
Saat Atha asik menggoda dirinya. Flo masih saja menutup wajahnya yang sedih itu. Dengan sengaja atau tak sengaja Atha mengatakan hal yang membuat Flo mengangkat wajahnya.
" Apakah kamu mencintai Dannis?" tanya Atha dengan serius kali ini. Flo yang menangis jadi sedikit berhenti dan menatap suaminya. Dia menggeleng setelahnya.
" Apakah terlihat seperti itu?" Tanya Flo pada Atha. Atha pun mulai mengangguk.
" Jika kamu menangis terus seperti ini aku pasti akan berpikiran ke arah sana. Bahkan aku merasa sudah menjahati dirimu," Ucap Atha. Flo segera mengusap air matanya.
" Bukan begitu .... " jawabnya. Tanpa menjawab Atha pun menggendong Flo ke ranjangnya. Di kamar mandi sudah sangat dingin karena hawa saat ini memang sedang dingin-dinginnya.
Sesampainya di ranjang Atha menaruh flo di ranjang dan dia pun duduk sambil bersandar di ranjang yang sama.
" Katakanlah! Jika bukan begitu ... " ucap Atha. Pemuda yang sudah berlabel suami Flo ini nampak begitu tenang pembawaannya. Bukan karena dia mencari simpati tapi dia seperti itu orangnya tak mudah di tebak oleh siapapun. ( berlabel guys udah kayak merk baju aja heheh).
" Mas ... Aku menangis bukan karena aku mencintai Dannis tapi aku menyesal sudah menerima dia dalam kehidupanku. Setidaknya dalam perjalananku hingga ke sini aku sudah menyakiti orang lain. Bahkan hal itu adalah hal yang paling aku hindari. Itu salah satu alasan kenapa kau tak kunjung menerima Dannis selama ini. Aku dan papa pernah berdiskusi tentang sebuah hubungan. Papi menjelaskan padaku bahwa aku cukup fokus pada masa depanku saja. Papi tidak suka jika aku berpacaran maka dari itu aku selalu menghindari hal itu. Papi tak menyebutkan alasan melarangku akan hal itu tetapi papi bilang jangan sampai menyesal. Setiap waktu aku mengingatnya dan mencoba menemukan alasannya. Tapi aku tak dapat mencernanya dengan baik. Papi akan bilang jika waktunya sudah tepat. Tapi lihatlah sampai aku menikah denganmu papi masih belum bercerita apapun," jawab Flo panjang kali lebar seperti matematika yang memiliki cita rasa bahasa indonesia. Udah perkalian malah diikuti sebuhlah penjelasan sebagai bahan klarifikasi. Kini, Atha tersenyum pada istrinya.
" Percaya tidak sama mas?" tanya Atha dengan memandang istrinya itu. Flo mengangguk pelan.
" Aku akan membantumu mendapatkan klarifikasi dari papi rangga. Tapi berjanjilah untuk saat ini Fokuslah pada perkuliahanmu. Bagiku saat ini pendidikanmu lebih penting daripada memikirkan hal-hal yang tak perlu di fikirkan untuk saat ini. Untuk perihal Dannis kau bisa menyikapinya. Aku tak pernah membatasimu dengan hal apapun tapi berjanjilah membawa marwah baik seorang istri. Karena aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan mencintaimu hingga akhir hayatku dan akan menjagamu melebihi menjaga diriku sendiri," jawab Atha sungguh membuat hati Flo menghangat dan merasakan hal yang berbeda dalam jiwanya.
Atha bukan tak ingin menyentuh istrinya. Tapi dia ingin Flo lebih fokus pada kuliahnya untuk saat ini. Baginya penyatuan kemarin adalah bukti bahwa dia sudah menjadikan Flo miliknya seutuhnya. Jika di tanya sebuah keinginan pasti ingin tapi saat ini Atha sedang menata kembali masa depannya dari puing-puing yang dia banguj sendiri. Untuk membahagiakan outri dokter rangga itu setidaknya Atha butuh perjuangan kembali.
Jika sebelumnya dia ke kota berniat untuk menjadi mandiri karena Zahra. Tapi kali ini berbeda dia ingin sukses demi melihat senyuman istrinya itu. Tak ada hal lain yang ingin Atha gapai saat ini. Flo adalah target utamanya untuk bahagia.
" Istirahatlah! Dan menyusahkaj angel. Kasihanilah temanmu itu. Dia tak bersalah tentang Dannis. Dia malah memberi tahuku bahwa kemungkinan kalian akan bertemu besok. Aku iyakan angel tadi tapi pemandangan sepasang kekasih di hadapanku membuatku minder. Khawatir istriku mencintai dia," ucap Atha tak kalah panjangnya.
" Maaf ya mas .... Lagi-lagi aku membutmu di posisi kurang enak," jawab Flo.
" Tentu mas maafkan," ucapnya sambil mengecup puncak kepala istrinya itu.
__ADS_1
" Tidurlah!" perintah atha.
Tak perlu menunggu beberapa menit dengkuran halus sudah terdengar dari istrinya itu. Atha menyelimuti Fli dan dia segera berhambur ke kamar mandi rasanya sangat tidak enak sekali. 30 menit lamanya Atha berendam di kamar mandi. Dia mendapatkan telpon dari Arif.
◇ Tha kamu dimana?
◇ Di rumahlah. Ada apa?
◇ Ini Daniah gimana?
◇ Loh, kok aku? Memangnya dia dimana Rif?
◇ Dia ke base camp kita saat aku hendak pulang. Ini gimana ini ceritanya dia terus merajuk kacau. Dia bilang menginginkanmu.
◇ Apa dia mabok Rif?
◇ Entahlah. Kayaknya sih enggak Tha.
◇ Okeee
Atha segera bergegas menggunakan kaos dan celana. Dan dia juga menghubungi keluarga om rahman. Dia tak ingin arif sahabatnya Dalam masalah karena Daniah.
♧ Assalamualaikum om
♧ Waalaikumslaam Tha ada apa?
♧ Om bisa ikut Atha ke base camp? Penting
♧ Baiklah ... Ini om baru dari rumah sakit akan mampir ke sana!
__ADS_1
♧ Okeee om
Atha pun bergegas berangkat tak lupa dia memberikan memo penting di atas nakas untuk istrinya yang sudah tertidur pulas. Atha kemudian mencium keningnya dengan penuh cinta kasih.
" Mas pergi sebentar sayang," lirihnya.
Dalam perjalanan Atha melihat ke arah arlojinya dan menyesali perbuatan Daniah yang masih saja kekanakan. Tidak bisakah putri paman Rahman itu seperti ayahnya yang begitu bijaksana menyikapi semua tindakan. Paman rahman begitu berharap banyak pada Daniah tapi lihatlah bahkan di usianya yang sudah sedewasa ini masih saja membuat ayahnya begitu resah. Tapi Atha bukanlah orang yang mengumbar kepanikan. Jika dia mampu meredam maka dia akan redamkan.
Sesampainya di Base Camp. Atha melongo melihat dan yang sedang memeluk arif dengan menangis tidak jelas. Arif mengatakan dengan bahasa tubuh bantuin gue.
" Daniah! Apa yang kau lakukan bersama Arif!" teriak Atha. Hal ini snagatlah tidak sopan bagaimana Daniah bisa melakukannya. Daniah menatap ke arah datangnya Atha. Dia berlari ke arah Atha namun Atha menghentikannya.
" Sudah ku katakan jangan sembarangan menyentuh pria mana pun termasuk aku. Jaganlah dirimu dengan baik Daniah. Tidak bisakah kamu mencintai dirimu sendiri hah? Kasihanilah dia yang selama ini kau repotkan dengan segala tingkahmu," Atha marah pada Daniah sedangkan Arif nampak lega lepas dari Daniah.
Bahaya Daniah ini. Gue bisa gila kalau terus di pepet Daniah. Ngambeknya gini amat ngeri gue. Gue normal Daniah kalau loe gini gue bisa khilap lama-lama. Bayangin aja nih base camp sepi banget. Untung Atha segera datang. Lirihnya dengan mengelus dada.
" Tha ... Please aku cinta sama kamu," rengek Daniah. Atha menatap Daniah dengan perasaan marah.
" Jika kau mencintaiku maka kamu tidak akan merusak harga dirimu sendiri seperti ini Daniah. Kita sudah lama bersama harusnya kamu lebih baik saat aku sudah sering kali mengingatkanmu," keluh Atha membuat arif menganga saat Atha mengatakan hal itu.
" Aku rasanya kesal saat kamu tak kunjung menerimaku Tha! Tapi lihatlah kamu malah menikah membuat harga diriku tak ada gunanya selama ini," protes Daniah. Atha menghirup udara sebanyai-banyaknya menghadapi Daniah.
Sabar Tha. Dia benar-benar butuh asupan kebaikan yang banyak. Daniah entahlah kenapa bisa sekeras ini?? Aku bingung menghadapimu. Batin Atha dengan menggelengkan kepala.
.
Likeeeeee dong yaaaa
Up pagi mumpung libut gak pikettttt.
__ADS_1
Maacuw sayangkuuuuu.