
" Baiklah, kalau memang kamu baik-baik saja.. Aku harap kamu kalau ada masalah apapun curhatlah denganku.. Aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu.. Percayalah..." ucap Hani seraya mengenggam tangan Rara.
" Terima kasih Han, kamu selalu ada dan khawatir denganku.. Kamu memang sahabat terbaikku... Kalau gitu aku ke ruangan Pak Argan lagi ya...? Takut keburu ditunggu kopinya..." ucap Rara tersenyum.
" Eemmm... baiklah... " ucap Hani tersenyum.
Kini Rara segera berjalan menuju ke ruang Argan kembali. Setelah mendapat jawaban dari dalam, Rara segera masuk dan meletakkan kopinya di meja Argan. Kini Rara berbalik ingin segera keluar dari ruangan Argan karena dirinya merasa pusing dan berkeringat dingin. Belum sempat tangannya mencapai gagang pintu, Rara sudah ambruk duluan. Argan dan Pak Damar menoleh.
" Rara... Ya Allah... " ucap Argan seraya menghampiri Rara yang tak sadarkan diri.
" Rara kenapa Ar...? Cepetan kita bawa Rara ke klinik terdekat..." ucap Pak Damar panik.
" Baik Yah, tolong Ayah yang menghandel kantor hari ini.. Argan membawa Rara ke klinik..." ucap Argan mulai membopong tubuh Rara keluar dari ruangannya.
Dengan cepat Argan segera menyuruh sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, Argan segera membawa Rara ke unit IGD. Dengan sigap Dokter memeriksanya, selesai memeriksa segera membawa ke ruang inap.
__ADS_1
Argan pun mengikutinya dari belakang, setelah sampai ke ruang inap, Rara masih belum sadarkan diri. Dokter pun segera menyampaikan hasil.pemeriksaannya pada Argan.
" Maaf Pak, apakah anda suaminya...?" tanya Dokter ramah.
" Bagaimana dengan keadaannya Dok...?" tanya Argan balik tanpa menjawab pertanyaan Dokter.
" Maaf Pak, istri anda hanya kelelahan dan stres mungkin ada sesuatu beban pikiran yang sedang istri anda pikirkan.. Tolong setelah sadar jangan berikan beban metal yang berat ya Pak...? Takut kehamilannya bisa terganggu..." ucap Dokter seraya tersenyum.
" Baiklah Dokter terima kasih atas informasinya..." ucap Argan tersenyum.
" Baik Dok.. silahkan..." ucap Argan tersenyum.
Setelah kepergian Dokter, Argan segera menghampiri Rara yang masih berbaring tak sadarkan diri. Argan pun duduk disebelah ranjang Rara seraya memperhatikan wajah damai Rara.
Selang setengah jam, akhirnya Rara membuka matanya.
__ADS_1
" Aku ada dimana ini...? aduh kepalaku terasa pusing sekali..." gumam Rara seraya memegang kepalanya.
Argan yang tahu Rara sudah siuman pun berjalan mendekat dan duduk disamping ranjang Rara.
" Kamu sudah siuman Dek...?" ucap Argan seraya memegang tangan Rara.
" Alhamdulilah sudah Mas, aku ada dimana Mas...? Anakku nggak kenapa-kenapa kan Mas...?" ucap Rara seraya meraba perutnya.
" Kamu ada di rumah sakit Dek, tadi kamu pingsan saat kamu akan kembali dari ruanganku... Dan alhamdulilah baby kamu sehat nggak kenapa-kenapa... Apa kamu mau minum Dek...? Apa ada yang sakit...?" tanya Argan khawatir.
" Ya ampun maafkan Rara ya Mas...? sudah bikin Mas repot dan khawatir... Rara merasa kepalanya masih pusing saja... Boleh ambilkan Rara minum Mas... Tenggorokan Rara terasa haus..." ucap Rara seraya tersenyum pada Argan.
" Baiklah... Bangunlah sebentar ya Dek...? Biar Mas ambilkan.. sini Mas bantu..." ucap Argan seraya memegang bahu Rara.
" Sekarang minumlah dulu Dek... Habis itu kamu akan Mas suapin, biar kamu ada tenaga dan minum obat yang diberikan Dokter tadi..." ucap Argan penuh perhatian.
__ADS_1