
" Kita ke rumah Fin ... Anggap saja aku mengundangmu makan malam untuk kerjasama kita," ucap paman Rangga yang diikuti anggukan Zafin.
Seusai mengobrolkan pengerjaan IPAL rumah sakit. Mereka berdua beranjak ke rumah megah kediaman Rangga. Zafin sedikit tercubit datang ke sana pasalnya dia hanya mengenakan motornya. Dia sudah di tawari untuk naik bersama paman Rangga. Namun tanpa mengurangi rasa hormat dia lebih memilih untuk menaiki kendaraannya sendiri karena hal itu lebih nyaman baginya.
Sesampainya di sana ...
" Sudah menunggu kami?!" tanya Rangga pada istrinya dan kedua kembar. Senyuman yang ia rindukan dari sang istri melebar kala Rangga dan seseorang yang baru saja memarkir sepeda motornya itu ikut berjalan mendekat.
" Tentu mas. Kita masuk!" ajak sang istri. Namun saat beriringan rangga menanyakan perihal Flo apakah ada di rumah.
" Apakah dia di rumah sayang?" tanya Rangga pada istrinya.
" Flo ijin pulang telat mas. Sedang keluar dengan Dannis," jawaban Istrinya itu tak membuatnya bahagia sama sekali. Karena bukan jawaban inilah yang dia inginkan.
" Seharusnya dia tak memberi kesempatan pada Dannis. Ini malah membuatnya sering pulang terlambat," keluh rangga pada sang istri.
" Mas ... Jangan seperti itu. Mereka sedang mencoba saling mengenal," jawab nasya menenangkan hati suaminya. Karena ada Zafin yang harus di jamu dengan baik.
Sesampainya di ruang makan ...
__ADS_1
" Nak ... Mari kita makan malam dulu!" ajak tante nasya padanya. Namun zafin tak menjawab namun terlihat ada yang di pikirkan.
" Mencari Flo?" tebak Rangga pada putra izdi. Zafin memgangguk karena seharusnya dia sudah ada di meja makan juga.
" Dia pergi dengan kekasihnya," jawab Rangga sambil menahan kesal. Zafin pun tersenyum mendengarnya.
" Baiklah kita mulai saja makan malamnya tante," jawabnya dengan yakin saat ini karena tak melewatkan siapapun.
Acara makan malam adalah perihal lain yang sesungguhnya yang diinginkan seorang rangga mendekatkan putrinya dengan laki-laki baik versi sang ayah. Namun putrinya itu mengecewakan karena sering berada di luar rumah semenjak bersama Dannis. Ramah tamah antara dirinya pun berlangsung lama sekitar jam 8.15 menit Zafin harus kembali ke base camp karena tak mungkin baginya terlalu lama di rumah ini.
" paman, tante ... Sudah malam Zafin harus pulang salam untuk si kembar yang sedang belajar," pamit Zafin pada mereka. Rangga pun tak mungkin menahannya lebih lama lagi. Yang keterlaluan adalah flo yang tak mengenal waktu.
" Baiklah Fin ... Seringlah berkunjung kemari di akhir pekan kami akan sangat bahagia," ucap paman Rangga yang mendapat respon sebuah anggukan dan sebuah senyuman menawan zafin.
Mereka mengantar zafin keluar. Saat Zafin menutup pintu gerbang dia melihat Flo sedang turun dari mobil kekasihnya. Tentu saja itu mas Dannis. Mereka nampak cipika cipiki membuat Zafin ingin segera melenyapkan diri dari sana. Namum motornya terhalang oleh mobil Dannis. Dannis yang menyadari keberadaan Atha menjadi bertanya-tanya.
" Kok kamu di sini Ath?" tanya Dannis penuh curiga. Zafin enggan menjawab malah flo nampak berinisiatif menjawab siapa Zafin.
" Dia adalah ... " belum selesai dia menjawab pertanyaan kekasihnya itu. Zafin malah menjawabnya dengan lantang.
__ADS_1
" Kebetulan Pak Rangga sedang bekerjasama dalam proyek dengan kami," jawabnya. " Permisi minggirlah sebentar saya harus segera pergi ini sudah malam," lanjutnya lagi kemudian segera melesat dari sana. Flo di buat heran dengan sikap Zafin hari ini. Harusnya dia mengatakan bahwa dia adalah putra sahabat ayahnya.
" Apakah kamu mengenalnya sayang?" tanya Dannis sambil memegang tangan Flo.
" Entahlah, " jawab Flo ambigu.
" Baiklah ... Aku pergi. Kamu masuklah!" perintah Dannis.
" Oke ... Thank you Dannis," jawabnya.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada dua mata elang yang menatap nyalang ke arah tiga pemuda pemudi di gerbang. Tatapan tak suka auranya sudah sampai menusuk tulang.
Flo kemudian masuk dan langkahnua di hentikan ketika lampu ruang tamu hidup secara tiba-tiba.
" Apakah pacar seperti itu yang kamu katakan baik!! Cipika cipiki di hadapan orang lain!" bentak sang papa. Flo menoleh dan menghela nafas.
" Papa ... Bukan seperti itu," jawabnya terbata.
" Papa tidak menemukan Flo putri papa lagi!!!" serunya meninggalkan putrinya sendiri di ruang tamu. Flo nampak tercengang.
__ADS_1
Papa kenapa???? Batin flo.
Wahhh baru bisa up pas siang. Jangan lupa likeee ya.