Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Hujan


__ADS_3

Flo nampak menikmati pemandangan sawah yang di sajikan. Atha juga menikmati makanannya. Saat Flo sudah menyelesaikan makannya dan Atha pun sudah mencuci tangannya dengan bersih. Tiba-tiba Flo memegang bibir Atha dengan jemarinya.


" Belepotan mas," ucapnya sambil mengusap. Atha tersenyum sambil mengangguk.


" Sayang ... Maaf ya! Semalam aku tidak sengaja menghidupkan ponselmu dan aku tak sengaja melihat banyak panggilan dari Dannis. Kalian bertengkar?" tanya Atha tidak enak pada Flo. Gadis itu tersenyum menatap Atha.


" Aku memutuskan Dannis mas," tanpa basa basi Flo langsung mengatakan alasan Dannis pasti karenal hal itu.


" Flo ... Kenapa sekarang? Aku tidak meminta secepat itu untuk mengakhirnya," jawab Atha dengan perasaan tidak nyaman pada Flo. Mungkin karena hal inilah Flo sakit.


" Apa bedanya mas Flo putuskan Dannis sekarang atau besok-besok, intinya kami tidak mungkin bersatu mas. Aku tidak ingin menyakitinya terlalu dalam," jawab Flo mulai menunduk. Atha memegang tangan Flo.


" Flo ... Apkah karena itu? " lirih Atha mengangkat dagunya. Mata Flo sudah nampak berair.


" Dia cantik mas ... Pandangannya pun lebih tegas. Dia bahkan sangat sopan sekali tidak sepertiku yang biasa saja jika bersejajarnya dengannya. Pantas jika kamu mencintainya," ucap Flo jujur.


" Loh ... Kok itu Flo," jawab Atha bingung.


" Ya ... Gimana mas? Pandangan Zahra ke mas Atha beda. Dia terlihat menyukaimu loh mas. Sedangkan aku yang istrimu selalu menjaga jarak bahkan memikirkan perasaan Laki-laki lain. Bagaimana kita akan memulai jika aku saja masih memiliki hubungan dengan orang lain. Sedangkan hati suamiku juga terikat pada kakak iparnya," air mata itu kembali menetes. Atha jadi di buat bingung oleh Flo. Ini namanya apa??? Kenapa Flo memperlihatkan bahwa dia tak suka jika melihat zahra.


" Eh ... udah dong jangan nangis Flo! Kan baru sembuh. Mas janji deh gak deket-deket sama kakak ipar. Suer deh perasaannya buat Flo aja!" goda Atha pada istrinya. Flo-nya malah makin kocak.

__ADS_1


" Siapa juga yang nangis??? Ge-er ... Nih, Flo lagi kena debu! Nyebelin masuk mata gak bilang-bilang sakit tahu mata Flo," cebiknya membuat aTha terkekeh. Dan meraup wajah Flo untuk lebih dekat.


Mereka mendekatkan dahinya dan menempelkannya. Flo dan Atha saling terdiam beberapa saat. Mereka mengatur nafas dan kata yang ingin di keluarkan.


" Flo ... Marilah kita jalani semuanya dari awal,"


" Yakin??? Bisa mengimbangi Flo yang seperti anak kecil kalau udah mgambek," tanya Flo sambil memejamkan mata.


" Harus bisalah ... Udah di kasih istri cantik, baik masa' di anggurin kan rugi Flo," jawabnya sambil memejamkan mata pula.


" Gitu ya ? Yakin Flo cantik?" tanya Flo.


" Ya ... Lah. Mataku udah jeli lihat kamu kala itu di balkon," jawabnya membuat Flo membuka kedua bola matanya.


" Ada deh. Mau ya nerima cinta pemuda desa ini?" tanya Atha.


" Maulah mas! Bentar lebih pasnya Cinta Klasik Pemuda Desa mas," cengir Flo membuat Atha menaikkan alisnya.


" Kok bisa sih?" tanya Atha menatap wajah ayu Flo.


" Pernah denger gak mas Romeo and Juliet atau mungkin laila majnun???" tanya Flo mulai menggunakan keahliannya dalam bidang sastra.

__ADS_1


" Pernah ... " jawab Atha masih memperhatikan dengan seksama.


" Nah, kisah kita mungkin bisa di kategorikan seperti kisah mereka. Hanya saja jalan ceritanya beda mas. Karena Paradigma Cinta Klasik itu yakni murni menggunakan perasaan dan mengesampingkan logika. Tapi bukan berarti bodoh intelektual loh," jawab Flo dengan detail.


" Wait! Mulai gak paham ini mas. Lalu? Kita ... "


" Jujur ya mas! Flo beneran gak suka nih logikanya sama mas Atha tapi entah perasaan darimana Flo itu nyaman sekali saat bersama mas. Sama halnya dengan mas Atha yang logikanya menyukai gadis lain karena beberapa aspek. Tapi lihatlah perasaan itu yang akhirnya membuat mas tak mampu menolak Flo padahal katanya gak cinta. Cieeeee .....," ketika Atha sudah serius malah Flo menggodanya.


" Floooo !!!!" serunya saat melihat Flo lari di galeng. ( Galeng \= jalanan sempit di sawah)


Saat mereka kejar-kejaran di galeng tiba -tiba saja hujan turun. Membuat Atha segera menarik Flo ke pohon rindang di dekat sana. Baju Flo yang sudah sedikit basah membuat Atha memeluknya.



Atha mulai merapikan hijab istrinya itu. Dia menatap wajah ayu Flo. Iya Atha menyukai mata itu. Mata yang di miliki Flo semenjak kecil. Atha mulai mencium kening istrinya namun detik berikutnya Flo menghentikan dengan telapak tangannya sambil menggeleng.


" Jangan di tempat terbuka mas," lirih Flo. Atha mengangguk dan kembali melihat langit yang masih saja meneteskan air ke bumi


Allahumma Soyyiban Nafi'an ( Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat)


Udahan dulu ya!!!!!

__ADS_1


Jangan lupa likeeeeeeeee.


Gift and vote. Thank you.


__ADS_2