
" Kalau begitu saya permisi dulu... Selamat istirahat..." ucap Dokter tersenyum.
" Baik Dok... Silahkan..." ucap mereka bersama.
Setelah kepergian Dokter, Rara beserta orangtua Argan kembali berbincang-bincang.
" Nak... Kamu dirumah tinggal dengan siapa...?" tanya Ibu Anjani pada Rara.
" Saya tinggal sendiri Bu... "ucap Rara tersenyum.
" Lhoh... Kok sendiri...? Suami kamu kemana Ra...?" tanya Pak Damar pada Rara.
" Saya dengan dia sudah bercerai sebulan yang lalu Pak..." ucap Rara berusaha biasa.
" Trus kamu nggak ingin memberikan kabar bahagia ini dengannya Ra...? Heemmm?" tanya Ayah Argan penasaran.
__ADS_1
" Tidak Pak... Dia yang meminta saya untuk tidak menemuinya dalam keadaan apapun.. Takut kehidupan barunya terganggu dengan kedatangan saya... Apalagi dengan kondisi saya yang seperti ini... Saya tidak mau dirinya mengerti kalau saya hamil anaknya... Biarkan saya jalani sendiri..." ucap Rara seraya menghela nafasnya berat.
" Tapi anak itu harus tahu siapa Ayahnya Ra... Apa kamu akan menyembunyikannya dari nya...?" tanya Ayah Argan serius.
" Biarkanlah waktu yang menjawabnya Pak... Seandainya dia tahu sebelum saya memberitahukannya... Itu semua takdir, entah apa yang akan dia perbuat setelah mengetahui saya hamil anaknya..." ucap Rara menunduk.
" Sudahlah Nak... Nggak usah kamu pikirkan, yang penting kamu harus menjaga kandungan kamu dengan baik... " ucap Ibu Argan seraya mengelus pundak Rara.
" Iya Bu... Terima kasih..." ucap Rara seraya mengenggam tangan Ibu Anjani.
" Sebelumnya terima kasih Bu... Saya pulang ke rumah saya saja... Sudah cukup saya merepotkan Ibu sekeluarga... " ucap Rara halus.
" Sudah Ra... Nggak ada penolakan.. Kamu ikut kami pulang ke rumah... Sampai kamu benar-benar sehat baru kamu bisa kembali ke rumah kamu... Hitung-hitung ini sebagai balas budi kami karena kamu telah menolong istri saya... Oke..." ucap Pak Damar tegas.
" Baik Pak... Terima kasih..." ucap Rara tersenyum.
__ADS_1
" Kalau begitu kamu istirahatlah Nak... Kita akan tidur di sofa itu... Selamat malam Nak..." ucap Ibu Anjani tersenyum.
" Baik Bu... Selamat malam kembali dan selamat beristirahat..." ucap Rara tersenyum hormat.
Kini Rara mulai memejamkan matanya. Hingga akhirnya terlelap. Sedangkan Ayah dan Ibu Argan juga sudah mulai terlelap dalam tidurnya. Hingga kini sudah pukul 03.00 dini hari. Rara bangun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Dengan langkah pelan akhirnya sampai kamar mandi, Rara buang air kecil dan berwudhu untuk sholat tahajud.
Selesai berwudhu, Rara berjalan menuju ranjangnya dan segera memakai mukenanya. Kini Rara mulai melaksanakan sholat tahajud. Selesai sholat Rara memohon kepada-Nya dengan berlinang air mata. Selesai dengan doanya, Rara membuka aplikasi handphonenya untuk tadarus sebentar hingga waktu shubuh tiba.
Kini Rara mulai melaksanakan sholat shubuh. Selesai dengan sholatnya, Rara melepaskan mukenanya dan melipatnya. Sedangkan Ibu dan Ayah Argan telah bangun disaat Rara sholat tahajud, mereka sepakat untuk berpura-pura tidur agar tidak menganggu Rara.
Ayah dan Ibu Argan pun berpura-pura baru bangun dan menghampiri Rara.
" Lhoh.. Kamu sudah bangun Nak....?" tanya Ibu Argan basa-basi.
" Iya Ibu... Ibu dan Bapak akan sholat...?" tanya Rara tersenyum.
__ADS_1
" Iya Nak... Ibu pinjam mukenanya ya...? Ibu lupa bawa..." ucap Ibu Argan lembut.