempersilakan Argan masuk.
" Mas Argan, silahkan duduk dulu, maaf jika keadaan rumah saya berantakan... Rara buatin kopi dulu ya...?" ucap Rara tersenyum.
" Eemmm.. Baiklah Dek..." ucap Argan tersenyum seraya memperhatikan keadaan rumah Rara.
__ADS_1
Kini Argan berdiri dan menatap foto pernikahan Rara dengan suaminya yang masih terpampang di dinding ruang tamu. Sedangkan Rara berjalan menuju ruang tamu dan meletakkan kopinya di meja.