Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 21


__ADS_3

" Aduh, kebetulan Mas sangat lapar nie..." ucap Argan seraya tersenyum.


" Yaudah, mari Mas kita duduk di meja makan, biar Rara ambilkan ya...?" ucap Rara tersenyum.


Argan pun segera mengikuti Rara menuju meja makan, Argan pun langsung duduk sedangkan Rara mengambilkan makanannya untuk Argan.


" Ini Mas, silahkan dinikmati.. Maaf hanya seadanya ya Mas...?" ucap Rara tak enak hati.


" Nggak papa Dek, Mas malah suka kok masakan rumahan seperti ini..." ucap Argan tersenyum.


Kini mereka mulai menikmati makanannya. Selesai makan, Rara segera membereskan meja makan dan mencucinya di dapur. Sedangkan Argan telah menunggu Rara di ruang tamu. Selesai mencuci Rara segera ke ruang tamu.


" Masakan kamu enak banget lho Dek..." ucap Argan memuji seraya tersenyum.

__ADS_1


" Padahal Rara hanya asal aja memasaknya Mas,..." ucap Rara apa adanya.


" Kamu seharian beberes rumah Dek...? Sendiri...? Kok nggak minta bantuan Mas tadi...? Kamu kan lagi hamil muda Dek...?" tanya Argan khawatir.


" Iya Mas, tadi Rara beberes sendiri cuma semampu Rara saja kok Mas, kalau beberesnya terlalu berat pasti Rara minta bantuan sama Mas Argan.. Tapi tadi Rara bisa membereskan semuanya sendiri..." ucap Rara tersenyum.


" Yaudah, jangan bekerja terlalu berat dulu Dek, kandungan kamu masih muda biasanya masih sangat rentan dan lemah jika digunakan beraktifitas terlalu berat..." ucap Argan menasehati Rara.


" Iya Mas, terima kasih Mas telah perhatian sama Rara..." ucap Rara tulus.


" Iya Mas..." ucap Rara tersenyum.


" Yaudah, sudah sangat sore, Mas pamit pulang dulu ya Dek...? Jaga diri kamu baik-baik.. dan terima kasih makannya tadi... Assalamualaikum..." ucap Argan seraya menepuk pundak Rara.

__ADS_1


" Mas hati-hati pulangnya... Salam untuk Ayah dan Ibu ya Mas...? Waalaikumsalam..." ucap Rara seraya melambaikan tangannya.


Setelah kepergian Argan, Rara berjalan menuju kamarnya untuk berwudhu menunaikan sholat magrib dan isya. Selesai sholat magrib Rara tadarus sebentar untuk menunggu waktu sholat isya tiba. Kini Rara segera melaksanakan sholat isya. Selesai sholat, Rara melipat mukenanya dan berjalan menuju tempat tidurnya. Rara merebahkan tubuhnya dan terlelap dalam tidurnya.


Keesokan paginya Rara bangun pagi sholat dan segera memasak untuk bekalnya bekerja. Selesai memasak, Rara segera mandi dan berpakaian. Hari ini Rara bertekad untuk berangkat bekerja seperti biasanya. Dirasa cukup, Rara langsung mengeluarkan motor bututnya menuju tempat kerjanya.


Sesampainya di tempat kerja, Rara segera absen dan langsung beberes meja karyawan dan kaca-kaca. Selesai itu Rara menyiapkan minuman untuk semua karyawan dan atasannya. Kini saatnya Rara mengantar minuman untuk seluruh karyawan, dan terakhir di meja atasannya. Rara mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah dapat jawaban dari dalam Rara segera masuk.


" Assalamualaikum, selamat pagi Pak Argan..." ucap Rara sopan.


" Waalaikumsalam, selamat pagi juga Dek... Kenapa kamu panggil Mas dengan sebutan Pak...? Kan Mas sudah bilang kalau hanya ada kita berdua kamu panggil Mas saja..." ucap Argan sedikit kesal.


" Maaf Mas, Rara kelepasan... Lupa... hehehe..." ucap Rara cengengesan.

__ADS_1


" Yaudah yang penting besok jangan diulangi lagi Dek... Oya kamu kok wajahnya biasa saja Dek...? Biasanya kalau orang baru hamil muda selalu mutah-mutah dipagi hari gitu..." tanya Argan penasaran.


__ADS_2