
" Sayang bisakah nanti kita jalan keluar?" tanya Dannis dengan senyum terbaiknya.
" Dan ... hari ini aku sibuk. Bisakah lain waktu saja aku perlu ijin pada orang rumah," jawab Flo.
" Tentu Flo. Tidak masalah .... Oh, iya sayang pekan depan aku ada agenda ke LN gapapa ya aku tinggal?" tanya Dannis dengan lemah lembut.
" Gapapa Dan ... Hati-Hati semoga sukses," jawab Flo sambil tersenyum.
Dannis pun meninggalkan Flo tapi dia sempat-sempatnya mencium pucuk kepala Flo. Karena dia memang bukan orang pengangguran. Dia pebisnis yang sibuk tapi selalu meluangkan. waktu untuk Flo meskipun beberapa saat.
" Makin cantik jika menggunakan hijab," bisiknya sambil berlalu.
Degh. ( dia mencium puncak kepalaku, ini bagaimana ceritanya jika Atha tahu)
Flo yang melamun di tabok oleh sahabatnya dengan keras.
" Woi ... Ngelamunin apa sih Flo! Tenang aja si babang Dannis pasti setia kok. Yakin deh sesibuk apapun dia pasti setia pada nona Flo cantik," cerocos Angel yang tanpa tahu status flo kini.
" Ngel ... Boleh gak gue curhat ama loe?" tanya Flo ketika jam istirahat itu.
" Apaan sih Flo! Tumbenan loe pengen curhat biasanya juga gue Flo," elak sang sahabat.
" Gue serius ngel ... " lirihnya.
" Katakan saja beib," jawabnya sambil memakan camilannya itu.
" Ngel .... Gue udah nikah," ucapnya membuat angel tersedak ketika memakan kripiknya itu.
Uhuuuukkkk. Uhuuuukkk. Uhuuukkk.
" What???? Apaan? Nikahhh?? Mimpi loe siang-siang gini bilang nikah. Dannis saja belum ada tanda-tanda melamar," protesnya. Flo kini menatap angel serius.
" Gue serius ngel ... Gue udah nikah," jawabnya dengan lirih.
" Dannis mau loe kemanain beib. Yang benar saja kalian baru jadian beberapa hari lalu," keluh Angel tak percaya pada flo.
__ADS_1
" Itulah ngel yang membuat gue pusing," jawab Flo bingung memilih kata-kata yang baik untuk Dannis.
" Flo! Sumpah loe demi apa beneran nikah? Terus suami loe tua gitu? Atau om-om kaya gitu flo?" tanyanya dengan sembarangan membuat Flo mendelik.
Plak.
" Sekate-kate loe ngel. Loe pikir gue barang soak yamg di kasih sembarangan sama om-om. Sialan loe!" protes Flo dengan mencebik.
" Yeh ... Maap dong plo ... Gue kan terkejutlah! Pertama nih pakaian loe banyak dari mereka yang bertanya-tanya tapi gue skip. Kedua loe bilang nikah, gila dong gue kalau gak kaget. Secara gue sahabat loe malah gak tahu," cecqrnya panjang lebar membuat Flo malas.
Saat flo sedang bersama angel tiba-tiba saja Atha muncul di antara mereka kebetulan kelas juga sepi.
" Nanti ... Aku tunggu di mobil! Ini nomorku tolong di save," ucap Atha tiba-tiba dan pergi kemudian tanpa banyak kata. Dia pergi setelah mendapatkan anggukan pelan dari Flo.
Angel saat ini terbingung dan terpukau kedua kalinya. Saat dia asik bertukar pikiran dengan sahabatnya dia nyelonong aja kayak gak punya kata-kata permisi. Anehnya Flo pun mengangguk gak marah loh.
" Flo ... Kenapa jadi membagongkan begini? Loe ngapain manggut-manggut hah? Dia Atha loh bukan Dannis???? Ojo aneh-aneh sampean dia daun muda non," ucap Angel. Flo menghela nafas. Setidaknya saat ini biarlah angel yang tahu.
" Ngel .... Dia suami gue," jawabnya membuat kripik angel lolos terjun bebas ke bawah.
" Gue serius Ngel ... " lirihnya sambil menunduk.
Sumpah demi apapun saat Flo memberi kabar itu diq harus bahagia atau tidak. Tapi yang jelas Atha orang baik dia juga pekerja keras sebeleas dua belas dengan Dannis namun pesona Atha lebih kuat daripada Dannis. Angel tak dapat berkata-kata dia diam sampai jam pulang. Flo pun membiarkan sahabatnya itu mungkin dia butuh waktu.
...****************...
Di parkiran mobil...
" Sudah dari tadi?" tanya Flo.
" Lumayan. Kita ke rumahku ya Flo? Setelah pekerjaanku selesai kita ke rumah papi," ucap Atha.
" Selesaikan saja! Tidak perlu buru-buru pulang. Papi gak mungkin panik jika aku bersamamu. Buktinya dia menikahkan kita," jawab Flo membuat Atha tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pum. Mobil mereka pun melewati jalanan ramai dan padat penduduk.
Nampak di kediaman Atha sudah ada Arif di teras rumah. Arif nampak mengernyitkan alis saat Atha membawa seorang perempuan.
__ADS_1
" Sudah lama Rif?" tanya Atha pada sahabatnya itu.
" Lumayan Tha," jawabnya sambil memandang keduanya.
" Sorry ya ... aku masih nungguin istri selesai ngampus," jawaban Atha membuat arif terkejut namun lidahnya keluh tak bersuara.
Mereka pun masuk ke rumah dan tanpa ada suara apapun kecuali suara kaki berjalan. Saat Atif duduk di ruang kerja Atha seperti biasa. Atha membawa Flo ke kamarnya.
" Flo beristirahatlah di kamarku. Jika kamu tidak betah bisa ke kamar Utama atau ke kamar Zea. Kamarku memang apa adanya tak begitu indah," ucap Atha sambil membuka jaket dan kaosnya. Dia harus mandi sebentar. Sedangkan Flo memalingkan wajahnya.
" Tha ... Kenapa membuka baju di depanku?" tanya Flo.
" Buru-Buru Flo," jawabnya kemudian masuk ke kamar mandi.
" Dia begitu sederhana sekali. Kamarnya tak terlalu besar dan mewah namun kesannya sangat ketimuran. Klasik bahkan nampak menarik," Flo merebahkan tubuhnya di ranjang itu dan memejamkan matanya untuk merileks-kan tubuhnya yang sudah lelah.
Beberapa menit kemudian dia merasa sesuatu yang kenyal dan dingin menyentuh bibirnya.
Cup.
" Tidur saja cantik Flo. Yang nyenyak ya sayang. Mas kerja dulu untuk bekal kita ke depan," lirih Atha yang kemudian keluar kamar.
Degh.
Atha? Kenapa dia nyium gue? Kenapa dia mengatakan sayang???? Kenapa lembut sekali. Sedangkan ketika bersamaku sedari tadi agak cuek loh padahal kan sama orangnya. Bedanya mata gue terpejam sama terjaga. Wah, parah sih! Sebenarnya dia itu gimana?? Batinny sudah deg-deg an saat ini.
Likeeee dongggg pleaseeee
Komeninnnnn
Voteeeee ya sayangku
Makasihhhh lohhhh
__ADS_1