Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 39


__ADS_3

" Iya juga sich... tapi tuch bunyi lagi.. coba saja diangkat Ra.. sapa tahu ada hal yang penting gitu.." ucap Hani sambil menatap handphone Rara.


" Iya dech.. coba aku angkat dulu ya Han..." ucap Rara sambil mengangkat handphonenya.


Rara pun segera mengangkat telpnya.


" Halo, Assalamualaikum... maaf ini siapa dan ada perlu apa ...?"


" Waalaikumsalam Ra, ini aku Yudi.. Apa boleh aku bicara sebentar padamu...?"


" Mas Yudi mau bicara apa lagi sama Rara...? kalau hanya hinaan dan cacian yang keluar dari mulut Mas, mending nggak usah saja..."


" Bukan itu Ra.. Mas ingin minta maaf sama kamu, bisakah kita ketemu di cafe dekat kantormu setelah jam pulang kantor..."


" Terimakasih atas ajakannya Mas, Rara sudah memaafkan Mas kok... maaf Rara nggak bisa bertemu..."


" Sekali ini saja Ra... habis itu Mas nggak akan ganggu kamu lagi..."


" Baiklah tapi hanya sebentar, karena Rara nggak mau nanti timbul fitnah dan istri Mas tahu dan marah sama aku..."


" Baiklah terimakasih, nanti aku tunggu disana.. Assalamualaikum.."


" Waalaikumsalam.."

__ADS_1


Rara pun segera menutup telpnya lalu menatap Hani.


" Siapa yang telp Ra...?" tanya Hani penasaran.


" Mas Yudi yang telp Han.." ucap Rara menghela nafasnya.


" Kenapa bajingan itu telp kamu...? Mau apa lagi dia...?" umpat Hani emosi.


" Dia ngajak ketemu di cafe dekat kantor, katanya ingin minta maaf..." ucap Rara menatap Hani sendu.


" Trus kamu iyain gitu...?" ucap Hani malas.


" Iya Han... " ucap Rara pasrah.


" Kamu itu sebetulnya bodoh polos atau apa sich Ra...? Dia itu dah menceraikan kamu tanpa hormat, menghina dan menginjak-ijak harga dirimu.. Bahkan kamu hamil seperti ini dia masih menindasmu... Sebetulnya hatimu itu terbuat dari apa Ra...? Haa...? Aku kalo jadi kamu nggak sudi aku diajak ketemu gitu... Bikin emosi saja..." ucap Hani menahan emosinya.


" Terserah kamu saja lah Ra... pusing aku dengan cara berfikirmu... Yang penting ingat pesanku... Hati-hati..." ucap Hani memperingati.


" Iya Han... Terimakasih... Aku akan hati-hati selalu..." ucap Rara sambil memeluk Hani sayang.


" Sama-sama... Yaudah kita istirahat dulu yuk... Dah waktunya istirahat, lebih baik kita sholat baru setelahnya makan..." ajak Hani pada Rara.


" Ayuk..." ucap Rara tersenyum dan meraih tangan Hani untuk bangun dari duduknya.

__ADS_1


Kini mereka menghabiskan waktu istirahat bersama dengan dibarengi ngobrol. Dan tak terasa waktu istirahat habis, mereka beriringan berjalan menuju pantry.


" Ra kamu lebih baik istirahat dulu ya...? aku tak keruangan Pak Damar dulu, katanya ada berkas yang minta diantar kebagian lain..." ucap Hani pada Rara.


" Kan tadi aku udah istirahat Han, satu jam lagi... masak istirahat lagi...? bosan Han..." cebik Rara sambil menopang dagu.


" Kamu lagi hamil besar Ra... Nggak tega aku nyuruh kamu.. kecuali kalau kondisimu nggak seperti itu, pasti dah aku suruh bantuin kesana kemari..." ucap Hani menoleh ke Rara.


" Yaudah dech... nurut aja lebih enak..." ucap Rara pasrah.


" Oke anak manis..." ucap Hani mengacak rambut Rara sambil berlalu.


Setelah kepergian Hani, Rara hanya duduk sambil membersihkan meja pantry. Sedangkan Hani segera masuk ke ruangan Pak Damar.


" Selamat siang Pak, berkas mana yang harus saya antarkan...?" tanya Hani langsung.


" Siang Han, ini berkasnya tolong kamu antarkan ke tempatnya Pak Heru..." ucap Pak Damar pada Hani.


" Baik Pak, ada lagi yang bisa saya kerjakan Pak...?" ucap Hani sopan.


" Sudah nggak ada Han, terimakasih..." ucap Pak Damar tersenyum.


" Sama-sama Pak.. Permisi..." ucap Hani menunduk.

__ADS_1


" Tunggu dulu Han... Rara baru apa...? tolong kamu panggilkan dia kesini ya...?" perintah Argan pada Hani.


" Rara baru istirahat di pantry Pak, baik akan saya panggilkan... mari..." ucap Hani sambil berlalu.


__ADS_2