Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
RED VELVET CHURROS


__ADS_3


Jika Red Velvet Churros adalah jenis makanan atau kue yang di sajikan secara berbeda namun memiliki rasa yang unik ketika masuk ke dalam mulut. Berbeda dengan Zahra yang merasakan sensasi Red Velvet Churros Versi majas. Jika kue maka ketika di makan akan sangatlah lezat. Ini masalahnya sudah hati.


Manik mata Zahra menatap tidak suka saat adzkan membantu saudaranya yang bernama mayumi itu. Zahra tahu siapa mayumi yang bukan berasal dari rahim keturunan putra kyai pesantren. Gadis bernama mayumi yang tak lain sepupu suaminya itu nampak mendapatkan perhatian dari suaminya itu. Meskipun kulit mereka tak bersentuhan tetap saja dia berkesempatan di perhatikan oleh suaminya.


" Angkat perlahan kakimu!" seru adzkan sambil memegang lengan Mayumi. Adzkan yang bersikap dingin pada Mayumi seakan sudah mencair.


" Apa yang kamu lakukan mas? Kenapa memegang dia!" tatapan tak suka terpancar dari wajah Zahra. Adzkan pun menatap istrinya.


" Aku sedang membantunya naik ke teras yang sedikit tinggi," jawabnya kemudian sambil melepaskan lengan mayumi karena telah sampai. Tanpa menunggu jawaban adzkan Istrinya itu langsung menarik adzkan ke dalam. Atha tersenyum pada Mayumi dan Zakiyah.


" Biasa ... Cemburu. Sudah sana masuklah!" seru Atha pada mereka berdua. Mereka berdua pun mengangguk dan berlalu. Atha menghela nafas dan segera mencari istrinya. Ternyata Nyonya Atha sedang membuat sesuatu. Ternyata ...


" Hai dek ... Lagi buat apa sih??" tanya Atha manja sambil memeluk dari belakang. Flo jadi kikuk karena sebenarnya Ummi ada di dekat sana.


" Bang ... Malu ada Ummi," lirihnya.


" Gak ada dek. Gapapa lah kan masih pagi gak ada orang," jawabnya. Namun suara deheman membuat Atha melepaskan pelukannya.


Ehm. Ehm. Ehm.


" Yang lagi mesra bikim Ummi cemburu aja sih ya!" goda Ummi pada putranya.


" Eh, Ummi ... Atha gak lihat!" serunya sambil garuk-garuk kepala.


Kan udah di bilangin bang ada ummi di dekat sini. Bisik Flo sambil kemudian tersenyum pada mertuanya.


Ya gimana lawong udah terlanjur juga dek. Jawabnya nge-les.


" Eh, putra Ummi ... Tuh istrimu bikin red Velvet rasanya mantap Tha! Jangan-jangan karena masakannya nikmat kamu jadi bucin gitu. Ya gak tha?" tanya ummi antusias. Atha jadi di buat bingung tapi dia jawab sesuai isi hatinya saja.

__ADS_1


" Ummi ... Cinta Atha untuk Flo gak beralasan. Jadi mengalir saja ummi. Jika dia pandai masak dan lain sebagainya itu berarti bonus dong buat atha.


" Percaya deh Ummi sama Atha," jawab Ummi. " Tha ... Istrinya bikin Churros lezat sekali. Ummi saja baru coba," puji Ummi.


" Recom berarti ya Ummi jika buka Restoran?" tanya Atha nampak serius.


" Recom," jawab Ummi singkat.


Bahagia rasanya saat melihat Atha bahagia bersama Flo. Hadiah yang tak terhingga saat keturunan Atha pun akan segera hadir di tengah-tengah keluarga besar.


Sedangkan di kamar seseorang ...


" Kenapa bersama mayumi mas? Meskipun aku tidak bisa menjadi istri yang baik setidaknya jangan berdekatan dengan dia," protes Zahra yang kian hari nampak sifat aslinya.


" Mayumi ... Ada apa dengan dia? Dia saudaraku zahra. Apa salahnya!" seru Adzkan.


" Tapi dia bukan muhrimmu mas. Dia hanya anak adopsi!" seeu Zahra dengan jelas.


" Berhentilah mengatakan yang tidak-tidak tentang dia. Aku mau mandi dulu. Berhentilah berpikir yang tidak-tidak jangan sampai pikiran burukmu menjadi realita," jawab adzkan sambil berlalu.


Zahra terkejut saat adzkan mengatakan hal itu. Pemuda itu benar sekali. Terkadang prasangka hamba-NYA itulah yang Akan Allah berikan.


" Tidak ... Meskipun aku tidak mencintai Adzkan tapi jangan sampai dia meninggalkanku dan menikahi mayumi. Ini bahkan akan sangat memalukan bagiku dan keluarga,"lirihnya dengan cemas.


...----------------...


Di rumah sakit ...


Nampak seorang gadis terkulai lemas tak berdaya. Dia seolah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Aroma disenfektan dan alkohol menyeruak di rongga hidung begitu sangat menusuknya tanpa ampun. Bau medis pun terasa pada kulit yang terbuka dan hawa dingin ruang ber - AC nampak berasa di ruang VVIP.


" Aku harus bagaimana Iz? Daniah membuatku kacau. Dia ingin menikah dengan putranu meskipun dia sudah menikah dengan Flo. Aku bingung," ucap Dokter Arif yang tak lain adalah ayah Daniah.

__ADS_1


" Mas ... Aku tidak bisa memutuskan. Bahkan tidak ada kekurangan dalam pernikahan mereka. Flo dan Atha nampak aangat bahagia. Mana mungkin aku menghancurkan senyuman mereka," sesal Izdi.


Izdi tahu bagaimana rasanya berpoligami. Cukup dirinya yang tak adil pada wardah hingga dia tak bisa mendampingi tumbuh kembang adzkan kecil karena poligami itu. Maria adalah pengalaman terburuknya. Jangan sampai putranya berpoligami dengan alasan apapun. Rasanya tidak benar jika berpoligami. Hal itu tidak di larang tapi dengan berbagai ketentuan. Nyatanya izdi gagal dalam beberapa ketentuan itu. Rasanya begitu tidak nyaman.


" Iz ... Berilah aku solusi untuk putriku. Kali ini saja Daniah butuh bertemu dengannya," pinta Arif dengan memelas. Izdi menghela nafas sedalam-dalamnya. Dia merasa mendholimi Flo jika menghadirkan putranya di sini. Tapi di sisi lain mas Arif juga sahabatnya.


Ya Allah ... Kenapa putraku di posisikan pada hal tersulit seperti ini? Tidak cukupkah cerita poligami itu berhenti pada kisahku saja. Kasihanilah putra-putra Robb. Batinnya sakit saat kebahagiaan putranya terancam seperti ini.


" Saat ini aku tidak biaa memutuskan apapun mas. Semua tergantung Atha dan istrinya. Itu hak mereka mas," jawabnya menggenggam tangan Arif.


Lelaki paruh baya itu paham dan mengangguk mengiyakan. Paham akan posisi izdi dan putranya. Tidak mungkin dia egois demi putrinya yang sangat terobsesi itu. Tapi sebagai Ayah Arif merasa sakit jika putrinya seperti ini.


" Terima kasih Iz," jawabnya dengan singkat saja.


" Aku permisi mas!" pamit Izdi.


Izdi tadi yang awalnya datang sebagai dokter tamu di rumah sakit ini malah di pertemukan dengan dokter Arif yang merupakan sahabat lamanya. Dokter arif juga sedang dalam posisi sulit. Konsentrasi Izdi jadi hilang. Untung aaja kegiatannya sudah selesai.


Sesampainya di rumah ...


Langkah gontai Izdi nampak terlihat oleh sang istri. Wardah tersenyum dan mencoba menghela nafas supaya tenang. Dia menghampiri suaminya dan menyalaminya. Nampak senyum yang di paksakan.


" Ada apa lagi Toh bi??" tanyanya pada izdi yang menatap sendu istrinya.


" Tadi aku ketemu Dokter Arif mi," jawabnya yang membuat istrinya senyum.


" Harusnya bahagia dong bi bisa berbincang dengan sahabat lama," jawab Wardah.


" Bahagia tentu. Tapi saat dokter arif memintaku untuk menjadikan putrinya menantuku dan menjadi istri kedua dadaku langsung sesak mi. Rasanya kebahagiaan itu sirna menjadi ambyar. Daniah begitu terobsesi pada Atha. Aku jadi pusing di buatnya," jawab Atha lesu.


" Putraku tidak boleh berpoligami. Siapapun itu ... Aku minta maaf jika egois tapi inilah yang aku larang bagi mereka bi. Aku akan mengizinkan jika ada alasan masuk akal. Jika untuk kasus Atha tidak ada hal yang mengharuskan dia poligami. Bilang saja pada mas Arif kita tidak biaa menerima Daniah," jawab istrinya dan segera berlalu dari hadapan suaminya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


Maafkan Abi ... Ummiii. Batinnya menyesal.


Likeeeeeeee dong.


__ADS_2