Cinta Ammara

Cinta Ammara
Bab 17


__ADS_3

Selesai makan, Argan keluar dari kamar Rara untuk meletakkan piringnya di dapur. Setelah itu Argan menghampiri Rara ke kamarnya lagi, dan duduk di pinggir ranjang.


" Dek, Mas akan keluar sebentar ya...? Kamu di rumah sendirian nggak papa kan...?" tanya Argan serius.


" Lhoh memangnya Mas mau kemana...? Ayah dan Ibu dimana...?" tanya Rara seraya menatap Argan.


" Mas akan ke toko baju sebentar untuk beli baju untuk kamu Dek, sedangkan Ayah dan Ibu ke perusahaan sebentar..." ucap Argan seraya mengelus rambut Rara.


" Sebetulnya Mas nggak usah beli pakaian untuk Rara, Rara sudah banyak merepotkan Mas sekeluarga..." ucap Rara menunduk.


" Sudahlah Dek, kamu nggak merepotkan kita kok... Sekarang kamu tunggu di rumah, Mas keluar dulu ya...? Mas janji hanya sebentar..." ucap Argan tersenyum.


" Baiklah Mas, hati-hati ya Mas...?" ucap Rara tersenyum.


" Pasti Dek.. Assalamualaikum..." ucap Argan tersenyum.


" Waalaikumsalam..." ucap Rara.


Setelah kepergian Argan, Rara hanya tiduran dikamarnya seraya memainkan handphonenya. Dirasa lelah dan ngantuk, Rara pun tertidur dengan posisi masih bersandar didinding tempat tidurnya.

__ADS_1


Setelah 1 jam berlalu, Argan pulang dan segera membuka pintu kamar Rara dengan pelan. Argan melihat Rara yang sedang tidur dengan posisi duduk bersandar dinding tempat tidur. Segera menghampiri Rara dan merebahkannya di tempat tidur. Argan pun menyelimutinya dan berlalu pergi.


Argan kini masuk ke kamarnya dan segera beristirahat. Hingga tak terasa waktu telah sore. Argan bangun dan segera sholat. Selesai sholat Argan segera mandì. Selesai mandi Argan memakai baju santai dan langsung menuju kamar Rara.


" Assalamualaikum Dek... Kamu sudah bangun belum...? Mas masuk ya...?" ucap Argan dibalik pintunya.


" Waalaikumsalam Mas, Rara sudah bangun kok Mas, masuk saja..." ucap Rara dari dalam.


Argan pun segera masuk dan duduk di tepi ranjang Rara.


" Kamu sudah mandi Dek...?" ucap Argan seraya memperhatikan penampilan Rara.


" Iya nggak papa, lagian Mas beli nya juga untuk kamu..." ucap Argan tersenyum.


" Ayah sama Ibu belum pulang Mas...? Apa Mas Argan lapar...?" tanya Rara seraya memperhatikan Argan.


" Belum pada pulang Dek... Iya Mas sangat lapar... Mas keluar cari makan dulu ya...? Kamu tunggu disini... " ucap Argan seraya mengelus rambut Rara lembut.


" Gimana kalau Rara saja yang masak Mas, Rara sudah mendingan kok... Lagian Rara bosen di kamar terus Mas..." ucap Rara cemberut.

__ADS_1


" Tapi kan kamu masih belum fit Dek... Jangan dipaksakan..." ucap Argan seraya mengacak rambut Rara gemas.


" Ayolah Mas, please... Temenin Rara ke dapur ya...?" ucap Rara seraya memohon.


" Yaudahlah, ayo Mas antar dan temenin di dapur..." ucap Argan pasrah.


" Terima kasih Mas,,..." ucap Rara tersenyum manis.


Kini Argan berjalan di belakang Rara untuk berjaga bila Rara terjatuh. Sesampainya di dapur, Rara mengeluarkan sayuran dan daging dari dalam kulkas. Dengan telaten Rara mulai memotong sayuran dan membuat bumbunya. Kini Rara tinggal memasaknya. Tiga puluh menit akhirnya masakan Rara selesai.


Kini giliran Argan yang menyusunnya di meja makan. Sedangkan Rara membuatkan kopi untuk Argan. Selesai kegiatannya, Rara berjalan menuju meja makan bersama Argan.


" Mas ini kopi untuk Mas ya...?" ucap Rara tersenyum.


" Waow, terima kasih Dek... Sudah lama Mas kangen kopi buatanmu... Sekarang kita makan yuk...? Mas sudah lapar nie..." ucap Argan seraya memegang perutnya.


" Iya Mas, biar Rara ambilin ya...?" ucap Rara tersenyum.


" Iya Dek, terima kasih..." ucap Argan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2