
Setelah kepergian Argan. Rara berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat. Sesampainya di kamar, Rara membaringkan tubuhnya miring seraya mengelus perutnya yang buncit.
" Nak, maafkan Ibu yang tidak bisa jujur kepada Ayahmu... Ayahmu telah berubah dengan Ibu... Ibu janji akan menjadi Ayah dan Ibu yang baik untukmu... Kita akan hidup bahagia Nak... Ibu sangat menyayangimu..." ucap Rara pilu.
Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Merasakan sesak yang teramat sangat, suami yang selalu diperjuangkan dan dihormati selama 8 tahun telah berubah dan mencampakkannya, tanpa ingin tahu ungakapan isi hatinya. Rara pun tertidur dengan pipi yang masih basah karena menangis.
Sedangkan Argan kini telah memarkirkan kendaraannya dan segera masuk ke rumah Rara. Argan pun segera menyiapkan piring dan menata makanan yang telah dibelinya tadi. Selesai itu, Argan berjalan ke kamar Rara untuk membangunkannya.
" Dek, apa kamu didalam...?" ucap Argan sambil mengetuk pintunya.
Tak ada jawaban dari dalam. Argan pun mencoba membuka pintunya, ternyata tak dikunci. Argan pun segera masuk dan menghampiri Rara yang masih tertidur.
" Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan Dek..? Sampai kamu menangis seperti ini...? Apa kamu masih mencintai dan mengharapkan mantan suamimu yang tak bertanggungjawab itu...?" ucap Argan memandang wajah Rara sendu.
" Mas janji akan membuat kamu membuka hatimu dan menerimaku menjadi suamimu... Dan aku akan menerima anak ini menjadi anakku Dek..." ucap Argan memberanikan diri membelai perut Rara yang buncit.
__ADS_1
" Ya Tuhan, kamu merespon Nak...? sehat-sehat didalam sana ya sayang... ? Papa ingin mengendongmu..." ucap Argan terlampau senang dengan wajah yang berbinar.
" Eemmm... Mas Argan sudah pulang...? Maaf Rara ketiduran Mas..." ucap Rara seraya bangun dari tidurnya.
" Nggak papa Dek.. sekarang kita makan dulu, Mas sudah membelikan makanan yang kamu pesan... Yuk Mas gendong..." ucap Argan langsung membopong Rara.
" Aaahhh... Mas Argan... Iiihhh..." ucap Rara sambil memukul dada Argan karena kaget.
" Jangan pukul Mas dunk... Pegangan leher Mas Dek takut kamu jatuh ntar..." ucap Argan menggoda.
" Kalau seperti ini serasa kita suami istri je Dek..." ucap Argan tersenyum kearah Rara.
" Mas itu berkhayalnya terlalu kesana... sebel..." ucap Rara cemberut dengan mencubit pinggang Argan.
" Aauuuw... sakit Dek..." ucap Argan meringis.
__ADS_1
" Habisnya Mas Argan ngeselin sich...?" ucap Rara manyun.
Argan pun segera menurunkan Rara dikursi makan, dan segera menyiapakan makanan yang dipesan Rara tadi.
" Ini Dek... makanlah dulu, Mas akan menyusun bahan makanan dikulkasmu itu..." ucap Argan beranjak berdiri dari kursinya.
" Mas Argan nggak makan...? Sini makanlah dulu bareng Rara Mas... Kita makan berdua..." ucap Rara tak enak hati.
" Mas sudah makan Dek, kamu makanlah dulu, biar Dedek bayinya sehat.. " ucap Argan tersenyum.
" Rara nggak mau ya, kalau makan sendiri... Ayuk sini makan berdua Mas..." ucap Rara berjalan dan menarik tangan Argan.
" Biar Mas yang nyuapin kamu Dek..." ucap Argan seraya merebut sendok dari tangan Rara.
Kini mereka makan bersama diselingi canda dan tawa. Argan merasa nyaman didekat Rara. Hatinya selalu berdebar bila memandang senyuman Rara. Tak terasa hari sudah mulai petang. Argan pun segera bersiap untuk pamit.
__ADS_1
" Dek, Mas pulang dulu ya...? kamu hati-hatilah dirumah, kalau ada apa-apa segera telp Mas ya Dek...?" ucap Argan sambil mengacak rambut Rara gemas.