
Kini mereka makan bersama, tak lama Ayah dan Ibu Argan pulang dan masuk.
" Assalamualaikum..." ucap Ayah Ibu Argan.
" Waalaikumsalam..." ucap Rara dan Argan bebarengan.
" Lhoh kalian baru makan...? terus siapa yang masak...?" tanya Ibu Argan.
" Iya Ibu, Rara yang masak.. Ayah Ibu sini gabung kita makan bersama..." ucap Argan pada Ibunya.
" Lhoh Nak, kamu kan masih sakit... Jangan dipaksakan untuk beraktifitas dulu dunk...?" ucap Ibu Argan seraya membelai rambut Rara lembut.
" Nggak papa Ibu, cuma masak saja kok, lagian Rara sudah lebih baikan sekarang.. Ayah dan Ibu sekarang makan dulu yuk..? cicipi masakan Rara... " ucap Rara seraya tersenyum.
" Oke baiklah,, kamu memang keras kepala seperti Argan... Ayah dan Ibu cuci tangan dulu ya...?" ucap Ibu seraya mengandeng tangan suaminya.
__ADS_1
" Iya Ibu..." ucap Rara tersenyum.
Setelah mencuci tangan, orangtua Argan segera menuju meja makan untuk makan bersama. Kini mereka makan dengan tenang, selesai makan, Rara langsung membereskan meja makan dan segera mencuci piring. Argan pun berjalan membuntuti Rara.
" Dek, lebih baik kamu istirahat saja.. cucian yang kotor biar dicuci sama Bibi saja..." ucap Argan tak tega.
" Nggak usah Mas, cuma sedikit kok, habis ini Rara janji akan istirahat lagi..." ucap Rara tersenyum.
" Yaudah, Mas tungguin disini..." ucap Argan kekeh.
Setelah selesai mencuci piring kotor, Rara berjalan menuju kamarnya dengan dibuntuti Argan. Sesampainya dikamar Rara langsung ke kamar mandi untuk wudhu. Selesai wudhu Rara langsung memakai mukenanya dan segera beribadah.
" Mas Argan, kemungkinan besok pagi Rara akan pulang kerumah Mas,..." ucap Rara serius.
" Lhoh kenapa...? Kan baru sehari kamu menginap disini...? Apa kamu sudah pulih Dek...?" tanya Argan seraya menatap Rara.
__ADS_1
" Alhamdulilah, Rara sudah baikan Mas, jadi Rara besok pagi akan pulang ke rumah Rara lagi, dan kemungkinan besoknya lagi Rara sudah berangkat bekerja Mas..." ucap Rara seraya tersenyum.
" Yaudahlah, kalau kamu kekeh mau pulang, Mas juga nggak bisa menahan kamu disini lebih lama lagi... Besok Mas akan antar kamu sekalian berangkat ke kantor... Bagaimana...?" tanya Argan seraya mengacak rambut Rara gemas.
" Oke Mas, terima kasih.." ucap Rara seraya reflek memeluk Argan.
" Sama-sama Dek... Kalau kamu dikantor selain kita berdua kamu panggil Mas dengan sebutan Pak, tapi apabila hanya kita berdua dan diluar kantor kamu panggil saya dengan sebutan Mas... Oke..?" tanya Argan seraya membalas pelukan Rara.
" Iya Mas..., Oya Mas nggak pergi-pergi keluar gitu...?" tanya Rara seraya melepaskan pelukannya.
" Nggak Dek, Mas setiap harinya habis kerja langsung dirumah nggak kemana-mana.. " ucap Argan seraya membelai rambut Rara lembut.
" Apa Mas nggak kencan dengan kekasihnya gitu...?" tanya Rara seraya menatap Argan.
" Mas belum kepikiran sampai situ Dek, sudahlah jangan dibahas.. Sekarang kamu istirahatlah, Mas akan ke kamar Mas dulu untuk ngecek pekerjaan.." ucap Argan tersenyum.
__ADS_1
" Baik Mas, terima kasih..." ucap Rara juga tersenyum.
Kini Argan keluar dari kamar Rara menuju ke kamarnya. Disana Argan segera menyalakan laptopnya untuk mengecek pekerjaannya. Telah lama berkutat di layar laptopnya. Argan segera menyudahinya karena waktu telah berlalu semakin malam. Tak lupa Argan mengecek keadaan Rara dahulu. Setelah tahu Rara telah tidur. Argan segera kekamarnya dan langsung tidur.