
" Jangan diingatkan mas.. Rara malu.. anggap saja tadi malam nggak terjadi apa-apa pada kita ya mas...?" ucap Rara malu.
" Mas akan selalu ingat kejadian tadi malam dek... sungguh mas jujur sama kamu.. mas ketagihan ingin mengulang seperti tadi malam.. kamu sangat sangat sexy dek... tapi apa daya mas masih ingat dosa.. mas nggak mau kita menambah dosa lagi.. mas janji setelah baby ini lahir kita langsung menikah.. kamu bersedia kan dek...?" ucap Argan sambil mengenggam tangan Rara erat.
" Iya mas.. Rara bersedia.. tapi ibu bagaimana..?" tanya Rara takut.
" Pulang kantor nanti kita ketemu ibu dirumah.. kamu mau kan dek...?" tanya Argan memastikan.
" Iya mas.. terimakasih..." ucap Rara tulus.
" Sama-sama... kemarilah sayang.. duduk dipangkuan mas sini... mas ingin bermanja sebentar denganmu dan baby kita sebelum berangkat kerja..." ucap Argan tersenyum sumringah.
Rara pun berjalan menuju tempat duduk Argan dan duduk menyamping dipangkuan Argan.
" Kalungkan tanganmu yang satu dileher mas sayang..." ucap Argan pada Rara.
" Maksud mas begini...?" tanya Rara sambil menatap Argan.
__ADS_1
" Yes... ini posisi ternyaman.. apa kamu bahagia ada disamping mas seperti ini dek...?" tanya Argan tangannya merangkul pinggang Rara sambil menatap Rara.
" Rara bahagia mas... Rara bersyukur ketika banyak badai dan gunjingan dari orang-orang.. mas selalu melindungiku dan menjagaku seperti ini.. jujur Rara sayang sama mas.. " ucap Rara tulus dengan mata berkaca-kaca.
" Apa itu artinya kamu menerima perasaan mas dek...? kamu juga mencintai mas sayang...?" tanya Argan antusias.
" Iya mas..." ucap Rara menunduk malu.
" Ooohhh... kekasihku... cup..." ucap Argan sambil mencium pipi Rara gemas.
" Oya sayang... mas ingin tanya.. padahal usia kandunganmu 7 bulan kan...? tapi tadi malam pas mas memainkan itu... itu kamu sudah keluar asi nya sayang... sakit nggak...?" tanya Argan sambil menunjuk payudara Rara dengan lirikan matanya.
" Jawab saja sayang jangan malu... apa payudara kamu memang sudah kelauar asinya...?" tanya Argan penasaran.
" Iya mas.. " ucap Rara malu.
" Mas suka, itu tandanya baby kita nggak akan kekurangan asi ketika lahir nanti karena sebelum lahir ibunya sudah mulai memproduksi asi.... montok lagi..." ucap Argan menggoda Rara.
__ADS_1
" Sudahlah lama-lama Mas Argan mesum..." ucap Rara beranjak dari pangkuan Argan.
" Jangan ngambek sayang.. kan kenyataan..." ucap Argan berjalan menyusul Rara ke dapur.
Argan pun menyusul Rara ke dapur dan langsung memeluknya dari belakang.
" Jangan ngambek dek.. apa yang mas tanyakan dan ungkapkan tadi itu memang kenyataan... bahwa kamu itu memang cantik, sexy dan montok... sampai-sampai si brengsek Yudi melakukan tindakan kotor agar bisa menjamahmu lagi dalam kondisi seperti ini ..." ucap Argan memeluk Rara daŕi belakang dengan dagunya bersandar di bahu Rara.
" Iya mas... Rara nggak ngambek cuma Rara malu kalau mas bicara itu terus..." ucap Rara salah tingkah.
" Habisnya kamu selalu bikin mas hampir gila dan kehilangan akal kalau dekat kamu seperti ini.. " ucap Argan sambil menahan hasratnya.
" Oya dek... ingat pesan mas jangan pernah lagi kamu ketemu dengan Yudi... mas nggak akan pernah mengijinkan... dan jangan pernah kamu menyembunyikan sesuatu dari mas... kalau ada apa-apa jangan sungkan bilang sama mas... karena mas ini calon suami kamu..." ucap Argan serius.
" Baik mas... Rara janji..." ucap Rara membalik dan menghadap Argan.
" Ohh... kamu bikin aku gila sayang... bisa nggak sich kita nikah siri dulu.. Rasanya mas sudah nggak tahan lagi jika nunggu baby lahir..." ucap Argan frustasi.
__ADS_1
" Mas bicara apa sich...? daripada mas tambah nglantur bicaranya.. sekarang kita siap-siap berangkat bekerja.. soalnya dah hampir jam setengah delapan mas..." ucap Rara berlari menuju kamarnya untuk mengambil tas.
" Jangan lari sayang..." ucap Argan khawatir.