Cinta Dari Luar Angkasa

Cinta Dari Luar Angkasa
Naik Kelas


__ADS_3

"Nura? Kamu kok ada di luar rumah? Kamu habis dari mana?" Tanya Kak Lili yang menatap heran pada sang adik.


Nura terkejut bukan main. Bukan hanya karena Kak Lili lah yang telah membuka pintu rumah untuk nya. Melainkan karena sesaat tadi, Yon kembali menunjukkan kekuatan nya melesat cepat di hadapan gadis itu.


Sepertinya Yon telah menyadari kalau yang membuka pintu tadi bukan lah Kaka eci. Karena itu dia langsung melesat pergi, agar Nura tak berada dalam masalah.


Meski begitu tetap saja, Nura merasa sedikit kesal pada pemuda itu karena kini ia kelimpungan mencari jawaban atas pertanyaan Kak Lili barusan.


"Ee.. anu kak.. Nura.."


Syukurlah Kak Eci tiba-tiba muncul di belakang Kak Lili. Kakak keduanya itu lalu berseru.


"Ya ampun, Nura! Maaf.. apa kamu udah terkunci di luar lama? Kakak kira kamu udah masuk duluan ke kamar.." seloroh Kak Eci memberi pertolongan pada adik perempuannya tiu.


"Kamu tahu kalau Nura keluar rumah, Ci?" Tanya Kak Lili menginterogasi Kak Eci.


"Iya, kak. Tahu. Kan tadi Nura bangun nya barengan sama Eci.. itu loh yang tadi Eci sempat bangun itu, Kak. Gak lama Kakak masuk ke dalam kamar, Nura malah ngajakin cari udara pagi lagi di luar rumah. Kita jalan-kalan sebentar.. tapi terus Eci kebelet pipis. Jadi Eci pulang duluan.." kak Eci pun berimprovisasi dalam memberikan jawaban.


Sementara Jura hanya ikut manggut-manggut saja. Meski dalam hatinya ia diselimuti oleh perasaan bersalah terhadap Kak Lili karena telah ikut berbohong.


'Maaf ya, Kak.. Nura gak akan ulangi lagi deh..' janji Nura dalma hati.


"Terus.."


Kak Eci tampak siap untuk melanjutkan cerita panjang nya lagi. Namun Kak Lili langsung menyudahi nya.


"Sudah. Sudah. Yang penting Nura sudah pulang. Sekarang, sebaiknya kalian kembali tidur. Hari masih cukup gelap sekarang ini.." titah Kak Lili kemudian.


"Iya, Kak.."sahut Nura dan Kak Eci berbarengan.


Tapi tak lama kemudian terdengar suara adzan subuh berkumandang dari mushola yang letaknya cukup dekat dengan rumah mereka.


"Eh.. sudah adzan ya ternyata. Lebih baik, kita shalat subuh saja dulu. Nura, tolong bangunkan Tio ya. Kita shalat subuh berjamaah," ajak Kak Lili dengan sikap lembut.

__ADS_1


"Baik, Kak.." sahut Nura yang langsung melipir pergi menuju kamar belakang. Tepat di mana kamar Tio berada.


Saat melewati Kak eci, Nura sempat melafalkan ucapan "terima kasih" dengan mulutnya untuk Kakak ke duanya itu.


Dan Kak Eci membalasnya dengan tersenyum tipis dan anggukan singkat.


***


Beberapa jam kemudian di sekolah..


Nura kini menatap kursi kosong milik Yon di samping nya. Pemuda itu tak masuk sekolah hari ini.


'Apa dia benar sudah pulang ke rumah nya ya? Hh.. kenapa dia begitu cepat pergi? Padahal dia belum ada satu bulan sekolah di sini.. eh, kalau dia sungguhan alien. Memangnya alien juga perlu sekolah ya? Ku pikir alien sudah terlahir cerdas melebihi kecerdasan manusia?' gumam Nura sambil menopang dagu pada tangan nya.


Pandangan nya terlihat melamun. Dan ini diperhatikan oleh rekan nya, Sisil.


Saat jam istirahat, Sisil mengajak Nura melipir ke mushola sebentar.


"Kamu.. udah merasa baikan? Aku turut bersedih soal Emak kanu, Ra.. kamu yang sabar ya?" Hibur Sisil dengan raut prihatin.


"Ehh.. iya. Aku udah baikan kok, Sil. Aku udah ngerti kok. Gak ada yang bisa menghindar dari kematian. Mau orang kaya kah. orang miskin kah. Orang tua kah. Yang muda pun kalau waktunya untuk mati sudah datang, ya dia bakal tetap mati. Iya kan?" Seloroh Nura dengan ekspresi pasrah.


"Nah. Betul banget kamu, Ra. Hmm.. eh, ngomong-ngomong kok Yon gak masuk ya hari ini? Dia kemarin pulang jam berapa?" Tanya Sisil tiba-tiba..


"Dia.. pulang sore mungkin. Yon ikut nganterin Emak ke kuburan nya.." jawab Nura, dengan wajah seperti sedang membayangkan sesuatu.


"Maaf ya, aku gak ikut nganterin Emak kamu sampai ke kuburan nya. Soalnya hp ku lowbat pas pulang siang. Terus aku diajak Mama pergi ke rumah Tante. Jadi baru buka hp lagi pas lewat maghrib. Aku baru tahu kalau Emak kamu udah.." sisil tak melanjutkan perkataannya.


Kedua remaja putri itu kembali melihat ke sembarang arah sambil menikmati keheningan yang ada di antara keduanya.


"Kita ke kantin dulu yuk? Mumpung bel masuk belum berbunyi," ajak Nura kemudian.


"Ayo!"

__ADS_1


Dan, kedua mudi itu oun bergandengan tangan menuju kantin. Hati keduanya kini teras lebih lega dari sebelum nya. Karena beban kesedihan yang dirasakan Nura kini telah dibagi rata dengan sahabat dekat nya, Sisil.


***


Keesokan harinya, lagi-lagi Yon tak masuk sekolah. Hingga tak terasa sudah satu pekan berlalu, tanpa kedatangan Yon lagi ke sekolah mereka.


Saat itulah Nura akhirnya yakin, kalau Yon memang telah kembali pulang ke tempat asal nya di manapun itu.


Kepergian Yon, bak menjadi angin segar bagi Dominiq. Pemuda yang sempat patah hati saat melihat kedekatan Nura dengan Yon, kini mulai kembali gencar mendekati gadis pujaan hatinya itu.


Sampai-sampai Nura sering dibuat jengkel oleh aksi eksentrik nya yang sering menembak Nura di hadapan para siswa yang lain.


Tak banyak yang bisa mengerti. Oleh sebab apa hingga Dominiq yang terkenal sebagai bad boy cool nya sekolah bisa jatuh hati pada Nura, gadis berpenampilan culun dan sering membawa keranjang gorengan ke sekolah.


Hanya orang-orang terdekat Nura saja yang bisa mengenal betapa istimewa nya kepribadian gadi itu. Salah satunya adalah Sisil dan juga Yana, tema lain jurusan nya Nura.


Sejak mengetahui kalau Yon tak lagi bersekolah di sana, Sisil kini menempati bangku kosong milik Yon. Ia meninggalkan Siska yang menurutnya sudah sulit untuk diubah karakter pongah nya.


Demi kenyamanan dirinya sendiri, Sisil pun memilih untuk menjadi teman sebangku Nura. Dan itu membuat Siska sempat mengumpat marsh kepada nya selama beberapa hari.


Hari terus berganti. Dan minggu pun berganti pula menjadi hitungan bulan.


Tak terasa kini audah masa kenaikan kelas. Nura dan Sisil akan naik ke kelas tiga. Dan itu berarti Tio, akan lulus SMA tahun ini.


Rencana nya, Tio akan berkerja paruh waktu sebagai pelayan restoran. Ini sungguh disayangkan, mengingat kecerdasan pemuda itu yang di atas rata-rata. Namun bagaimanapun juga itu adalah pilihan Tio.


Tapi yang tak banyak orang ketahui adalah bahwa Tio sebenarnya mulai suka membuat software bersama Heru. Dan beberapa software yang mereka buat ternyata berhasil dibeli dengan harga yang cukup mahal.


Rencana nya, Tio hanya akan menjadi pelayan selama beberapa bulan saja. Selagi ia mengumpulkan uang untuk menyewa sebuah ruko di tengah kota. Ia ingin membuka perusahaan kecil-kecilan di bidang pembuatan software.


Dan Nura, Kak Eci serta Kak Lili akan mendukung penuh usaha adik bungsu mereka itu.


***

__ADS_1


__ADS_2