Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 42


__ADS_3

" hahahaha... kamu imut sayang kalau malu begitu..." ucap Argan tertawa.


" Sudahlah, Mas Argan diam-diam ternyata mesum... Iihhh..." ucap Rara sambil melotot.


" Mesum sama kekasih sendiri nggak masalah kan...?" ucap Argan sambil menaik turunkan alisnya.


" Mas lanjutin kerjanya, Rara kembali ke pantry dulu... Oke... Assalamualaikum..." ucap Rara berjalan menuju pintu.


" Jawab dulu Dek, sapa yang ngijinin kamu keluar dari ruangan Mas..? Tunggu Dek..." ucap Argan setengah berteriak sambil berjalan nyusul Rara.


" Sudah selesai Nak...? itu kenapa Argan teriak seperti itu...?" tanya Pak Damar memperhatikan Rara.


" Sudah selesai Yah... eemmm nggak tahu juga kenapa Mas Argan teriak seperti itu..." ucap Rara salah tingkah.


Tak lama Argan muncul dibelakang Rara.


" Kamu kenapa Ar... teriak-teriak kayak di hutan saja...? Ada apa...?" tanya Pak Damar.


" Engghh... nggak ada apa-apa sich yah... Yaudah Argan masuk lagi..." ucap Argan cengengesan sambil berjalan kembali keruangannya.


" Maaf yah... Rara permisi kembali bekerja lagi... mari Ayah..." ucap Rara tersenyum menunduk hormat.

__ADS_1


" Iya Nak... sebentar lagi jam pulang, nanti pulangnya hati-hati Nak... apa perlu diantar Argan...?" ucap Pak Damar menatap Rara.


" Terimakasih yah... Rara pulang sendiri saja, soalnya Rara bawa motor yah..." ucap Rara sopan.


" Baiklah Nak.. yang penting hati-hati.. " pesan Pak Damar pada Rara.


" Iya Pak... pasti... mari Ayah Assalamualaikum..." ucap Rara menunduk sambil berlalu.


" Iya Nak.. Waalaikumsalam..." jawab Pak Damar.


Rara pun segera kembali ke pantry. Disana Hani sudah duduk santai sambil menunggu jam pulang kantor.


" Kok lama banget kamu Ra diruangannya Pak Argan...? ngerjain apa...?" tanya Hani penasaran.


" Kayaknya sudah nggak ada Ra... lelah banget rasanya.." keluh Hani menyandarkan kepalanya dibahu Rara.


" Sama Han... " ucap Rara seraya meminum es punya Hani.


" Hei bumil... jangan minum es dunk... nggak baik tahu untuk kamu... " tegur Hani sewot.


" Yaelah Han... cuma dikit doang... " ucap Rara sebal.

__ADS_1


Tak lama handphone Rara bunyi, dengan sigap Rara mengambilnya dan menjawabnya.


" **Assalamualaikum, ada apa Mas...?"


" Waalaikumsalam, Ra aku dah nyampai dicafe... kamu bisa cepat kesini...?"


" tapi ini belum jam pulang kantor Mas..."


" Bisa ijin pulang duluan kan Ra...aku dah nungguin kamu di meja nomor 18.. Assalamualaikum**..."


Yudi pun langsung menutup telpnya. Rara yang belum menjawab dibuat sebal.


" Apa-apaan Mas Yudi itu, belum juga jawab langsung dimatiin saja..." gerutu Rara pada handphonenya.


" Kamu kenapa Ra...? sapa yang telp...?" tanya Hani sambil minum esnya.


" Mas Yudi nyuruh aku ke cafe seberang kantor, dia sudah nungguin disana dinomor 18... tapi ini belum waktunya pulang, masak aku ijin pulang duluan...?" keluh Rara pada Hani.


" Lebih baik kamu kesana sekarang aja Ra, lebih awal lebih baik biar kamu pulangnya nggak kesorean, kasihan babynya... Tapi ingat hati-hati dan seperlunya aja.. biar ntar aku yang menyampaikan ijinnya..." ucap Hani serius.


" Baiklah Han... terimakasih... aku siap-siap dulu ya...?" ucap Rara tersenyum.

__ADS_1


Selesai bersiap, Rara langsung menuju parkir mengambil kendaraannya dan melajukannya menuju cafe. Sesampainya disana Rara langsung turun dari motornya dan berjalan menuju meja nomor 18. Terlihat Yudi sudah duduk manis disana dengan dua gelas minuman. Rara yang sudah sampai langsung duduk.


__ADS_2