
Maafkan author ya sayang menghilang. Lagi sick nih authornya. Tulisannya berputar -putar jadi istirahat gak nulis. Ini baru lagi cuman agak lambat. Makasih yang sudah stay tune sayang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Melihat dan mendengar Flo membuat Rahman tidak suka. Bagaimana bisa sesama perempuan mengatakan hal tak baik seperti itu. Rahman berdiri seketika.
" Dimana Hati nuranimu Flo. Paman tahu kamu baik dan jangan karena hal itu kamu ingin memonopoli suamimu! Setidaknya kasihanilah Daniah sebagai sesama perempuan," marah sang ayah Daniah pada Flo.
" Jika dia hamil maka suamiku akan bertanggung jawab dalam pernikahannya," jawab Flo dengam menatap tajam Daniah untuk menemukan keraguan dalam wajahnya.
" Baiklah! Aku akan mengabari kalian saat aku tidak hamil di tamu bulananku," Jawab Daniah tegas. Sang papa dan lainnya tidak habis pikir." Kita pergi sekarang pa! Biarkan Atha di rumah tidak perlu ke kantor polisi aku bukan Flo yang tega memenjarakan suaminya demi egonya!" seruu Daniah sarkas. Flo hanya tersenyum getir. Nampaknya Daniah tak berputus asa untuk bersatu dengan suaminya.
Flo kini beranjak dan pergi ke kamar suaminya. Abi dan Ummi menatap putranya itu. Dia kemudian meminta putranya pergi untuk menyusul istrinya itu.
Flo di kamar nampak dengan diamnya menatap dirinya di dalam kaca. Dia tak menangis maupun tersenyum. Atha mendekatinya dan mendekap istrinya.
" Sayang .... Maafkan aku!" peluk Atha. Flo jadi tersadar saat suaminya mendekapnya.
" Kenapa mas? Kenapa meminta maaf. Aku tidak apa-apa," jawab Flo. Atha menggelengkan kepala tak percaya.
" Bagaimana bisa kamu bilang baik-baik saja. Saat aku masuk saja kamu tidak tahu," jawabnya dengan menatap istrinya.
" Apakah aku egois saat memasukkanmu dalam penjara mas?" pertanyaan itu terlontar begitu saja tanpa ada rem-nya.
" Sayang ... Tidak seperti itu konsepnya. Mas tahu Flo melakukan semua itu karena mencintai keluarga kita. Jadi, biarkan saja paman Rahman seperti itu.
" Tapi ... Tidak semudah lisan berkata mas. Flo juga memiliki rasa cemburu. Jika boleh lebih baik waktu berhenti saat kelahiran putra-putri kita. Aku tidak ingim ada perselisihan di antara sahabat. Baik itu pihan orang tua maupun kau dan Daniah. Lagi - lagi kehadiranku tidak menguntungkan siapapun," flo mengatakannya dengan air mata menetes sempurna. Atha langsung menariknya ke dalam pelukan. Atha yakin kali ini hati perempuan di hadapannya ini sudah mulai terbakar.
" Flo ... Istirahatlah barang sejenak. Lupakan isi dunia ini sebentar. Biarkan pikiranmu terang akan ke depan. Jangan berfikir macam-macam," jawab Atha sambil membaringkan Flo yang nampak tak setegar kemarin - kemarin.
__ADS_1
Aku memang gadis dewasa mas tapi aku juga sama memiliki hati yang tak sekuat baja. Aku juga manusia biasa. Jika kehadiranku terlalu merepotkan banyak orang apa kabar denganku ini. Pasti menyedihkan sekali jadi aku. jika aku tak memiliki putramu itu aku pasti sudah kabar ke ujung dunia sehingga kamu pun tak dapat mencariku lagi.
Malam ini flo memangis di balik selimutnya. Atja tahu namun dia biarkan istrinya menangis. Biar dia tumpahkan saja kekesalan dalam jiwanya itu.
Bolehkah aku menyesal pada pernikahan ini ya Allah. Aku tahu ini tidak baik tapi bolehkah aku pergi saja menemui ibuku yang sudah engkau ambil dariku. Aku kadang lelah kadang tidak tapi bukan berarti aku ummat-Mu yang cengeng. Aku butuh kekuatan itu tapi aku tidak bisa menemukan siapa kekuatanku sebenarnya.
Di tempat lain ...
" Tidak bisakah kalian memberikan rekaman video itu padaku?" tanya Rangga dengan sangat serius kali ini.
" Pak tapi kami tidak bisa mengkhianati siapapun di sini," jawab salah seorang sari mereka.
" Lupakan pengkhianat! Aku akan menanggung semuanya. Putriku sudah pada puncak kekesalahnnya. Tidak bisakah kalian membantuku!?" tanyanya dengan nada tinggi.
" Pak ... Maafkanlah kami! Kami tidak bisa," pinta mereka.
" Kasihkan sekarang atau kalian akan aku kasih pelajaran satu-satu!" bentak rangga yang sudah tidak sabar.
" Sekarang!" bentaknya membuat 3 orang itu tersentak ke belakang. Salah satu di antara mereka telah menyodorkan rekaman itu. Rangga meminta agar memutarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Aku tidak mungkin menyentuhmu dengan lancang Tha! Hanya saja hal ini membuat pembelajaran bagimu. Menolakku sama artinya kamu mengibarkan bendera tak ada sebuah penolakan. Bukalah bajunya sekaligus semua yang menempel pada tubuhnya itu. Setelah itu keluarlah mereka.
Nampak gadis itu memegang dada menatunya dan memainkannya. Gadis itu nampak bahagia dan mulai mencium Atha layaknya orang rakus namun tak di respon. Tapi gadis itu tak sampai hati berhubungan badan dengan suami orang dan itu di lakukan selagi mereka belum halal.
Rangga nampak mengepalkan kedua tangannya. Emosinya sudah berasa di ubun-ubun kali ini. Dia marah melihat video yany berdurasi agak panjang itu merubah nasib putrinya dengan sangat buruk saat ini.
Daniah! Aku tahu siapa dirimu. Aku kenal Daniah mas Rahman. Ada apa dengan gadis itu sebenarnya??? Diakah itu? Apa yang sebenarjna dia cari dengan mengejar-ngejar Atha sampai sejauh ini.
__ADS_1
Rangga nampak terduduk lemas di pojok. Dia di temani sekretarisnya. Jahat sekali Daniah. Dia tahi betul bahwa ayahnya itu orang baik. Bahkan baik sekali. Yapi apa yang hadis itu lakukan pada kehidupan orang lain.
" Ini untuk kalian!!" lemparnya pada Salah seorang Dari mereka.
" Diam dan laksanakan!!!" serunya dengan meninggalkan tempat itu.
Kali ini rangga pun mendapatkan bukti itu setelah membuat jnji dengan ketiga petugas sebelumnya. Dia berjalan gontai menuju luar gedung. Dia begitu bingung harus bagaimana. Tidak mungkin dia menyakiti mas Rahman. Tapi senyuman putrinya itu adalah kebahagiaan tersendiri baginya.
" Sial! Kenapa mas Rahman putrimu harus terlibat skandal dengan rumah tangga putriku. Aku tahu ini akan menyakiti kita semua mas! Tapi aku siapa yang harus melihat putriku sendiri seperti itu. Tidak mungkin aku membiarkan cucu-cucuku dalam keadaan tidak adil seperti ini mas," marah Rangga dalam mobilnya itu.
Di tempat tadi ...
" Mana videonya? Itu sudah harus di bumi hanguskan saat ini. Jika tidak akan mengacaukan semuanya," pinta daniah dengan mengulurkan tangannya. Mereka semua saling menatap.
" Maafkan kami mbak ada seseorang yang memintanya dengan mengancam kami," jawab mereka. Daniah langsung melotot pada mereka.
" Kalian! Apa yang kalian lakukan, hah!" marahnya. Namun seseorang di belakang sudah bertepuk tangan. Dia adalah Dannis yang saat ini sedang tersenyum.
" Daniah ... Daniah ... Kau ini membuatku ingin tertawa. Serapat apapun kamu menyimpannya kebaikan pasti muncul di permukaan. Tapi sayang sekali aku terlibat dalam permainan gilamu ini! Kita pulang saja aku lelah," ucap Dannis dengan berjalan menjauh.
" Dannis!!!!!" teriaknya dengan sangat kesal.
" Apalagi?" tanyanya tanpa menoleh.
" Bantulah aku sekali lagi," ucapnya.
" Nikmati saja hasilnya Daniah tidak perlu takut. Jika kamu tidak laku datanglah padaku! Sungguh aku merasa bersalah pada Flo. Setidaknya dia pernah baik padaku. Jangan terlalu lama di sini bisa tambah geser otakmu nanti!" seru Dannis kemudian pergi dengan tanpa Daniah.
" Dannisss!!!!! Kau bahkan sama dengan mereka.
__ADS_1
Likeeeee yaaaa!!!!!