Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Wish you were here


__ADS_3


Atha yang mendengar ucapan papa mertuanya itu merasa blank. Tak bisa berkata dia hanya memandangi istrinya yang masih terpejam. Sedangkan mami tersenyum dan menepuk pundak Atha.


" Semoga bahagia nak ... " lirih beliau. Atha jadi tersadar dan menitikkan air mata seusai kedua mertuanya itu keluar dari kamar Flo.


Benarkah??? Aku akan menjadi seorang ayah? Ya Allah ... Allahu akbar! Terima kasih atas kepercayaan yang engkau berikan pada kami. Batinnya sambil membelai Flo.


Setelah beberapa menit lamanya. Flo mulai mengerjapkan matanya. Pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah di saat Atha mengecup punggung tangannya dengan sedikit wajah yang basah. Flo pun mencoba menarik tangannya.


" Mas ... Jangan seperti ini! Jangan membuatku merasa bersalah dengan menikahimu," sedihnya sambil mencoba duduk di ranjang. Kepala Flo masih sedikit puyeng.


" Euugghhh .... " keluhnya. Atha segera membantu istrinya.


" Apa seperti ini caramu menyakiti diri sendiri??? Aku bahkan tidak pernah mengatakan menolakmu?" ucap Atha. Flo hanya menunduk malu. Dia merasa kecil saat ini.


" Aku tidak pantas untukmu mas," jawabnya lirih.


" Menjadi ibu dari anak-anakku juga tidak pantas? Katakanlah dengan jujur!" seru Atha dengan tegas. Flo menggelengkan kepala.


" Jika begitu maka gugurkanlah anakku yang sudah lancang berada di rahimmu! Bahkan kita tidak berzina sama sekali Flo tapi kamu mengatakan tak pantas dan insecure! Kamu anggap apa aku selama ini," kesal Atha kala Flo masih saja terpuruk akan pikirannya sendiri.


Menggugurkan??? Menggugurkan anak siapa maksudnya??? Apa aku hamil? Suamiku ini pasti bercanda dengan cara itu dia menghiburku. Batinnya.


" Kenapa diam??? Tak bisa menjawabku," ucap Atha agak galak. Flo kini menatap suaminya.


" Siapa yang hamil mas?" tanya Flo memberanikan diri. Atha kini sedikit tersenyum namun tak terlihat.


" Siapa lagi??? Tidak mungkin kan? Jika aku yang hamil ... Kamu ini membuatku takut saja. Kenapa harus laki-laki yang hamil," goda Atha membuat flo menangis kembali dan memeluknya dengan erat.


" Tidak akan mas ... Tidak akan ku biarkan anak ini lahir tanpa ayahnya. Tidak mungkin pula aku bisa menggantikanmu dengan orang lain. Aku bahkan sangat nyaman bersamamu," tangis flo tergugu. Atha tersenyum dan menepuk-nepuk punggung istrinya.


" Kamu ini membuatku nelangsa saja," jawab Atha membuat flo melepaskan pelukannya.


" Kok nelangsa?" tanya Flo.

__ADS_1


" Secara ... Kamu hanya mengatakan nyaman tanpa membalas rasa cintaku rasanya kok ya melas sekali tak di cint ... " ucapannya terpotong saat flo menaruh jarinya di bibir Atha.


" I love you sayang ... " ucap Flo sambil kembali memeluk suaminya. Atha jadi tersenyum sumringah saat ini.


" Love you too ... " jawab Atha.


" Maafkan aku yang jauh dari kata sempurna mas. Maaf ... Jika karena papi-ku membuatmu di pisahkan dengan dia. Sungguh aku tidak tahu apapun," ucapnya sambil menggunakan nada penyesalan. Atha jadi menatap istrinya secara intens.


" Jodoh itu rahasia Allah Flo. Bisa jadi kamu memang yang terbaik untukku. Jodoh itu datang bukan karena keinginan kita tapi Allah tahu jodoh mana yang kita butuhkan. Aku tidak menyesal menikahimu bahkan aku bahagia saat mendapati dirimu tersenyum karena ulahku," jawabnya dengan senyum sumringah. Flo jadi menitikkan air matanya.


" Apapun itu aku terima kasih mas. Karena keberadaan aku merasa diriku ini sangat berarti," jawabnya tak bisa mengatakan banyak hal lagi.


" Hanya terima kasih? Tak dapat hadiah?" tanya Atha mulai curi- curi cium. Flo nampak sangat malu.


Malam ini Atha mulai terbawa suasana. Keindahan kamar flo dengan adanya lampu tamaram sesuai warna yang flo miliki itu.


" Mas ...," flo terlihat takut dan parno.


Flo biarkan Atha memberikan interupsi kepada dirinya. Atha hanya memgangguk paham yang di maksud istrinya. Dia kemudian berbisik membuat salah tingkah atas perlakuan Atha.


" Aku akan lebih hati-hati. Aku tahu jika di dalam ada bayi kita. Aku hanya ingin mengunjunginya karena sudah membuatku bahagia dan membuat hubungan kedua orang tuanya kian baik. Love you sayang ....," ucapnya membuat Flo jadi nervous. Jantungnya seperti berdisko ria saat ini. Benar - benar merusak kesehatan jantung.


" Ada apa kok? Berdebar ... " tanya Atha. Flo mencebik.


" Mas yang membuat jantungku tidak sehat," jawabnya ambigu.


" Kok mas??? Mana bisa seperti itu," protes Atha.


" Meleleh hati adek bang .... " manja Flo dengan membentuk jemarinya dengan bentuk love. Atha jadi menggelengkan kepala sambil garuk-garuk kepala karena sudah di rayu oleh sang istri.


" Oke ya ... Kita rubah panggil abang adek ya aayang. Aku suka," cengir Atha. Flo mengangguk menggunakan mata puppies.


Mereka kembali menikmati indahnya malam bersama tanpa ada rasa tidak nyaman yang sempat menghantui. Atha merasa tenang saat flo kembali tersenyum. Baginya tidak masalah Flo bagaimana. Asal dia sudah bisa menjaga diri. Cukup baik baginya untuk menerima gadis itu.


Jika mungkin kabar sebuah Keturunan itu penting di kalangan kami. Bibit bebet bobot itu sangat berarti. Tapi bukan berarti Flo tidak baik. Jika itu kesalahan orang tuanya kenapa harus anaknya yang di perlakukan sebelah mata. Menjaga diri dengan baik dari laki-laki bukan mahram sudah dia lakukan. Tapi karena pacaran bersama Dannis mungkin dia mengalami perubahan hingga sang papi langsung mengambil sebuau tindakan agar putrinya tidak terlalu jauh. Tidak ada manusia yang sempurna Flo sekalipun itu aku. Semuanya sama di hadapan Allah. Lirih Atha sambil membelai rambut Flo.

__ADS_1


Flo yang sudah di buat lelah kini tertidur dalam pelukan Atha. Dia pun baru ingat jika belum mengabari Abi dan Umminya. Atha pun segera merogoh ponselnya.


" Assalamualaikum Ummi," sapa Atha di sepertiga malam. Karena dia juga baru terbangun dari tidurnya yang sebentar.


" Waalaikumslaam nak. Zafin apa kabar? Tumben telpon ummi di sepertiga malam?" tanya sang ummi.


" Ummi ... Alhamdulillah," jawabnya menggantung.


" Alhamdulillah apa? Yang jelas dong fin," jawab Ummi dengan kata kekinian.


" Sebentar lagi Zafin akan jadi seorang Ayah ummi," ucapnya membuat sang ummi bertakbir, bertahmid.


" Alllahu akbar, Alhamdulillah ... La haula wala quwwata illa billah. Subhanallah nak ... Ummi bahagia mendengarnya. Bagaimana dengan Flo dia sehat?" tanya Ummi antusias saat berada di ruang tamu sambil berdzikir. Sehingga suaranya di dengar orang rumah.


" Alhamdulillah sehat Ummi. Meskipun beberapa saat yang lalu Flo ingin meninggalkan Atha karena masa lalunya Ummi," ucap Atha.


" Ummi paham nak. Apakah Zafin sekarang tahu mengapa kamulah yang Abi siapkan untuk dia? Karena kebaikan inilah nak. Kamu akan lebih menyayangi dia menggantikan kami para orang tuanya. Jika Zafin marah pada Abi, beliau bilang siap nak," ucap Ummi.


" Tidak Ummi ... Jodoh rahasia Allah. Flo juga tidak sepenuhnya salah zafin juga tak sepenuhnya sempurna," ucapnya membuay sang ummi merasa bangga dan lega menitipkan Flo pada anak keduanya itu.


" Alhamdulillah ... Semoga kamu selalu di limpahi kebahagiaan nak, barokallah. Insyaallah ummi dan keluarga akan berkunjung," jawab Ummi.


" Iya ummi ... Salam untuk Abi," ucap Atha.


" Iya nak ... " jawabnya.


Allahu akbar.


" Abi ... Adzkan dan yang lainnya. Alhamdulillah menantu kita istri dari Zafindra Saat ini sedang hamil anak pertama mereka," ucap wardah menyampaikan informasi itu di ruang keluarga. Senyum mengembang di wajah semua orang. Tapi lagi-lagi tidak dengan zahra. Dia nampak tersenyum namun di dalam tidak.


Secepat inikah kamu ingin menunjukkan padaku fin bahwa kamu ingin melupakanku??? Sedangkan aku sjaa masih di tempat yang sama. Batinnya.


Di kamar flo ...


" Wish you Were here ... Terima kasih nak telah datang untuk memperkuat cinta kami," ucap Atha

__ADS_1


Hallo sayang. Sorry ya hiatus sehari!!!!!! Kemarin buat modul ajar sayangkuuuu. Love you all.


Jangan lupa likeeeeee.


__ADS_2