Cinta Dari Luar Angkasa

Cinta Dari Luar Angkasa
Been a Long Time (Sudah Cukup Lama Berlalu)


__ADS_3

"Selamat pagi Anak-Anak. Pagi ini, kita kedatangan teman baru di kelas ini. Jon, masuk lah!" Titah Bu Guru Hani pada seseorang yang seperti nya menunggu di luar kelas.


Seketika itu juga perhatian semua teman-teman Nura langsung fokus ke arah pintu. Termasuk juga Nura yang sedikit penasaran dengan penampilan si Anak Baru.


Dan ternyata.. murid yang dipanggil dengan nama John oleh Bu Guru Hani itu memang sungguhan tampan. Nura saja sampai terpesona dibuat nya.


Kulit pemuda itu berwarna putih bersih. Mungkin sedikit lebih putih dibanding kulit Chika bahkan.


Tubuh siswa tersebut tinggi sekali. Sampai-sampai kepala nya mungkin hanya berjarak sejengkal saja dari atas daun pintu.


Postur tubuh nya tak tegap. Tak terlalu kurus, namun tak juga bisa dibilang gemuk.


Pandangan Nura langsung terangkat dan menatap lama pada wajah John.


Bibir lelaki itu sedikit tebal. Namun berwarna pink pucat. Nura curiga, jangan-jangan teman baru nya itu memakai lipgloss atau lip balm mungkin sehingga warna bibir nya bisa se indah itu.


Rahang John terlihat tangguh. Menampilkan profil dirinya yang bisa langsung dicap sebagai anak yang kuat. Apalagi kedua lengan nya sepertinya sedikit berotot.


Jika saja bukan karena wajah baby face nya John yang tampak awet muda, Nura akan mengira kalau teman baru nya itu mungkin adalah anak kuliahan yang sedang menyusup ke SMA nya.


"Salam kenal, semua! Nama saya John Pilo Terrian. Cukup panggil Jhon atau Yon saja," sapa John dengan ramah.


Ting..


Sesuatu dalam ingatan Nura seketiia menyeruak.


'Yon.. kata nya tadi ia dinamakan juga dengan nama Yon..? Aku seperti pernah mendengar nama itu..' gumam Nura sedikit melamun.


"Nur? Nur..!" Panggil Bu Hani dengan suara lantang.


Seketika Nura spontan bangkit berdiri dan menyahut dengan suara kencang.


"Saya, Bu! Saya!" Sahut Nura sedikit latah.


Seketika ia pun ditertawakan oleh teman-teman sekelas nya.

__ADS_1


"Ahahahahaa! Si Goreng malah asik ngelamun! Ngelamunin apa, Reng? Ngelamunin gorengan Lo yang gak habis-habis ya??" Canda salah satu teman Nura yang paling jahil, Romi.


Nura pun langsung duduk kembali di kursi nya, seraya menundukkan kepala. Ia sungguh merasa sangat malu.


Dalam hati Nura merutuki dirinya sendiri karena sempat-sempat nya ia melamun di ruang kelas. Sial nya, ia ketahuan pula karena Bu Guru Hani yang sepertinya mengajak nya berbicara.


"Romi! Jaga ucapan mu!" Teguran Bu Hani kepada Romi, membuat suara tawa anak-anak yang lain pun jadi mereda.


Nura merasa sedikit lebih baik. Bu guru wali kelas nya itu memang adalah yang terbaik!


Nura kembali mengangkat kepala nya dan memandang ke arah Bu Hani. Akan tetapi ia malah sempat bertukar pandang dengan Si Anak Baru selama beberapa detik.


Dilihat lama-lama oleh lelaki yang bahkan terlihat lebih cantik darinya, pun membuat Nura sedikit minder. Buru-buru Nura memalingkan pandangan nya ke arah Bu Hani.


"Ya, Bu?" Sahut Nura bertanya bingung pada Bu Hani.


"Untuk sementara, John duduk semeja dengan mu ya, Nur. Soal nya di kelas ini cuma kamu yang belum punya teman sebangku. Yang lain sudah berpasangan.." ujar Bu Hani memberikan titah.


Untuk sesaat suasana kelas menjadi hening. Namun lima detik kemudian, Bu Hani diberondongi oleh beragam pernyataan dari murid-murid permeouan nya.


"John biar duduk sama saya aja, Bu! Nih, si Amel mau pindah duduk kok ke meja nya Nur!" Pekik salah satu teman perempuan Nura di kelas.


"Dih.. gak mau lah! Lo aja lah Mel! Lo kan udah disuntik vaksin!"


Dan keributan serupa mulai terjadi di meja-meja lain nya. Akhirnya Bu Guru Hani pun sibuk mengembalikan ketenangan di ruang kelas nya itu.


Brak!


Bu Hani menggebrak white board di dinding. Dan seketika, suasana kelas pun menjadi senyap kembali.


"Sudah. Jangan ribut lagi. Jhon, kamu duduk semeja dengan Nur saja ya," tita Bu Hani kemudian.


Dan John pun langsung mengangguk seraya menujukan langkah nya ke meja Nura berada.


Tak butuh langkah banyak. Hanya dalam empat langkah saja, John sudah langsung berdiri di samping tempat duduk Nura dan memandangi gadis itu lekat-lekat.

__ADS_1


Nura yang merasa sedikit jengah pun lalu bergeser. Sehingga kini ia duduk menempel ke dinding.


Nura duduk di posisi yang paling dekat dengan jendela. Sementara John pun kemudian duduk di samping nya. Setelah John duduk, Nura langsung menyesali pilihan tempat duduk nya saat ini.


'Seharusnya tadi ku biarkan saja John duduk di pinggir jendela. Kalau sekarang, posisi duduk ku kan malah jadi terkurung begini. Untuk keluar, mau tak mau aku harus sering meminta ijin pada John..!' sesal Nura dalam hati.


" Hay. Nama ku Yon. Kamu.. Nura kan?" Sapa John sambil mengulurkan tangan nya yang putih.


Nira menatap lama tangan John yang terulur padanya. Ia sedikit bingung dengan kalimat yang diucapkan oleh John tadi.


'Nura? Bagaimana dia tahu nama panggilan ku yang sebenar nya? Bukan kah tadi Bu Hani memanggil ku dengan nama Nur ya?' gumam batin Nura.


"Nur..?" Panggil John kembali.


"Ya?" Sahut Nura secara refleks.


Nura pun tersadar kalau ia terlalu lama mengabaikan tangan John yang terulur ke arah nya. Merasa malu, Nura akhirnya terburu-buru meraih tangan John dan menggenggam nya singkat.


"Nama ku, Nur..a!!" Ucap Nura terbata-bata.


Hanya singkat saja Nura menyentuh tangan John. Karena sesaat tadi, Nura sangat yakin. Kalau ia merasakan sengatan kecil saat tangan nya bersentuhan dengan tangan John.


Nura langsung memandangi John dengan tatapan bingung.


'Apa yang barusan terjadi? Apa aku baru saja berhalusinasi? Tapi sengatan nya terasa jelas sekali.. ah.. ku rasa kepala ku sepertinya sedang oleng pagi ini!' gumam batin Nura kembali.


Gadis itu lalu menggelengkan kepala nya beberapa kali. Sebelum akhirnya fokus kembali ke arah papan tulis. Di mana Bu Guru Hani mulai menuliskan materi pelajaran nya pada hari itu.


"It's been a long time. Huh?" Nura mendengar gumaman suara John di samping nya.


Gadis itu pun kembali menoleh ke arah John. Dan ternyata John masih menatap nya dengan senyuman ramah.


Merasa silau oleh kerupawanan John, Nura buru-buru melihat ke papan tulis kembali.


Ia akan menganggap kalau John pastilah sedang meracau tak jelas.

__ADS_1


'been a long time kata nya? Seolah-olah kami seperti teman lama yang baru bertemu kembali saja..' gumam batin Nura, mengacuhkan kehadiran John di samping nya.


***


__ADS_2