
Selesai sholat magrib, Rara sekalian menunggu adzan Isya dengan tadarus menggunakan aplikasi di handphonenya. Selesai tadarus, Rara melaksanakan sholat isya. Selesai sholat Rara melepaskan mukenanya dan melipatnya. Sedangkan Argan masih duduk di sofa seraya memegang handphone nya.
" Maaf... Kak Argan nggak sholat...?" tanya Rara pelan.
" Nggak Dek... Kakak sudah lama nggak melaksanakan sholat karena sibuk dengan bekerja... Kenapa...?" tanya Argan seraya berjalan mendekat dan duduk di sisi ranjang Rara.
" Sesibuk apapun Kakak, jangan pernah lewatkan kewajiban Kakak sebagai seorang muslim untuk menunaikan sholat lima waktu..." ucap Rara lembut seraya memandang Argan.
" Baiklah, Kakak akan usahakan untuk menunaikan sholat... Terima kasih kamu sudah mengingatkanku..." ucap Argan seraya mengacak rambut Rara.
" Sama-sama Kak... Kakak nggak makan dulu... ?" tanya Rara seraya menyandarkan kepalanya.
" Nanti saja kalau Ayah dan Ibu sudah kesini.. Mungkin bentar lagi akan sampai..." ucap Argan tersenyum.
Tak lama Ayah dan Ibunya Argan pun datang. Mereka langsung menyalami Rara.
" Gimana keadaanmu Nak...? Apa sudah baikan...?" tanya Ibu Anjani pada Rara.
__ADS_1
" Alhamdulilah sudah Bu... Rara ingin segera keluar dari rumah sakit ini... " ucap Rara seraya menatap Ibunya Argan.
" Nanti akan kita tanyakan pada pihak Rumah Sakit ya Nak...? Oya Argan kamu pulanglah ganti baju dan makan dulu... Biar Ibu dan Ayah yang nemenin Rara disini..." ucap Ibu Anjani seraya mengelus rambut Argan lembut.
" Baiklah Bu... Apa nanti Argan perlu kesini...? Buat nemenin kalian...?" tanya Argan seraya menatap Ibu dan Ayahnya.
" Nggak usah Nak... Biar kami saja yang disini... Kamu istirahatlah dirumah..." ucap Ayah Argan.
" Baiklah Ayah, Ibu, Dek... Argan pamit pulang dulu... Assalamualaikum..." pamit Argan seraya bersalaman.
" Waalaikumsalam... Hati-hati Nak..." ucap Ibu Anjani pada anaknya.
" Ra... Tadi Argan nggak aneh-aneh kan sama kamu...?" tanya Ayah Argan pada Rara.
" Ndak kok Pak... Pak Argan baik banget,.." ucap Rara tersenyum.
" Syukurlah... Soalnya sifatnya selalu cuek dan dingin.. Jadi dia banyak diamnya..." ucap Ayah Argan.
__ADS_1
" Tadi Pak Argan baik dan ramah Pak.. Beliau juga menawarkan kalau suatu saat saya butuh bantuan, beliau meminta saya untuk tidak sungkan mengutarakannya... " ucap Rara jujur.
" Syukurlah anak itu nggak kurang ajar sama kamu..." ucap Ayah Argan seraya tersenyum.
" Sekarang kamu istirahatlah Nak... Kami akan menemui Dokter dahulu untuk menanyakan kondisimu... Apakah sudah boleh pulang atau masih harus dirawat disini... Tunggu sebentar ya Nak...? Kami kesana dulu..." ucap Ibu Anjani seraya tersenyum.
" Baik Ibu... Terima kasih..." ucap Rara tersenyum.
Kini Ayah dan Ibu Argan keluar dari ruang rawat Rara menuju ke ruangan Dokter. Sesampainya disana, Ibu dan Ayah Argan menyampaikan keinginan Rara untuk pulang. Kini mereka bersama menuju ruang rawat Rara.
" Selamat malam Bu Rara... Saya akan cek kondisi Ibu dulu ya...?" ucap Dokter pada Rara.
" Baik Dokter, silahkan..." ucap Rara tersenyum.
Kini Dokter mulai memeriksa kondisi Rara, selesai memeriksa, Dokter pun mulai berbicara pada Rara beserta Ayah dan Ibu Argan.
" Jadi begini Bapak Ibu... Kondisi Ibu Rara sudah membaik, cuma masih butuh istirahat di rumah nanti akan saya berikan resep nya... Kemungkinan besok pagi sudah boleh pulang..." ucap Dokter tersenyum.
__ADS_1
" Alhamdulilah... Terima kasih Dok..." ucap Ayah Ibu dan Rara bersama.