Cinta Dokter Cantik

Cinta Dokter Cantik
50


__ADS_3

Tak ada kata henti untuk kedua bersaudara Divine dalam mencabik-cabik tubuh Lion yang sudah tak bisa dideskripsikan. Ginjal, jantung, usus dan segala macam organ-organ Lion, Evander cincang tanpa perasaan lalu memanggil masuk seekor serigala kesayangannya.


"Bubu!!" seru Adora antusias melihat serigala itu.


Kaing!!


Serigala yang tadinya kelaparan langsung menghantam tubuh Adora dan menjilati wajah manis teman masa kecilnya dulu. Memang sedari kecil serigala bernama Bubu itu sudah dijinakan untuk teman bermain Adora dan Evander.


Sejak dua puluh tahun silam Adora tak lagi bertemu dengan kesayangannya.


"Bagaimana kabarmu, Bubu?"


Kaing kaing!!!


"Aku juga merindukanmu, ah sayangku pasti kau lapar, ayo kita makan hidangan lezat hari ini!" seru Adora semangat.


Kaing!!


"Kemarilah Bubu, lahap daging yang telah kucincang ini," panggil Evander.


Ketika Bubu mendekat, Evander mengelus bulu-bulu halus hewan ganas itu. Mereka yang masih di sana menatap ngeri ketika serigala itu melahap habis daging-daging Lion dan Evander sudah memisahkan beberapa bagian yang tidak boleh kesayangannya makan.


Kaing!!


Dengan wajah penuh darah ia mendusel-dusel di kaki Adora.


Rowan terkejut dengan apa yang terjadi di ruangan ini. Tembok yang hancur, darah yang mengalir deras dari beberapa tempat. Pemandangan yang cukup mengerikan untuk mereka yang tidak bermental baja.


Zester bersama kedua anaknya juga sudah dievakuasi menggunakan helikopter. Adora sempat bersitatap sinis dengan adik kembarnya yang bawel mau ikut ke sini menyaksikan kebrutalan kakak dan sepupunya.


Edward masih dalam misi mengeksekusi Toni, kakeknya yang sudah menjadi alasan keterpurukan ibunya selama bertahun-tahun dan telah merebut kasih sayang ayahnya yang harus ia dan kedua saudaranya dapatkan.


Teriakan histeris berasal dari ruang sebelah tak dihiraukan karena Adora asik bergelut dengan mangsa barunya yang dibawa oleh Rowan, siapa lagi kalau bukan Charlie.


"Aku sudah janji bukan bahwa di masa depan aku akan mencabik-cabikmu dan sekarang masa depan itu, kau menanti bukan?" tanya Adora sambil menusukan pecahan kaca yang tadi sempat merobek dada Lion ke paha Charlie.


Sret


Luka menganga yang panjang terpampang jelas di paha Charlie yang sudah meraung-raung tak mampu menahan pedihnya.


"Bubu jilat darahnya!"


Serigala itu mendekat dan menjilat sedikit darah Charlie dan langsung meludahinya. Ia kembali mendusel di kaki Adora karena darah pria itu tak cocok dengan lidah. Hewan pemilih dianya.


"Tidak enak? akh padahal kamu menyukai daging paman tua itu, tapi darah Charlie setan ini saja sudah tak enak berarti dibuang ke sungai saja," Adora berdecak malas.

__ADS_1


Kaing!!


Dor dor dor


Tembakan tiga kali dilakukan oleh Athena yang sedari tadi diam mengamati. Masih mengumpulkan tenaga katanya, habis memberantas para anak buah Toni jadi cukup lelah.


"Itu karena kamu dulu pernah menyakiti dua sahabatku Adora dan Aluna!" ucap Athena penuh amarah.


Bugh


Adora menginjak bekas tembakan Athena di dada Charlie. Sengaja tak Athena tembak langsung ke jantungnya agar ia harus menikmati derita sebelum kematian.


"Hei jangan dulu mati!!" marah Adora semakin mendalami perannya sebagai seorang psychopat, setengah psychopat dianya.


"Bunuh aku dasar ******!" umpat Charlie.


Dugh


Edward yang baru selesai menendang kepala Charlie kuat tak ada lembut-lembutnya sama sekali.


"Memangnya perlu lembut pada binatang?" --Edward Wellington.


"Berani sekali kau menyebut calon istriku ******, dasar bangsat!"


Tendangan bertubi-tubi Edward hadiahkan untuk mantan bangsat calon istrinya yang asil memperhatikan sambil memotong jari-jari kakinya. Ia mengukir sebuah bunga mawar di tubuh Charlie mengabaikan raungan kesakitan Charlie meminta untuk berhenti.


"Ayo pergi!" ajak Adora memimpin.


Setelah keluar dan sudah dipastikan tidak adavorang di mansion itu terkecuali orang-orang musuh yang is dead semuanya. Sepuluh detik kemudian mansion yang megah itu hancur berkeping-keping.


DUARRR


Ledakan dahsyat terjadi di hutan tropis tersebut menyisakan akhir dari balas dendam. Adora bernapas lega setelah kematian keluarganya telah usai, ia juga tahu bahwa Zester selama ini selalu tak menuruti ayahnya dan berusaha melindugi keluarga kecilnya dari jarak jauh tapi tidak bisa melindungi saudara tirinya, Lucas.


****


Baru saja adora terbangun dan segera bangkit menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Segar sekali, kejadian kemarin menjadi akhir dari cerita tragsi keluarganya. Kini ia akan fokus pada masa depannya.


Cklek cklek cklek


Adora mengernyit saat pintu kamarnya tidak bisa dibuka. Heran, ia berusaha mendobrak tapi tidak bisa.


"Sengaja dikunci, heh?" decaknya malas.


Meraih ponselnya lalu menelpon Edward. Tahu apa balasan calon suaminya itu?

__ADS_1


"Istirahatlah! kami sengaja mengunci kau di kamar karena lusa adalah pernikahan kita!"


"Edward sialan!!" maki Adora menutup sambungan telepon secara sepihak.


Dengan terpaksa ia kembali menarik diri dari acara menyibukan persiapan pernikahannya. Matanya melirik ke atas nakas, nampan berisi sarapan paginya terlihat lezat.


Segera ia santap sebelum dingin. Barulah ia kembali tertidur atau menonton televisi di kamarnya menunggu pintu kamar dibuka.


Lima jam Adora habiskan di dalam kamar sampai ia sendiri merasa bosan.


Cklek


Akhirnya pintu terbuka menampakan keempat sahabatnya yang tampil dengan wajah menyebalkan mereka.


"Selamat kau akan menikah sebentar lagi," seru Adeeva memeluk Adora.


"Ahh adik kecil yang nakal akan menyusulku," ini Aluna.


"Jangan lupakan aku jika kau sudah menikah ya," Athena berbicara sambil rebahan di ranjang Adora.


Adora mencebikan bibir sebal, ucapan tak talus apaan itu?! ia ikut menjatuhkan diri ke ranjang sambil tangan direntangkan memeluk Athena sehingga gadis itu menjerit meminta tolong pada kakak kembarnya.


"Bella! tolong aku dari gajah ini!" berontak Athena.


"Gajah dari mana? semut yang ada," dengus Arabella pada dua bungsunya.


"Tolong aku!" rengeknya karena Adora malah memutar badan dan memeluknya erat.


"Ughhh ADORA KAU BERAT!!" teriakan Athena menggema membuat Adora menyumpal mulutnya lalu memeluk tubuh sahabatnya.


Adeeva dan Aluna segera ikut bergabung ke ranjang Adora yang besar begitu pula Arabella. Mereka berlima tidur saling berbagi ranjang, Emily yang baru akan memanggil mereka untuk turun ke bawah malah dibuat terkekeh dengan anak-anak gadis.


****


Adora duduk selonjoran di depan kolam. Di depannya tiga anak kembar bersama Zelleine sedang asik berenang kadang menyipratkan air ke kakak mereka yang melamun.


Omong-omong tentang Zester. Tuan Alfred Wellington akhirnya mau menyatukan menantunya kembali bersama putrinya, yang artinya Adora sudah mempunyai ayah mertua. Apalagi Zester begitu bahagia saat tahu bahwa Adora adalah menantunya.


Tangis haru juga ia lihat di antara keluarga kecil itu.


"Kakak!" panggil Zelleine merapatkan diri dan memeluk erat pinggang Adora.


"Hmm?" Adora mengelus rambut basah adik iparnya.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan ayah. Aku senang akhirnya bisa punya ayah!" serunya semangat tak lupa menyempatkan ciuman di pipi Adora.

__ADS_1


"Sama-sama sayang."


****


__ADS_2