Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 22


__ADS_3

" Alhamdulilah Rara nggak mengalami itu Mas, mungkin sang baby tahu kalau Ibu nya berjuang sendiri.. Makanya sang baby tidak bikin Ibunya mengalami hal itu..." ucap Rara seraya mengelus perutnya yang masih rata.


" Alhamdulilah Dek... Jaga dirimu dan kandunganmu baik-baik Dek..." ucap Argan tersenyum.


" Pasti Mas, yasudah kalau begitu Rara permisi balik kerja kembali ya Mas... Assalamualaikum..." ucap Rara seraya berdiri dari duduknya.


" Iya Dek, kerja nya jangan terlalu capek ya Dek... Nggak usah terlalu kerjanya, biar Mas yang ngasih tahu teman-temanmu.. Oke...?" ucap Argan serius.


" Nggak usah Mas, Rara Insya Allah bisa melakukan kerjaan Rara seperti biasanya... Rara janji kalau sudah lelah pasti istirahat..." ucap Rara tersenyum.


" Baiklah..." ucap Argan pasrah.


" Assalamualaikum Mas..." ucap Rara seraya menunduk hormat.


" Waalaikumsalam Dek..." ucap Argan tersenyum.

__ADS_1


Kini Rara meninggalkan ruangan Argan, kembali ke pantry. Disana Hani telah menunggu kedatangannya.


" Rara sayang, bagaimana keadaanmu...? Setelah kejadian itu aku datang kerumahmu, tapi kau tak ada...? Aku sangat mengkhawatirkanmu Ra..." ucap Hani sendu.


" Alhamdulilah keadaanku jauh lebih sehat dan baik Han, jangan khawatir aku sudah disini kok..." ucap Rara seraya meraih tangan Hani dan menggenggamnya.


" Ada yang kamu mau critain ke aku nggak Ra...?" ucap Hani seraya menatap Rara serius.


" Aku hamil Han, anak Yudi..." ucap Rara menunduk.


" Apa...??? Kamu serius Ra...? Berapa usia kandunganmu...?" tanya Hani penasaran.


" Trus kamu ada rencana untuk ngasih kabar bahagia ini ke mantan suamimu nggak Ra...?" tanya Hani seraya mengenggam tangan Rara.


" Ndak Han, kehamilan ini akan aku sembunyikan dari dia, karena aku nggak mau mengganggu dan mengusik kehidupan barunya..." ucap Rara seraya menatap Hani sendu.

__ADS_1


" Tapi anak yang kamu kandung butuh sosok ayah Ra... Apa kamu nggak kasihan sama dia..." ucap Hani seraya mengelus perut Rara.


" Seandainya aku kasih tahu dia tentang kehamilanku ini, apakah dia akan percaya Han...? Setelah cerai aku terbukti hamil, pasti pikirannya akan negatif ke aku dan tak bisa dipungkiri dirinya pasti menuduhku yang macam-macam.." ucap Rara seraya meneteskan airmatanya.


" Benar juga apa yang kamu pikirkan Ra... Maaf aku nggak memikirkan sampai kesana... Apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu dan ada untukmu Ra.." ucap Hani seraya memeluk Rara.


" Terima kasih Han, kamu selalu ada untukku dan membuatku kuat menghadapi semua ini..." ucap Rara membalas pelukan Hani.


" Sama-sama sayang, kamu sahabat terbaikku... Sudah jangan menangis dan bersedih.. kasihan baby nya kalau Ibunya sedih..." ucap Hani seraya melepaskan pelukannya pada Rara dan tersenyum.


" Kamu bisa saja Han..." ucap Rara tersenyum.


" Yaudah kita kembali bekerja yuk, masih ada kerjaan di gudang yang belum beres, yuk kita kesana kita kerjakan bareng biar kamu nggak kelelahan..." ucap Hani seraya mengandeng tangan Rara.


" Ayuk Han.. Terima kasih..." ucap Rara tersenyum.

__ADS_1


Kini Hani dan Rara kembali bekerja hingga jam istirahat. Mereka sama-sama menuju ke mushola untuk melaksanakan sholat dzuhur. Selesai sholat mereka kembali ke pantry untuk makan siang, karena hari ini kebetulan Hani juga membawa bekal, jadi mereka bisa makan bersama di pantry. Selesai makan mereka istirahat sebentar dengan tiduran dimejanya hingga jam istirahat telah usai. Kini mereka kembali bekerja hingga jam kerja telah usai. Mereka pun bersiap untuk pulang.


Sesampainya dirumah Rara segera bebersih diri dan sholat Ashar, selesai kegiatannya, kini Rara sedang memasak untuk dirinya. Kini waktu sudah adzan magrib. Rara segera sholat dan menunggu waktu isya. Selesai sholat Rara menuju meja makan untuk makan malamnya. Selesai makan Rara bebersih dan tidur hingga pagi menjelang.


__ADS_2