Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 49


__ADS_3

" Lebih baik Ibu duduk dan minum dulu, habis itu Argan akan cerita semuanya ke Ibu." ucap Argan berusaha tenang.


" Baiklah ".


Setelah selesai minum, Argan mulai bicara pada Ibunya.


" Bu sebelumnya Argan minta maaf telah membuat Ibu kecewa, kami ingin meminta restu ke Ibu untuk menikah siri dahulu, apa Ibu memberikan doa restu pada kami ?" tanya Argan memandang Ibunya.


" Maksudnya bagaimana ? tanpa ada angin tanpa ada apa-apa kalian mau menikah siri sebetulnya apa yang kalian sembunyikan dari Ibu ?" tanya Ibu Anjani menatap Argan dan Rara bergantian.


" Argan sudah jatuh cinta pada Rara dari awal kita di Rumah Sakit itu, waktu dia nolongin Ibu, tapi kemarin waktu Argan menginap di rumah Rara itu karena Rara dijebak oleh mantan suaminya diberi obat perangsang waktu di cafe, untung Argan datang tepat waktu jadi bisa membawa pulang Rara " ucap Argan berhenti sambil melihat kearah Ibunya.


" Lalu kamu yang membantu Rara melampiaskan hasratnya begitu ?" tanya Ibu Anjani menatap tajam anaknya.


" Iya Bu, makanya Argan ingin bertanggung jawab untuk menikahi Rara secara siri dahulu supaya tidak berdosa, lalu setelah baby ini lahir baru kita resmikan ke KUA " ucap argan serius.

__ADS_1


" Dasar anak nakal kurang ajar, itu sudah berdosa Ar, orang kalian melalukannya sebelum menikah kok !" ucap Ibu Argan sambil mengelengkan kepalanya.


" Maaf Bu ".


" Apa kalian sama-sama saling mencintai dan saling menerima baik kekurangan ataupun kelebihan pasangannya ?" tanya Ibu Argan sambil memandang keduanya.


" Iya Bu ".


" Mungkin bagi Rara dia masih trauma jika suatu hari nanti kamu hianati dan pergi meninggalkannya demi wanita atau perempuan yang lebih segalanya dari Rara, apa kamu bisa berjanji pada Rara dan Ibu jika kamu akan setia pada pasanganmu sampai akhir hayat kalian ?" tanya Ibu Argan pada putranya.


" Baiklah, Ibu pegang janjimu, sekarang persiapkan diri kalian habis Ashar kita sowan Kyai untuk melakukan nikah siri, dan setelah nikah siri Ibu minta Rara harus pindah kerumah ini, bagaimana apa kamu setuju Nak ?." tanya Ibu Argan pada Rara.


" Baik Bu, terimakasih ". ucap Rara seraya menitikkan airmatanya.


" Hey, kenapa malah menangis Nak ? apa Ibu menyakiti perasaanmu ? maafkan Ibu " ucap Ibu Argan seraya memeluk Rara.

__ADS_1


" Ibu tidak menyakiti perasaan Rara sedikitpun, Rara menangis karena bahagia dan terharu, karena Ibu mau menerima dan memaafkan kesalahan kami berdua, terimakasih ibu " ucap Rara tulus.


" Ibu juga sudah lama menganggap kamu sebagai putriku, dan itu terwujud dengan kamu menikah dengan anak Ibu, walau hanya nikah siri dahulu yang penting setelah jabang bayi ini lahir langsung diurus pernikahan kalian agar sah dimata agama dan negara " ucap Ibu Argan lembut seraya menatap Rara.


" Iya Bu, kalau begitu Argan kabari Ayah dulu " ucap Argan sumringah.


" Kabarilah Ar, Ibu akan siap-siap untuk beli sesuatu, bilang pada Ayahmu ya ?" ucap Ibu Anjani sambil berjalan menuju kamarnya.


Argan pun segera menelpon Ayahnya, memberitahu akan restu Ibunya. Setelah selesai menelpon Ayahnya, Argan menghampiri Rara dan duduk disampingnya.


" Dek, setelah ini kita akan menikah, apakah kamu ingin mengundang seseorang untuk menemanimu ?" tanya Argan lembut.


" Bolehkah Rara mengundang Hani ? apa Mas ngebolehin ?" tanya Rara ragu.


" Boleh, kabarilah sayang ". ucap Argan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2