Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 35


__ADS_3

" Terserah mbak mau bilang dan mengatakan saya seperti apa... yang jelas aku tidak pernah datang menganggu ataupun menggoda suami anda..." ucap Rara penuh tekanan.


" Lalu kalau kamu bukan penggoda...? trus itu anak siapa yang kamu kandung...? haa...?" tanya istri Yudi curiga.


" Yang jelas ini bukan urusan mbak... " ucap Rara merendahkan suaranya.


" Apa itu anaknya Yudi...?" tanya istri Yudi serius.


" Bukan mbak... mbak tenang saja kehamilanku ini tidak ada sangkut pautnya dengan Yudi dan rumah tangganya mbak..." ucap Rara serius.


" Bagus dech kalau begitu... " ucap istri Yudi dengan senyum sinis.

__ADS_1


" Dan kalau memang sudah nggak ada yang mbak bicarakan lagi, silahkan mbak pergi dari sini karena saya mau istirahat..." ucap Rara serius.


" Ooohh... kamu mengusirku.. haa...? mentang-mentang sudah bisa bunting...? ingat ya..? aku pastikan Mas Yudi akan selalu menjadi milikku seutuhnya dan tak kan ku biarkan dia berpaling dariku dan menenggokmu lagi... camkan itu...!" ucap istri Yudi sambil menunjuk wajah Rara.


" Dan asal mbak tahu juga... saya tidak akan pernah sudi menerima barang bekas lagi... silahkan mbak jaga baik-baik suami mbak itu.. agar jangan sampai kesini lagi..." ucap Rara serius.


" Cuma wanita rendahan saja belagu.. kamu itu sama saya tak ada apa-apanya... aku bisa ngasih apapun sama Yudi.. sedangkan kamu...?" ucap istri Yudi merendahkan.


" Sombong..." ucap istri Yudi sambil berjalan keluar dan membanting pintu.


" Astagfirullah... nggak suami nggak istri sama-sama arogan..." ucap Rara mengelus dadanya karena kaget.

__ADS_1


" tapi mas yudi mantan suamiku juga ya... ahhh bodo amat... stel kendo and slow saja... karena aku sudah janji sama Mas Argan agar tak stres dan masuk rumah sakit lagi... sekarang waktunya kita istirahat baby... besok ibu harus bangun pagi dan berangkat bekerja..." ucap Rara sambil berjalan mengelus perutnya yang buncit.


Pagi menjelang, Rara bangun pagi melakukan rutinitas biasa sholat dan beberes rumah. Setelah semua siap, Rara segera mandi dan bersiap berangkat. Pagi ini Rara berjalan menuju halte bis dengan jarak jalan sekitar 300meter. Ditengah jalan Rara berpapasan dengan Yudi yang hendak berangkat bekerja.


" Padahal simpanannya pria bermobil.. kenapa berangkat nggak dianterin malah jalan kaki..? lagi bunting lagi... apa simpananmu nggak tanggungjawab...?" tanya Yudi sambil membuka kaca mobilnya.


" Kalaupun dia nggak tanggungjawab nggak masalah.. aku sudah biasa hidup sendiri dan menghadapi semuanya sendiri... " ucap Rara sambil tersenyum.


" Kasihan ya hidupmu setelah cerai dariku.. hidupmu terombang ambing karena nafsu sesaat yang malah menjerumuskan kamu sampai hamil begitu... " ucap Yudi prihatin seraya menatap sinis.


" Biarlah jadi jalan dan cerita hidupku... Anda sudah tidak perlu mencampuri urusan pribadiku lagi.. terserah perilaku ku seperti apa setelah cerai darimu.. Yang penting aku happy Mas... Dan satu lagi, kalau memang Mas Yudi menghampiri aku hanya ingin menghina dan mengolok mending silahkan pergi, karena aku harus berangkat bekerja... " ucap Rara tersenyum manis menampakkan ketegarannya.

__ADS_1


" Baru bekerja jadi OB saja belagu dan sok sibuk... gajimu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan gaji bulananku.. kalau kamu mau mendapatkan uang lebih, boleh kita berhubungan badan lagi seperti dulu... aku akan ngasih jatah bulanan kamu lebih Ra..." ucap Yudi menatap penuh nafsu.


__ADS_2