
Argan pun segera melajukan kendaraannya menuju rumah Rara. Sesampainya disana Argan langsung membopong Rara dan mendobrak pintunya. Setelah pintu terbuka Argan berlari menuju kamar Rara dan membaringkannya.
" Tidurlah dulu Dek, Mas akan nyalain kipas anginnya dan buka jendelanya biar kamu nggak kepanasan..." ucap Argan sambil menyalakan kipas anginnya.
" Mas Argan... to..long bantuin buka baju Rara.. ini kan..cingnya susah banget Mas.. Rara sudah nggak taha..n panas banget Mas..." ucap Rara serak.
" Jangan dibuka Dek... kita belum halal... mending kamu berendam dikamar mandi... " ucap Argan langsung membopong Rara menuju kamar mandi dan meredamkannya.
" Ya Allah, apa yang harus kulakukan... Semoga babynya baik-baik saja... Yudi kamu memang bajingan brengsek biadab... " umpat Argan seraya mengepalkan tangannya.
" sshh....Mas.. to..long bukain bajuku... masih panas Mas... " ucap Rara memohon.
" Maaf Dek lebih baik seperti itu saja.. Mas nggak berani bantu takut khilaf... Kamu tahan Dek... " ucap Argan setengah frustasi.
" To...long Mas... Rara benar-benar nggak tahan panasnya... " ucap Rara sambil mengigit bibir bawahnya seakan menggoda Argan.
__ADS_1
" Sial... berapa banyak Yudi ngasih obat terkutuk itu.. kenapa nggak reda... Ya Tuhan..." ucap Argan menjambak rambutnya kasar sambil berjalan menuju Rara.
Setelah dekat dengan Argan, Rara langsung menarik tangan Argan hingga masuk ke dalam bathup. Dengan tak sabar Rara mencium bibir Argan dengan sangat rakus. Sedangkan Argan mematung binggung.
" To..long Mas bantu Rara.... ssshhhh.... Rara ingin dimanja Mas Argan..." ucap Rara dengan pandangan sayu dan serak karena sudah diliputi gairah.
" Maafkan Mas sayang... tapi Mas nggak bisa dan nggak berani..." ucap Argan yang akan beranjak dari bathup.
" To...long sayang... " ucap Rara manja dan sudah menanggalkan pakaiannya.
" Maaf Dek... apa kamu tahu ini dosa..." ucap Argan frustasi karena terbakar gairah juga.
Argan pun membalas dan ikut terhanyut pada ciuman Rara. Ciuman yang berawal kasar menjadi lembut dan menuntut. Tangan Rara pun sudah menanggalkan pakaian yang dikenakan Argan. Sentuhan dari jemari Rara yang halus membangkitkan gairahnya hingga hilanglah akal sehatnya dan terbawa gairah.
Rara yang sudah ingin dimanja lebih jauh, mencoba membuka celana Argan dengan terburu. Argan pun menggoda Rara.
__ADS_1
" Sabar sayang, jangan terburu... biar Mas yang buka..." ucap Argan tersenyum sayu.
" Cepatlah Mas... Rara ingin dirimu... " ucap Rara berbisik ditelingan Argan dengan sensual.
" Ya ampun aku yakin bisa gila dibuatnya.. Kamu sungguh sangat menggoda sayang..." ucap Argan terpesona.
" Biarkan Rara yang memimpin Mas...sshhh..." ucap Rara yang sudah duduk diatas pangkuan Argan didalam bathup.
" Aaahhhh... Raraku... ini pengalamanku yang pertama kali... Kamu sudah merenggut keperjakaanku... ahhhh... sayang... pelan-pelan.. kamu sedang hamil..." ucap Argan seraya memegang pinggul Rara posesif.
" Aku in..gat Mas... " ucap Rara tersenggal.
Kini mereka berpacu didalam bathup dengan Rara yang memimpin. Hingga Argan sudah mabuk kepalang karena permainan Rara dan sentuhan nakal Rara yang membangkitkan gairahnya.
" Sayang... Mas ingin saampai... faster sayang.. Aahhh..." rancau Argan pada Rara.
__ADS_1
" Rara juga Mas.... sekarang sayang... sshhhh... Mas Argan.... Aaahhhh..." ucap Rara seraya mendekap tubuh Argan erat.
" Terimakasih dan minta maaf sayang..." ucap Argan mencium kening Rara dan memeluknya.