
" Baiklah Yah.. Hati-hati dijalan sekalian Argan minta tolong bawain ganti baju ya Yah...? Argan mau mandi disini, kalau Rara nanti boleh pulang biar Argan yang menemaninya..." ucap Argan seraya melirik kearah Rara.
" Baiklah, Ayah tutup dulu telponnya Nak... Wassalamualaikum..." ucap Pak Damar.
" Iya Ayah, waalaikumsalam..." ucap Argan seraya mematikan teleponnya.
" Mas Argan, bolehkah Rara minta tolong...?" tanya Rara seraya melihat kearah Argan yang masih fokus dengan handphonenya.
" Iya Dek, mau minta tolong apa...?" tanya Argan seraya mendekat kearah Rara.
" Tolong anterin Rara ke kamar mandi ya Mas...? nggak papa kan...?" tanya Rara takut.
" Nggak papa Dek, apa perlu Mas gendong ke kamar mandinya...? heemmm..?" ucap Argan seraya menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
" Apa sich Mas Argan ini.. genit dech..." ucap Rara seraya mencubit lengan Argan.
" Auuww.. sakit Dek... " ucap Argan seraya mengelus lengan yang dicubit oleh Rara.
" Habisnya Mas Argan bisa-bisanya genit begitu sama Rara..." ucap Rara manyun.
" Yaudah, sini Mas bantuin jalan..." ucap Argan pasrah.
Sesampainya di kamar mandi, Rara segera masuk sedangkan Argan menunggu didepan pintu. Selesai dengan keperluannya, Rara berjalan pelan menuju pintu kamar mandi dan membukanya.
" Terimakasih Mas.." ucap Rara tersenyum.
" Sama-sama Dek...." ucap Argan seraya mengelus pucuk kepala Rara gemas.
__ADS_1
Setelah Rara duduk diranjangnya, Argan kembali duduk disamping ranjang Rara seraya mengenggam tangan Rara.
" Dek.. boleh tidak jika Mas tanya sesuatu tentang kamu...?" ucap Argan gugup.
" Boleh saja, memangnya Mas Argan mau tanya apa sama Rara...? Kok kelihatannya serius banget...?" tanya Rara seraya memperhatikan wajah Argan.
" Dek.. seandainya Mas ini menaruh hati ke kamu, kira-kira kamu terima tidak...?" tanya Argan seraya memandang Rara.
" Maksud Mas Argan bagaimana...? Rara belum begitu paham dengan arah dan keinginan Mas..." ucap Rara serius.
" Jujur Dek... Mas sendiri nggak begitu paham dengan perasaan Mas ini ke kamu, cuma Mas merasa nyaman jika dekat dengan kamu, dan Mas ingin selalu bisa melindungi kamu dan baby kamu.. Mas nggak rela kamu kembali ke mantan suamimu.. Mas bersedia menjadi Ayah dari baby kamu ini Dek..." ucap Argan seraya menatap teduh Rara.
" Tapi Mas Argan.. Rara masih binggung dan belum bisa memberikan jawaban atas pengakuan Mas ini, Rara ini hanya seorang janda yang diceraikan suaminya tanpa hormat, dan posisi Rara saat ini sedang hamil anaknya... Rara merasa sangat tidak pantas jika menerima dan bersanding dengan Mas Argan.. Mas tahu sendiri, Rara ini hanya perempuan biasa dan hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan serta sebatas kakak dan adik... Jujur Rara bersyukur Mas Argan bersedia menjadikan Rara sebagai adiknya Mas.. Rara merasa sangat beruntung mempunyai kakak seperti Mas dan orangtua seperti Ayah dan Ibu Damar... Beliau sangat baik terhadapku... Rara nggak mau membuat Ayah dan Ibu kecewa Mas jika Rara menerima perasaan Mas Argan..." ucap Rara seraya menunduk sedih.
__ADS_1
" Dek.. Apa Mas salah jika mempunyai perasaan itu...? Rasa itu tumbuh dan bersemi dengan sendirinya Dek... Mas tahu hubungan kita antara atasan dan bawahan serta kakak dan adek... Tapi Mas ingin hubungan itu berlanjut menjadi hubungan suami istri Dek.. Biarkan Mas menjadi Ayah dari baby ini..." ucap Argan seraya meraba perut Rara yang sedang bergerak.