Cinta Dari Luar Angkasa

Cinta Dari Luar Angkasa
Dominiq


__ADS_3

Kedekatan Nura dan juga Yon mulai di kelas hingga ke kantin, tak luput dari perhatian semua pasang mata yang melihat kedua nya.


Nura sebenar nya ingin bertanya kepada Yon, apa pemuda itu memiliki niat untuk mengerjai nya, dengan mendekati nya seperti ini? Namun Nura merasa malu sendiri.


Lagipula rasa nya tak mungkin juga kan bila Yon berniat mengerjai nya? Karena pemuda itu baru saja datang ke sekolah hari ini. Jelas ia belum mengenal siapa pun di sini. Dengan siapa Yon akan bertaruh, jika memang ia berniat untuk mengerjai Nura?


"Nura!" Panggil sebuah suara dari arah belakang.


Gadis itu pun seketika menoleh. Dan matanya langsung menyipit tajam.


Di belakang nya kini berdiri Dominiq. Siswa yang dulu pernah menjadikan kedekatan nya dengan Nura sebagai bahan taruhan.


Tanpa berniat untuk menyahut, Nura langsung saja membalikkan wajah nya lagi ke depan. Gadis itu jelas hendak mengabaikan Dominiq.


Brak!


Tak lama kemudian Dominiq sudah duduk di seberang Nura. Ia sedikit menggebrak meja tempat nya duduk.


Nura mengerutkan kening. Ingin rasanya ia segera pergi dari tempat itu. Namun melihat isi gelas nya yang masih separuh penuh, Nura pun akhirnya mengurungkan niat nya.


Alkhirnya gadis itu tetap berpura-pura tak melihat Dominiq di depan nya.


"Lo acuhin gue, Ra.." ujar Dominiq kemudian.


"Dom. Udah lah! Biarin aja si cewek kismin itu merajuk. Ngapain sih lo peduliin dia lagi. Taruhan nya udah selesai, Bro!" Nasihat salah satu kawan dekat Dominiq yang bernama Rehan.


"Diam, Lo, Rey! Kalau bukan karena congor lo yang bocor itu, Nura gak bakal semarah ini sama gue!" Hardik Dominiq begitu marah.


Selanjutnya Dominiq berkata kembali kepada Nura.


"Ra, janga dengerin omongan si Rey! Berapa kali sih gue harus bilang ke Lo?! Awalnya gue emang niat taruhan pas dekatin Lo. Tapi makin kenal Lo, gue gak bisa pungkirin kalau Lo tuh cute banget!" Puji Dominiq dengan nada memelas.


Mendengar ucapan Dominiq, Nura malah tersedak es teh yang diminum nya. Tanpa sengaja ia menyemburkan es teh di mulut nya ke depan. Tepat ke wajah Dominiq.


"Sruutt!!! Uhuk! Uhukk! Ma.maaf Dom! Sebaiknya kamu pergi deh!" Usir Nura tak enak hati.


Dominiq yang baru saja menjadi target semburan es teh dari mulut Nura pun seketika ditertawakan oleh kedua teman dekat nya yang masih menunggu di belakang pemuda itu.


"Ouch, Men.. itu pasti bau banget tuh! Es teh plus acai, Bro!" Ledek Reyhan!


"Manis plus gurih tuh. Men..!" Sahut Kevin, teman Dominiq yang lain.


Mendengar ledekan dari kedua teman Dominiq itu, Nura langsung disergap oleh rasa malu sekaligus juga kesal.


'Hari ini aku benar-benar apes sekali sih!' rutul Nura yang langsung berdiri dan meninggalkan es teh nya yang masih separuh.

__ADS_1


"Sial! Diam lo breng sek! Lihat tuh! Nura jadi pergi kan?!" Omel Dominiq pada Kevin dan juga Reyhan.


"Ahahaha.. biarin aja sih, Dom. Kayak gak ada cewek lain aja! Antrian yang nunggu tuk jadi pacar Lo kan banyak, Dom. Ngapain coba lu ngejar-ngejar si Upik Abu?!" Ledek Reyhan tanpa disensor.


"Bang sat!" Geram Dominiq.


Tanpa ba bi bu lagi, Dominiq langsung melayangkan tinju nya ke arah wajah Reyhan. Beruntung Reyhan berhasil menghindar tepat pada waktu nya.


Menyadari kalau Dominiq benar-benar marah, Reyhan lalu bertukar pandang dengan Kevin. Sebelum akhirnya ia berkata kepada Dominiq.


"Oke, Bro. Sorry kalay ucapan gue kelewatan. Tapi.."


Belum selesai Reyhan bicara. Tahu-tahu sebuah pukulan lain menyerang nya tanpa aba-aba. Kali ini Reyhan tak bisa menghindar dari serangan itu.


Dan kejadian berikutnya, pemuda itu langsung tersungkur jatuh ke atas lantai. Seketika itu pula semua mata siswa yang berada di kantin pun tertuju pada penyerang Reyhan barusab.


Ternyata dia adalah John, si Murid Baru.


"Seorabg pelajar, seharusnya mempunyai tutur kata yang sepatutnya mencerminkan kalau dia adalah seorang pelajar. Sayang nya, sedari tadi yang ku dengar keluar dari mulut mu adalah sampah! Sampah yang busuk!" Ujar John dengan tatapan dingin di menusuk.


Lebih lanjut, John pun berkata lagi.


"Kau beli lah soda api. Lalu masukkan ke dalam mulut mu itu. Siapa tahu, dengan nya, otak mu yang tersumbat oleh kotoran yang mampat itu bisa kembali lancar dan berpikir sehat!" Hardik John, sebelum akhirnya berlalu pergi.


John pun pergi ke tempat ia melihat Nura sesaat tadi pergi.


Banyak yang menyetujui aksi John tadi. Dan umum nya mereka yang menyetujui ini pernah menjadi korban kebrutalan kata-kata maupun sikap anarkis dari Reyhan.


"Sesekali Reyhan memang perlu dihajar!" Seru kebanyakan siswa di sana.


Sementara itu Dominiq menatap kepergian John dengan pandangan yang campur aduk.


"Siapa dia?" Tanya Dominiq kepada Kevin.


Kevin yang sednag membantu Reyhan bangun pun kemudian menjawab.


"Sepertinya dia itu anak baru. Kata nya sih dia masuk kelas 2IPA2," jawab Kevin sambil menyodorkan es teh ke arah Reyhan.


"Kamp ret! Awas aja nanti kalau gua ketemu dia di luar sekolah, gua habisin tuh orang habis-habisan! Sampai dia gak bisa jalan lagi, kalau perlu!" Sumpah Reyhan dengan mata yang dipenuhi oleh dendam.


"Udahlah, Rey. Jangan bikin masalah lagi lah. Baru juga dua hari lalu Lo kena teguran dari guru BP kan?" Tegur Kevin mengingatkan.


"Mana bisa gitu, Vin?! Tuh cowok udah ngehajar gue nih! lu gak lihat apa, pipi gua lebam begini?!" Amuk Reyhan tak terima dengan teguran Kevin.


"Yah.. terserah Lo, deh. Yang pasti, gua gak mau ikut campur ya! Jangan salahin gue, semisal nanti Lo kena teguran keras lagi lho dari guru BP!" Tegur Kevin untuk yang terakhir kali.

__ADS_1


Dominiq lama terdiam tak menanggapi kekesalan Reyhan tadi. Tiba-tiba saja ia menyadari sesuatu.


"Kelas 2IPA2? Maksud Lo, cowok tadi tuh anak baru di kelas nya Nura ya?!" Tanya Dominiq menegaskan.


Dan Kevin pun mengangguk.


Dominiq tercenung diam. Ia memikirkan sesuatu.


"Eh.. tadi itu, bukan nya si Anak Baru duduk di sanping si Upik Abu ya? Sorry, Dom. Maksud gue, si.. siapa sih nama cewek yang Lo taksir itu?" Tanya Reyhan tiba-tiba.


"Nura! Awas aja kalau Lo panggil dia Upik Abu lagi!" Ancam Dominiq dengan tatapan sengit.


"Ampun deh raja.. downgrade banget sih tipikal cewek Lo sekarang.. aduh!"


Dominiq tak segan segera menjitak kepala Reyhan. Mulut teman nya itu memang sungguh ember dan tak berpendidikan.


"Mending diam deh lo, Rey! Congor lo akhir-akhir ini sering bikin gue kesal!" Dumel Dominiq kemudian.


"Oke deh, Mas Broo yang lagi kasmaran! Gak boleh kesenggol dikit aja langsung ngegas!" Dumel Reyhan seraya menempelkan gelas es teh yang dingin ke pipi nya yang terluka.


"Aduh! Tuh Anak Baru kenapa sih? Tiba-tiba main hajar aja!" Rutuk Reyhan terus berlanjut.


Tiba-tiba saja Kevin menyeletuk.


"Jangan-jangan dia naksir si Nura juga kali!"


...


Hening sesaat.


Tak lama kemudian, Dominiq langsung bangkit sambil menggebrak meja.


Brak!!


"Dom, mau kemana lo?" Panggil Kevin.


"Ke Nura!" Jawab Dominiq sambil lalu.


Kevin dan Reyhan langsung melempar pandang ke satu sama lain.


Setelah sosok Dominiq lama berlalu, tiba-tiba Reyhan kembali berkata.


"Kayak nya takut kalah cepat dia, dari si Anak Baru itu," ujar Reyhan menduga-duga.


Dan Kevin tak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengedikkan bahu nya saja.

__ADS_1


***


__ADS_2