
Malam harinya..
Nura tiba-tiba terbangun usai bermimpi buruk. Dalam tidur nya, ia bermimpi tentang Emak yang pergi meninggalkan nya. Gadis itu terbangun dengan keringat yang sudah membasahi sekujur tubuh nya.
Nura teringat kalau ia belum menunaikan shalat isya. Setelah bercanda singkat dengan Kak Eci dan Kak Lili semalam tadi, Ia langsung saja tidur dan lupa untuk menunaikan kewajibannya itu.
Baik fisik maupun batinnya merasa sangat letih setelah melalui kejadian di hari ini. Jadi begitu ia merebahkan kepala ke atas bantal, tahu-tahu ia malah langsung tertidur.
Sayangnya, tidur nya Nura tak berbunga indah. Kembang tidurnya ternyata adalah mimpi buruk tentang Emak yang pergi meninggalkannya.
"Hh.. sebaiknya aku shalat dulu.." gumam Nura seraya beranjak bangun.
Nura lalu melangkah bangun dan beranjak ke kamar mandi. Akan tetapi, begitu ia melewati kamar Emak, pikiran Nura lagi-lagi tercenung lama.
Ia masih begitu merindukan kehadiran Emak. Biasanya, bila ia bangun tengah malam begini, Emak pun sedang menunaikan shalat tahajjud.
Nura akan mencuri dengar saat Emak menyebutkan entah namanya, nama Kak Eci, Kak Lili, ataupun juga nama Tio dalam doa yang dipanjatkan nya kepada Yang Maha Kuasa.
Tapi sekarang..
"Hh.. Emak.." Nura melirihkan nama Emak, sebelum akhirnya melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar mandi.
..usai menunaikan shalat, Nura pun kembali ke kamarnya untuk tidur lagi. Akan tetapi, setelah beberapa lama berbaring, gadis itu malah kesulitan untuk memejamkan matanya lagi.
Meski ia sudah berganti dengan berbagai posisi tidur, namun tetap saja. Nura masih juga tak bisa tertidur lagi.
Merasa frustasi, akhirnya gadis itu pun memutuskan untuk bangun dan duduk di ruang TV. Nura memilih posisi duduk pada sofa yang berada di samping jendela. Dengan begitu ia bisa melihat pemandangan langit di luar sana.
Dalam sepinya malam, Nura menatap langit yang gelap kelam. Tak ada bintang yang terlihat di malam itu. Mungkin karena banyaknya jumlah awan yang berbaris menutupi permukaan langit di atas sana.
"Hh.." Nura menghela napas letih.
Kini pandangan nya beralih ke semak-semak yang tumbuh liar tak jauh di bepan rumah nya. Terdapat cukup banyak bunga terompet berwarna ungu yang sesekali bergerak usai ditiup oleh angin malam.
Krik.. krik.. krik..
Kisikan jangkrik perlahan memasuki indera pendengaran Nura. Entah di mana jangkrik itu bersembunyi. Karena sesaat tadi Nura tak mendengar suara ataupun melihat wujud nya.
__ADS_1
Krik.. krik.. krik..
"Hoahmm.." Nura menguap. Namun ia telah nyaman dengan posisinya yang duduk meringkuk di atas sofa. Kepala gadis itu pun cukup nyaman usai menopangkan dagu nya di atas kedua lututnya yang terangkat.
Sementara mata gadis itu terus melayang bebas ke sekitar halaman depan rumah nya. Mencari sesuatu yang ia pun tak mengetahui tentang apa yang dicari.
Krik. Krik.. krik..
Kisikan jangkrik terus berdenging nyaring. Hingga secara perlahan akhirnya Nura pun bisa kembali terlelap ke alam mimpi.
Dalam tidurnya yang kedua kali di malam itu, Nura memimpikan sebuah kenangan saat ia masih seorang gadis kecil berusia tujuh tahun. Saat di mana ia bertemu pertama kalinya dengan Yon, sahabat Alien nya.
***
Tok. Tok. Tok.
Nura tersentak bangun dari mimpi yang tak jelas bisa diingatnya. Kepalanya terangkat dan melayang ke sumber suara yang telah membuatnya bangun sesaat tadi.
Begitu ia mengangkat wajah nya lagi, matanya lalu beradu dengan sepasang mata milik Yon, teman baru di kelas mya.
Nura pun kebingungan. Ia melihat ke belakang profil Yon, di mana langit malam masih terpampang menjadi latar pemandangan di hadapan Nura.
Kemudian ia menoleh ke dinding atas. Di mana sebuah jam menunjukkan pukul setengah tiga dini hari.
"Ehh?? Yon?" Panggil Nura dengan suara setengah memekik.
Sesaat kemudian pemuda itu memberi isyarat dengan meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya. Pertanda ia meminta agar Nura tak terlalu berisik.
Nura menggigit bibir nya. Lalu melirik ke dua kamar, di mana Kak Eci dan dan Tio masih puas tertidur. Selanjutnya, gadis itu bangun dan membuka pintu depan rumahnya secara perlahan.
Cklek.
"Apa yang kamu lakukan malam-malam begini, Yon?" Bisik Nura bertanya.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Kamu mau ikut?" Tanya Yon dengan sikap misterius.
"Ee..."
__ADS_1
Nura terlihat ragu. Ini adalah kali pertama seorang pria bertamu ke rumah untuk menemui nya. Dan juga pertama kalinya seorang pria mengajak nya keluar malam-malam.
Tiba-tiba Nura teringat dengan pesan Emak, dulu sekali.
'Jagalah etika dalam hubungan mu dengan siapa pun. Terutama adalah dengan lelaki yang bukan mahram mu..bagaimana pun juga, kamu sudah beranjak dewasa. Berhati-hatilah selalu, Ra.. jangan tempatkan kepercayaan mu pada orang yang salah..' begitulah nasihat Emak dulu.
"Kita gak akan lama keluar nya. Kalau itu yang kamu khawatirkan," imbuh Yon dengan tatapan tenang.
Nura masih juga terlihat ragu untuk menerima ajakan Yon.
"Aku janji. Kita akan pulang sebelum adzan subuh berkumandang. Percayalah, Nura.." imbuh Yon lagi, setengah memohon.
Nura kembali berpikir keras. Setelah terdiam beberapa saat, gadis itu akhirnya membuat keputusan bulat.
"Maaf, Yon.. aku gak bisa main keluar malam-malam dengan mu. Maksud ku, kita gak bisa berduaan malam-malam juga kan?" Jawab Nura dengan pertanyaan pula.
Yon tampak kecewa. Namun, sesaat kemudian, pemuda itu berkata lagi.
"Berdua? Maksud mu, kita tak bisa pergi jika berdua saja begitu?" Tanya Yon memastikan sesuatu.
Dengan ragu-ragu, Nura pun menganggukkan kepala nya.
Yon lalu mengerutkan dahi. Pertanda ia sedang mempertimbangkan sesuatu. Setelah beberapa lama, pemuda itu tiba-tiba saja berkata.
"Kalau begitu, ajak dia saja!" Ujar Yon kemudian.
"Huh? Dia? Dia siapa?" Tanya Nura kebingungan.
Yon tak segera menjawab pertanyaan Nura. Namun pada detik berikutnya, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang menegur Nura dari arah belakang nya.
"Nura? Kamu ngobrol sama siapa malam-malam begini?" Tanya Kak Eci, yang rupanya juga baru saja terbangun sesaat tadi.
"Kak.. Kak Eci?!"
Nura pun terkejut setengah mati. Kini, gadis itu kebingungan dalam menjawab pertanyaan Kak Eci.
Eci sendiri kini melihat lurus ke arah Yon. Matanya langsung melotot dan mendelik marah. Ia mengenal Yon. Lelaki itu adalah teman kelas Nura yang ikut menemani seharian kemarin, saat Emak meninggal dunia.
__ADS_1
"Yon bukan nama mu? Apa yang kalian lakukan malam-malam begini?!" Hardik Kak Eci yang telah salah paham atas tujuan kedatangan Yon di saat hari masih gelap seperti sekarang ini.
***