Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 52


__ADS_3

Sedangkan di pantry Rara sedang duduk bersama Hani diruang istirahat.


" Maaf Han, kita nggak jadi nikah sekarang".


" Kenapa Ra ? apa ada sesuatu hal ? ".


" Kalau aku dan mas Argan jadi nikah itu termasuk zina, karena nggak sah dimata agama Han, jadi kita undur sampai baby ini lahir baru menikah ".


" Nggak papa Ra, jangan berkecil hati dan kecewa, semua akan baik-baik saja, yang terpenting kesehatan kamu dan baby kamu yang harus selalu diutamakan diperhatikan, okey ?".


" Baiklah Han, terimakasih kamu perhatian sama aku "


" Sama-sama Ra, kamu sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri, jangan sungkan cerita apapun yang terjadi padamu, telingaku siap mendengarkan keluh kesahmu " ucap Hani tersenyum.


" Kamu juga jangan sungkan padaku Han, apapun itu, dan maaf mungkin mulai hari ini dan seterusnya aku sudah tidak bekerja disini lagi, orangtua Argan tidak memperbolehkan aku bekerja lagi, cuma sesekali aku boleh main dan berkunjung kesini, " ucap Rara sendu menatap sahabatnya.

__ADS_1


" Tak masalah, itu semua demi kebaikanmu Ra, aku senang melihatmu mendapatkan calon suami dan mertua yang pengertian, semoga kamu selalu bahagia Ra " ucap Hani tulus.


" Aamiin Yaa Allah, semoga kamu juga selalu bahagia Han, dan mendapatkan suami yang baik juga, "


" Aamiin, kamu tunggu disini aku buatin minuman sebentar ya ?" ucap Hani yang akan beranjak dari duduknya.


" Nggak usah Han, aku akan kembali keruangannya Pak Damar, maaf aku kesana dulu ya ? jaga diri kamu baik-baik Han " ucap Rara memeluk sahabatnya.


" Kamu juga harus jaga diri baik-baik Ra, ingat kamu sedang mengandung keponakanku " ucap Hani tegas.


" Iya bawel, aku balik dulu Han, Assalamualaikum "


Kini Rara berjalan menuju ruang Pak Damar, sesampainya disana Rara mengetuk pintu terlebih dahulu, takut apabila mengganggu. Setelah ada jawaban dari dalam, Rara segera masuk.


" Assalamualaikum, maaf Rara lama ya di pantrynya ?. ucap Rara tak enak hati.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, nggak lama kok Nak, kemarilah duduk dekat Ibu ". perintah Ibu Anjani pada Rara.


Rara pun mengiyakan dan duduk disamping Ibunya Argan.


" Nah, sekarang Argan antarkan Rara ke rumahnya untuk berkemas, karena mulai hari ini Rara harus pindah kerumah kita ". ucap Ayah Argan tegas.


" Baiklah Ayah Ibu, kalau begitu kita pamit sekarang, maafkan Argan jika keinginan Argan merepotkan kalian ". ucap Argan merasa bersalah.


" Kamu tidak pernah merepotkan kita Nak, itu semua sudah menjadi kewajiban kita sebagai orangtua terhadap anaknya, sekarang pergilah bantu Rara berkemas ". ucap Ayah Damar teduh.


" Baiklah Ayah, kita berdua pamit, Assalamualaikum ". pamit keduanya seraya mencium punggung tangan orangtuanya.


" Waalaikumsalam, hati-hati Ar jangan ngebut ". pesan Ibu Anjani pada anaknya.


Argan pun segera mengandeng Rara berjalan menuju tempat parkir. Tak jauh dari tempat parkir, Yudi memperhatikan mantan istrinya yang bergandengan mesra dengan seorang pria. Yudi merasakan ketidakrelaannya jika Rara telah menemukan penggantinya. Dengan langkah tenang Yudi membuntuti mobil Argan hingga sampai kerumah Rara.

__ADS_1


Sedangkan Rara dan Argan setelah sampai, mereka langsung turun dan masuk bersama. Yudi yang melihat Argan dan Rara masuk didalam rumah bersama membuat perasaannya tak tenang.


" Entah kenapa aku melihatmu berjalan dengan lelaki lain membuatku marah Ra, apalagi melihat kamu yang sudah mengandung seperti itu, membuatku tak rela melepasmu, tapi kenyataannya kita sudah berpisah, maafkan aku Ra, jika ada kesempatan kita berjumpa aku ingin tahu yang sebenarnya tentang anak yang kamu kandung itu, semoga rencanaku berhasil ". ucap Yudi penuh tekad seraya memandang rumah Rara.


__ADS_2