Cinta Dokter Cantik

Cinta Dokter Cantik
45


__ADS_3

"Aku."


Rowan memeluk mesra pundak Arabella yang terdiam dengan tindakan gegabah pria itu.


"Apakah hari ini mereka menemukan jodohnya?" tanya Adora sambil menatap Yunifer, Arabella, dan Athena bergantian. Walau Athena tengah mengantar Zelleine ke kamarnya.


"Sst diamlah," suruh Edward.


"Oh ya siapa nama gadis yang menggendong putraku?" tanya Rogerd menatap Yunifer yang duduk sambil memangku anaknya.


"Mm, di mana istrimu, kak?" tanya Adora ragu seraya mengambil tempat di sisi Rogerd. Tentu saja Edward kesal karena sejak kedatangan Rogerd Adora seakan melupakan eksistensinya.


Wajah ceria Rogerd yang tadinya senang karena bertemu adik-adik kecilnya yang kini sudah dewasa dan menemukan tambatan hati mereka sendiri. Dalam sekejap merubah air mukanya menjadi murung. Memori pedih menyapa ingatannya.


"Istriku pergi bersama pria lain," keadaan hening setelah Roger berucap. "Haha, mungkin aku kurang tampan dan kurang berduit."


Adora lantas memeluk Roger dari samping membuat sang kekasih melotot tak percaya.


"Apa-apaan itu?! berselingkuh di depanku," desis Edward meninggalkan tempat.


"Hei, lepaskan pelukanmu! pacarmu kesal," bisik Roger.


Adora segera melepas dan mencari keberadaan kekasihnya tapi kosong. Ia menyengir kemudian menyusul sang kekasih sebelum ia didiamkan, tapi ia yakin mana bisa Edward itu mengabaikan dirinya.


Beberapa saat kemudian...


Adora duduk selonjoran tanpa mau perduli tatapan orang-orang yang seakan bertanya ada apa dengan gadis cantik itu. Wajah Adora ditekuk menahan kesal, apakah hanya karena ia memeluk kakak yang tak ia temui bertahun-tahun lamanya.


Tiba-tiba Adora merasa tubuhnya melayang. Ia berbalik dan senyumnya mengembang ketika melihat wajah datar milik Edward.


Edward membawa gadisnya menuju ke tempat yang sepi. Ekhmm, sepi...


"Huwaa kukira kau akan menghilang," Adora memeluk erat leher Edward membuat si empu tertawa.


Tak!


Edward menyentil jidat Adora kuat dan diusap-usap kemudian.


"Memangnya aku apa? bisa hilang begitu saja," celetuk Edward.


Adora menoel-noel pipi pria di depannya. Edward asik menatap pahatan nyaris sempurna yang telah Tuhan ciptakan untuknya. Melihat wajah cantik Adora membuat Edward ingin cepat-cepat menikahi gadisnya.


"Tadi kau marah karena kak Roger kupeluk?" tanya Adora kemudian.


Wajah Edward langsung cemberut. "Tentu saja! aku tahu kau senang tapi jaga batasan!"

__ADS_1


"Iya iya aku berjanji tidak akan mengulanginya."


"Good girl," tanpa aba-aba Edward mengecup pipi Adora lama sesekali menggesek hidungnya pada pipi tembem gadis itu. "Kau semakin cantik saja."


****


Athena memangku kaki sambil membaca majalah yang ada di atas meja, menghela napas kesal karena sesosok makhluk gaib seperti Rowan terus-terusan menatapnya.


Tatapannya beralih pada Zelleine yang asik terlelap begitu pula ketiga anak kembar. Athena tahu alasan si kembar mengikutinya sebab sang kakak khawatir padanya.


"Berhentilah menatapku, dasar sinting!" Athena melempar majalah itu ke Rowan dan berhasil dutangkap olehnya.


"Kau manis," sontak Athena rasa wajahnya mungkin terlihat seperti kepiting rebus.


"Diam atau kujahit mulutmu itu," kecam Athena.


Rowan lantas memonyongkan mulutnya ke arah Athena, jika ada yang melihat pasti dikira Rowan ingin dicium.


Athena tersenyum nakal lalu mengambil majalah lainnya ditempelkan ke wajah Rowan.


Tak tahan dengan sikap Athena yang malu tapi sebenarnya mau, Rowan mengambil tindakan dengan langsung mengurung Athena dengan tangannya yang ia letakan pada sandaran sofa lalu memajukan tubuhnya.


Refleks Athena mundurkan kepalanya, hingga...


Cup


Brugh


Athena mendorong Rowan sampai kepala pria itu membentur meja tentu saja Athena terkejut dan mendekat. Ia menggosok-gosok benjolan yang timbul sesekali meniup pelan, tak sadar bahwa senyum Rowan semakin mengembang sempurna.


'Tau begini lebih kubenturkan saja dari tadi,'batin Rowan.


"Masih sakit?"


Rowan gelagapan karena wajah Athena sangat dekat padahal saja tadi ia sok-sokan mencium dahi Athena.


"Hei Rowan! masih sakit?" tanya Athena ulang dengan tangan masih mengelus-elus dahi Rowan.


"Awss masih," Rowan segera membuat ekspresi menahan sakit.


Athena dibuat semakin merasa bersalah. Mencium dahi yang benjol itu jalan ninja yang Athena ambil, terlampau malu ia segera kekuar dari kamar empat gadis kecil tadi membiarkan Rowan terdiam mematung.


"Andai saja jika yang ia cium itu bibirku, pasti manis," gumam Rowan malah membayangkan hal lain.


Cklek

__ADS_1


Edward menautkan alis bingung saat melihat tampang misuh-misuh milik Rowan yang minta digeplak pakai cangkul.


"Kenapa di sini? mana Athena?"


"Athena baru saja keluar, sudah kesenangan berduaan dengan kekasihmu itu?" ejekan malah keluar dari si jomblo.


"Aelah saya jomblo, gak papa nanti dipepetin aja Athena." --Rowan.


Edward duduk di skfa setelah menarik selimut sebatas dada untuk keempat gadis kecilnya.


"Tentu saja, memang kamu yang main asal saja," balas Edward meledek sahabatnya.


"Mentang-mentang Bossku kau berbuat seenaknya," ketus Rowan memukul telapak tangan Edward.


Edward berdehem pelan, "Sudah makan belum kau?"


Edward bersahabat dengan Rowan susah sedari kecil sehingga ia hafal betul bagaimana watak para sahabat-sahabatnya. Yang ia tahu kalau Rowan ini memiliki riwayat penyakit asam lambung sehingga makan harus tepat waktu. Mommynya pria itu juga sudah mewanti-wanti kembarannya, Ronan, Noah, dan dirinya untuk menjaga anak bungsu beliau.


Rowan menggeleng kuat, jika seperti ini ia seperti anak kecil. Memang aslinya sifatnya begitu.


Mau dia pria sekalipun Rowan tetaplah pribadi yang manja. Sok gentle di depan Athena saja rupanya dia.


"Temui Adora, minta makan padanya! dia pamit memasak padaku tadi," titah Edward.


"Di mana Adora?"


Edward menatap sinis sahabatnya, "Memangnya kau pikir di mana biasanya orang memasak? Laut? Spongebob saja ya!"


"Dasar galak!" celetuk Rowan berlalu dari ruangan itu.


Rowan mencari arah dapur dan akhirnya ia menemukan dapur di dalam kapal. Ada para gadis di sana termasuk Athena. Athena memutar bola mata malas saat melihat kedatangan Rowan yang selalu menjahili dirinya.


"Adora, Edward menyuruhku minta makanan padamu," ucap Rowan duduk di samping Athena dan Aluna.


"Tunggulah aku dan Adeeva sedang memasak," suruh Adora.


Arabella? gadis itu masih dalam kamar mandi.


Tak butuh waktu lama, Masakan buatan Adora dan Adeeva telah disajikan di depan mereka. Padahal bisa saja mereka menyuruh koki tanpa bersusah payah memasak, tapi inilah Adora dan sahabat-sahabatnya yang lebih suka makanan rumah.


"Jangan dulu dimakan!" tegur Aluna saat Rowan hendak mencomot ikan goreng. "Kupanggil yang lain."


Tak selang berapa lama dapur kapal itu ramai dan sesak oleh Manusia-manusia yabg kelaparan. Zelleine dan si kembar bahkan sudah bangun dan segera ikut makan. Tak lupa keberadaan Roger dan Royan, putranya menambah harmonis suasana mereka.


Untung saja Adora dan Adeeva memasak banyak jadi cukup untuk mereka semua.

__ADS_1


****


__ADS_2