
Mereka menuju Cafe dimana acara ulang tahun Flo berada. Atha sesekali menatap Flo yang masih terkejut dan tidak percaya. Flo kini menatap suaminya dengan banyak pertanyaan.
" Mas ... Jangan bercanda! Kamu akan menghabiskan uang hanya untuk ulang tahunku. Jangan menghamburkan uang," ucapnya dengan nada galau malau. Hihihi.
" Flo ... Tak ada usaha yang sia-sia di dunia. Jika uang masih bisa di cari. Tapi senyuman di wajahmu itu harganya mahal jadi, berhentilah tidak enak padaku," jawab Atha sambil mengecup punggung tangan istrinya.
" Mas ... Jangan! Aku tidak enak pada mbak Zahra itu. Aku khawatir dia berprasangka buruk karena kemesraan kita," ucap Flo agak sedih. Namun Atha tersenyum.
" Belajarlah bahagia demi dirimu sendiri Flo. Jangan merasa tidak enak pada siapapun. Cintailah dirimu sebelum kamu mencintai orang lain. Semua yang ku lakukan sudah sesuai porsinya. Kamu pantas mendapatkan ini semua. Karena kamu adalah istriku orang yang rela menikah dengan laki-laki sepertiku," jawab Atha menerawang dirinya yang tak pantas.
" Seperti apa??? Kau sudah cukuo dewasa untuk aku mas. Jangan mendengarkan kata yang memojokkanmu. Flo bangga bisa nikah sama kamu loh mas. Meski awalnya ..... He ... Sorry ya mas flo katain anak kecil," Cengir Flooo. Atha tersenyum sambil menggeleng.
" Jadilah dirimu sendiri Flo. Thank sudah hadir dalam hidupku sejak hari itu," ucap Atha. Flo jadi tertawa.
" Ciyeeee ... Yang lagi bucin Tuh," jawab Flo sambil mengedipkan mata.
" Nakal ya sekarang! Udah pandai main kedip-kedip," Ucap Atha sambil mengelus pipi perempuan yang mendampinginya saat ini.
" Apapun itu ... Makasih Flo sudah menghargaiku sebagai suamimu. Mari kita jalani semuanya dengan ikhlas. Eiiitsss ... Jangan lupa hamil anakku! Awas kamu ya .... Hahahahha," Tawa Atha membuat Flo membeo melihat sisi lain Atha yang bisa canda juga.
" Mas Atha .... Ya mau-lahhhh. Ngagetin aja sihhhh! Kiraian apa? Ternyata malah guyonan ngeselin deh," jawab Flo sambil pura-pura mencebik.
" Nah, jangan ngambek dong gak jadi nanti deng ulang tahunnya. Balik ya kita ke rumah!" goda Atha pada istrinya.
" Ikhlaslah sayang .... Malah double banget ini!!!" serunya dengan lantang di dalam mobil itu.
Tawa Atha seketika jadi Renyah.
Di mobil Arif ...
" Pak ? Kok tahu rencana Atha?!" tanya Zea pada dosennya itu.
__ADS_1
" Atha kan teman saya jadi dia sering meminta tolong untuk hal sekecil apapun," jawabnya dengan flat tanpa gelombang sama sekali.
" Termasuk di minta tolong nikahin Zea mau???" Tanya zea yang mulai memberikan rayuan maut. Karena di atas panggung tadi pagi blank. Akhirnya rayuannya dia pake saat ini.
" Zea ... Biarkan teman Atha menyetir dengan baik. Jangan membuatnya tidak Fokus!" seru adzkan. Zea nyengir kuda namun Dhana Arif Lukmana itu hanya menyunggingkan senyuman manisnya namun hanya terlihat di kaca spion.
Sesampainya rombongan Atha di Cafe milik Atha yang di kelolah oleh sahabat-sahabatnya itu. Cafe ini maju karena Atha tak pernah mencampur adukkan keuangan bisnisnya. Uang yang yang di kirim Abi itu khusus kuliah, Sedang bisnis itu adalah uang milik pribadinya.
Saat mereka telah sampai di sana ...
Manik mata Flo tak dapat berkedip saat ini. Atha tersenyum pada keluarganya ada Umi, Abi, Papi,Mami dan keluarga yang lainnya. Cafe suaminya ini begitu mewah. Ada sajian kolam renang hamparan rumput. Namun cafe ini sejajar dengan rumah mewah bernuansa monokrom.
" Selamat datang menantu Umi dan Abi," Sapa Ummi Wardah pada Flo. Gadis itu saking takjubnya sehingga tak dapat berkata. Atha menyenggolnya dengan pelan.
" Sayang ... Di panggil ummi," bisik suaminya. Seketika Flo mengerjapkan matanya.
" Oh ... Maaf Ummi. Speechless ... " jawabnya sok inggris. Mertuanya itu jadi tersenyum saat Flo berkata demikian.
" Tidak bisa berkata Ummi ... Terlalu istimewa kali ini," jawabnya lagi sambil menimpali ucapan yang tadi.
Se-sayang itukah kamu dengan istrimu itu Tha??? Bahkan kalian baru saja bertemu. Secepat itukah rasa itu hilang. Aku tidak berharap bersamamu tapi rasanya aneh saat kamu tak menulik ke arahku sama sekali. Seperti ada yang tergores. Semarah itukah dirimu sampai tak memberiku sapaan yang berarti. Batin Zahra nyengir sakit dalam dada.
Mereka semua di dalam memberikan selamat dan banyak hadiah untuk Flo. Namun Flo yang bahagia jadi di buat menangis kembali dengan perlakuan mereka semua.
" Terima kasih atas semua kasih sayang kalian! Papi terima kasih telah menikahkanku dengannya!" seru Flo sambil tersenyum dan menangis jadi satu dan menatap ke arah suaminya. " Dia begitu menyayangiku ... Dia begitu menghormatiku ... Bahkan aku tak di biarkan kekurangan apapun pi," tangis Flo kian menjadi. Mereka semua jadi menonton adegan live yang haru.
" Anak gadismu bohong pi. Di rumah dia malah Atha jadikan pembantu," jawab Atha terkekeh. " Terima kasih Abi dan Papi sudah merencanakan pernikahan indah untuk kami. Mungkin dulu Atha berpikir kalian berdua suka bermain-main dengan takdir. Tapi lihatlah ternyata usaha Abi dan Papi sukses membuat kami sedekat ini dan saling menerima. Terima kasih sekali," jawab Atha dengan nada yang sangat legowo telah menyampaikan itu. Flo yang mendengar jadi membaur pada suaminya dan memeluknya tanpa sungkan. Atha pun menerima pelukan sayang dari istrinya itu.
" Hai pengusaha sukses! Kau bilang kamu hanya anak ingusan yang kuliah dengan menggunakan sepeda motor matic. Tapi jelaskan pada mertuamu ini kenapa kamu bisa memiliki aset dalam waktu singkat!??? Kau benar-benar akan membuat putriku itu melupakanku saja. Ck. " jawab mertuanya dengan tersenyum bahagia sekali. Atha hanya menggelengkan kepala.
" Atha bukan siapa-siapa Pi jika bukan karena doa Ummi. Ummi adalah panutan Atha untuk ikhlas dalam segala hal," jawabnya sambil tersenyum.
" Baiklah ! Silahkan di nikmati," lanjut Atha.
__ADS_1
Abi memegang tangan Atha ...
" Nak ... Katakanlah sekarang!" Pinta Abi pada Atha. Semua orang di sana mengiyakan. Atha pun tak bisa menolaknya.
" Sayangku Flo ... Maafkan jika saat akad mas hanya memberimu mahar yang sedikit karena mendadak. Maka kali ini ijinkan aku memberikan hadiah padamu atas hasil jerih payahku selama di kota," ujarnya sambil berjongkong dan menyerahkan sebuah kunci. " Rumah itu adalah rumah kita ke depannya!" Tunjuk Atha ke arah rumah mewah bernuansa monokrom itu.
Seketika Flo mematung tak percaya. Rumah itu?? Miliknya. Bercanda kali ini Atha.
" Jangan bercanda mas! Kita masih punya rumah bagus di area perumahan itu," jawab Flo.
" Rumah itu ku hadiahkan pada kak Adzkan sebagai kado pernikahan mereka," jawab Atha dengan entengnya.
" Tha!" seru adzkan tak percaya. Atha tersenyum.
" Kak ... Aku sampai pada titik ini karena istrimu dan rumah itu aku siapkan jika dia menjadi menantu rumah kita dan aku menyiapkan rumah ini untuk perempuan yang menjadi istriku. Jadi, Atha mohon jangan menolaknya. Aku percayakan rumahku padamu," Ucap Atha membuat adzkan menghambur memeluk adiknya.
Maafkan aku Tha. Jika aku tahu cinta itu snagat besar aku pasti menolak perjodohan kita. Aku bahkan sudah melukai hatimu. Maaf. Bisiknya.
No ... Kak. Rumah ini aku ikhlas. Bahagialah bersamanya. Kita akan sama-sama bahagia. Bisiknya.
Izdi melihat keakuran putranya sangatlah bahagia. Rasanya dia menemukan surga di antara putranya itu.
" Silahkan hidangannya di nikmati! Malam ini kita bermalam di rumah sini semua. Kami permisi!!" pamit Atha pada mereka semua dan mengajak sang istri ke lantai 2 cafe.
" Kau jahat mas! Kenapa terlalu bucin?? Sedangkan aku tidak bisa memberimu apa-apa," tangis Flo yang sudah tak terbendung lagi.
" Beri aku seorang anak Flo sebagai tanda cinta kita," jawabnya dengan membuat Flo mengangguk dan memeluk Atha sekali lagi.
" Tentu aku akan memberimu banyak kebahagiaan dengan hadirnya seorang anak. Love you Tha," bisik Flo sambil memeluk.
" Love you more sayang," jawab Atha.
__ADS_1
Wes ya guys. Author ngantukkkk wkwkwk. Lesu ngerasakne Atha. Lakok sugih banget hahahah. Aku aja yang udah nikah 8 tahun lebih hora dapat hadiah rumah loh guys hahahahahahah.
Jangan lupa likeee ya makkkk. Makasih lohhh i lope you pull just for you!!!!