
Setelah Rara mengabari Hani, dirinya kini duduk bersandar disofa ruang tamu rumah Argan. Sedangkan Ibu Anjani pergi kekantor suaminya untuk membeli sesuatu dan Argan sedang sibuk didapur membuat sesuatu untuk Rara. Setelah selesai Argan pun menghampiri Rara diruang tamu.
" Sayang, makanlah dulu salad buah buatanku ini, kemarilah " ajak Argan seraya duduk dekat Rara.
" Waow.. terimakasih mas.." ucap Rara tersenyum.
" Makanlah yang banyak, biar baby kita sehat sayang.." ucap Argan sambil mengelus perut Rara yang bergerak.
" He em Mas, dia suka jika Mas elus seperti itu, gerak-gerak kan babynya ?" tanya Rara sambil memasukkan buah kedalam mulutnya.
" Iya sayang, mungkin dia kangen ingin ditenggok Ayahnya... hihihi " ucap Argan tersenyum geli.
" Apasih Mas Argan ini, mesum dech..." ucap Rara menahan malu.
" Mesum sama calon istri nggak salah juga kan sayang..? Jujur mas sudah kangen, maklum mas baru sekali seperti itu jadi rasanya ketagihan ingin mengulang lagi.. " ucap Argan tanpa dosa.
" Apa katanya sekali, tapi waktu itu sampai berulangkali.." ucap Rara mengejek Argan.
" Nagih sayang.." ucap Argan cengengesan.
__ADS_1
" Sudahlah mas ngomong mesumnya, malu.." ucap Rara bersemu merah.
" Baiklah, setelah kita menikah, mas harap kamu resign dari kerjaan.." ucap Argan mulai serius.
" Kenapa mas ?" tanya Rara ragu.
" Mas ingin kamu fokus pada kandungan kamu dan baby kita, habis nikah kita cek usg ya dek ? mas ingin tahu perkembangan baby kita.." ucap Argan sambil mengelus perut Rara.
" Baiklah mas, Rara akan nurut apapun keputusan dan keinginan mas.." ucap Rara mantab.
Mereka kini bersiap untuk menyusul orangtuanya dikantor. Rara hanya memakai pakaian muslim sedangkan Argan memakai baju koko.
" Sudah mas, tapi Rara merasa gemuk banget ini.." ucap Rara tak percaya diri melihat pantulan dirinya didepan cermin.
" Kamu itu nggak gemuk sayang, tapi montok berisi dan sexy.. " ucap Argan menggoda.
" Gombal " ucap Rara menahan senyum.
" Ini nggak gombal dek, serius.. Yuk berangkat sekarang ke kantor dulu, habis itu baru ke tempat Pak Kyai biar Hani ikut bareng kita.." ucap argan mengandeng tangan Rara.
__ADS_1
" Baiklah Mas.. " ucap Rara tersenyum.
Kini mereka bersama berangkat menuju kantor dimana Ibu dan ayah Argan sudah menunggu disana. Sesampainya dikantor, Argan langsung turun dan menggandeng tangan Rara dengan erat menuju ruang Ayahnya.
" Assalamualaikum, " salam Argan sebelum masuk keruang Ayahnya.
" Waalaikumsalam, masuk Nak.." ucap Ibu dan Ayah Argan bersamaan.
" Kalian ternyata memang serasi ya..? cantik dan tampan.." ucap Ibu Anjani memuji anak dan calon menantunya.
" Ibu bisa saja.." ucap Rara menahan malu.
" Sini Nak, duduklah sebelum kita berangkat ke Pak Kyai.. ada sesuatu yang ingin Ayah sampaikan untuk kalian berdua.." ucap Ayah Argan serius.
Rara dan Argan pun menurut dan duduk disofa yang tersedia.
" Sebenarnya dalam Islam kalian belum bisa menikah baik secara agama atau negara, kalian harus menunggu masa iddah nya Rara selesai dulu sampai jabang bayi ini dilahirkan.. Sebenarnya Ayah dan Ibu tadi sudah sowan Kyai dulu untuk menikahkan kalian secara siri dulu, ternyata hukumnya tidak sah, bisakah kalian menunggu sampai jabang bayi ini lahir baru menikah.. ?" tanya Ayah Argan serius.
" Kenapa Ayah bilangnya baru sekarang ? kita sudah bersiap seperti ini ? Ayah mematahkan semangat dan impianku hari ini " jawab Argan lemas.
__ADS_1
" Maaf Nak, Ayah tahu kamu pasti sudah berfantasi liar kan ?" tanya Ayah Argan tanpa dosa.