
" Ibu, kamar Rara dimana...?" tanya Argan seraya menoleh kearah Ibunya.
" Di kamar sebelah kamu saja Nak, biar mudah bila Rara membutuhkan sesuatu... Gimana...?" tanya Ibu Argan pada putranya.
" Baiklah Ibu..." ucap Argan seraya berjalan menuju tempat yang dituju Ibunya tadi.
Sesampainya disana, Argan menurunkan Rara di tempat tidur dengan pelan. Ibu dan Ayahnya pun ikut masuk ke kamar Rara.
" Nak sekarang kamu istirahatlah, kalau butuh sesuatu panggil saja Argan ya...? " ucap Ibu Argan seraya mengusap bahu Rara lembut.
" Baik Ibu, terima kasih..." ucap Rara tersenyum.
" Kalau begitu istrirahatlah, Ayah Ibu dan Argan keluar dulu..." ucap Ibu Argan seraya mengkode suami dan anaknya.
" Baik Ibu... " ucap Rara menunduk hormat.
Setelah mereka keluar, Rara segera membaringkan tubuhnya di ranjang agar badannya kembali pulih. Karena Rara tidak enak harus menyusahkan keluarga Pak Argan. Dirinya besok pagi harus segera pulang ke rumahnya. Di tambah lagi Rara tidak bawa baju ganti. Dirinya tidak mungkin kan memakai baju yang dipakainya lagi.
__ADS_1
Sekarang masuk jam makan siang, Argan dan keluarganya menuju meja makan. Mereka makan bersama, setelah selesai.
" Nak Argan, tolong kamu bawakan makanannya Rara ke kamar ya...? Ibu dan Ayah akan ke kantor sebentar untuk mengecek kerjaan..." ucap Ibu Argan seraya mengambilkan makanannya.
" Atau biar Argan dan Ayah yang ke kantor saja Bu..? Ibu yang dirumah gitu..." ucap Argan seraya menatap Ibunya.
" Kamu aja Nak, Ibu mu sekalian mau Ayah ajak jalan-jalan sebentar ke suatu tempat..." ucap Ayah Argan seraya menaik turunkan alisnya.
" Ayah ini sudah tua juga masih saja bertingkah... Kasihanilah anakmu yang masih lajang ini..." ucap Argan memelas.
" Makanya cepatlah cari pendamping Nak... Biar cepat memberikan kami cucu..." ucap Ibu Argan seraya tersenyum.
" Ayah dan Ibumu ini selalu mendoakan Nak.. Cuma kalau kamunya nggak usaha nyari ya mana bisa dapat..." ucap Ayah Argan seraya memakai jas nya.
" Sudahlah, Argan ke kamar Rara dulu, kasihan kalau sudah lapar..." ucap Argan seraya membawa napannya.
" Tuch Yah... anak kamu selalu seperti itu kalau disuruh cari pendamping... Kapan dia itu mau nikah... umur sudah matang juga..." ucap Ibu Anjani seraya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Sabar aja lah Bu, kalau sudah waktunya pasti juga menikah... Maklumi saja..." ucap Ayah Argan seraya tersenyum.
Kini Ayah dan Ibu Argan langsung pergi untuk ke kantor. Sedangkan Argan mengetuk pintu kamar Rara.
" Dek, Mas masuk ya...?" ucap Argan seraya membuka pintu kamar Rara.
" Iya Kak, silahkan masuk..." ucap Rara lembut.
" Kamu sudah bangun Dek...? sekarang makan siang dulu ya...? biar Mas suapin kamu..." ucap Argan seraya duduk di kursi dekat ranjang Rara.
" Rara sudah bangun dari tadi Mas, habis selesai sholat, Mas sudah makan siang belum...?" ucap Rara seraya membenarkan posisi duduknya.
" Alhamdulilah Mas sudah makan Dek... Sekarang buka mulutmu biar Mas suapin kamu..." ucap Argan tersenyum.
" Apa nggak sebaiknya Rara makan sendiri saja Mas...? Kasihan Mas jika Rara selalu merepotkan Mas terus..." ucap Rara tak enak hati.
" Jangan menolak dan tak enak hati terus sama Mas Dek... Oke..." ucap Argan seraya mengacak lembut rambut Rara.
__ADS_1
" Baiklah Mas..." ucap Rara pasrah lalu tersenyum.