
Kamar Atha dan Flo menjadi saksi atas kesedihan istrinya itu. Atha yang entah kenapa jadi ikut menangis saat Flo tidak puas akan sikapnya yang tak memberi tahu dirinya. Atha berinisiatif di tengah-tengah kemarahan istrinya memesan buket bunga kesukaan Flo.
" Ku mohon dek ... Maafkan abang," lirih Atha. Dia benar-benar merasa bersalah. " Jangan bersedih berlebihan dek kasihan janin kita kita. Please sayang," pinta Atha sambil mencium pucuk kepala Flo berulang kali.
" Bang ... Hiks. Hiks. Hiks. Rasanya nyesek lihat abang sama perempuan lain," tangisnya. Atha paham saat ini. Mungkin istrinya seperti karena bawaan bayi yang sedang di kandungnya.
" Maafkan abang ya sayang ... Janji tidak di ulangi lagi," jawab Atha. Ketika mereka berdua sedang asik berpelukan di atas ranjang karena ingin berdamai dengan keadaan.
Saat mereka menikmati suasana sedikit tenang. Pintu di ketuk dari luar. Atha berpamitan membuka pintu sebentar pada Flo.
" Dek ... Bentar ya abang buka pintunya dulu," ucap Atha. Flo mengangguk sambil mengusap air matanya.
Atha membuka pintu kamar mendapati si bibi membawa bunga pesanannya. Atha tersenyum pada asisten rumah tangganya itu.
" Den ... Ini ada kurir yang mengantarkan pesanan!" serunya sambil tersenyum.
" Makasih ya bii," jawabnya dengan tersenyum pula.
Setelah bibi pergi dan Atha menutup pintu kamar. Atha menyembunyikan bunga itu di belakang punggungnya dan mendekati istrinya yang berada di depan kaca sedang membersihkan ingusnya.
Ya Allah cantik - cantik bengek. Hihihi.
" Zilvana Florencia Khan ... Demi Allah dan Rosulullah abang begitu mencintaimu. Entah semenjak kapan abang jatuh cinta padamu. Tapi saat ini yang abang rasakan adalah tidak ingin membuatmu menangis dan menyakitimu. I love you sayang ... I love you. Maaf baru bisa mengatakannya setelah sekian lama pernikahan kita. Terima kasih atas apa yang kamu berikan padaku. Memperistri dirimu adalah hal yang paling menyenangkan," ucap Atha sambil memberikan buket bunga di tangannya. Flo jadi tercengang dan tersanjung dengan perlakuan Atha yang romantis sekali. Flo menerima bunga itu dengan tersenyum.
" Abang ..... " lirih Flo menatap suaminya.
" Aku akan selalu berupaya membahagiakanmu," jawab Atha. Flo malah terisak-isak. " Loh ... Kok nangis lagi??" tanya Atha tambah bingung.
__ADS_1
" Terharu bang. Love you more," jawab Flo dengan memeluk Atha yang tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Semenjak hamil gadis di hadapannya ini sering merajuk dan manja.
" Jangan ngambek lag ya dek??? Abang udah review hati abang sampai sejauh ini khusus buat kamu loh. Abang ini paling gak bisa nyatain cinta gitu sm bawa bunga sampai di bikin nangis pula abang tadi. Kasihan dong dek," rajuk Atha gantian.
" Maaf ya bang ... Tadi beneran kayak gak terima jika abang sama Daniah berdua saja," jelas Flo.
" Ada Om arif di dalam sayangku," jawab Atha sambil memeluk mesra istrinya dan mencium tengkuknya dengan lembut.
Ya, Atha bukanlah tipikal orang yang romantis atau bahkan bukan tipe suami yang sedikit-sedikit memawa surprise. Namun setelah kejadian hari ini Atha belajar bagaimana pentingnya bersikap romantis pada pasangan halal kita. Atha yang memang tidak pernah menyatakan cinta pada Flo pada akhirnya malam ini mengakui bahwa dia sangat mencintai flo. Demi apapun semenjak menjadi suami dari Ziva atau Flo dia semakin hari semakin pandai membahagiakan istrinya itu. Kian hari Flo pun makin sedap di pandang.
Cinta memanglah anugerah terindah yang Allah berikan kepada setiap hamba-NYA. Jika dulu Atha sempat melabuhkan cintanya pada Zahra namun gadis itu memilih orang lain dan hal itu membuta Atha sedikit terpuruk. Namun Allah datangkan cinta setelah pernikahan bersama Flo. Atha tak pernah menyangka bahwa dia akan bucin pada dia. Mereka menikah hanya karena kedua orang tua. Mereka menyatukan hubungan suami istri pun bukan karena Cinta akan tetapi ingin memulai semuanya sari awal.
Dan gayung pun bersambut. Sehingga dia dapat mencintai Flo dalam waktu yang tidak begitu lama. Atha bersyukur rasa itu tumbuh seiring berjalannya waktu.
...----------------...
" Aku bukan Zafin yang siap memulainya tanpa cinta. Lupakan saja adikku dulu baru kita bisa memulainya," Jawab adzkan dingin.
" Mas ... Bagaimana aku bisa melupakannya jika kita saja tidak memulainya sama sekali," protes Zahra.
" Maafkan aku zahra .. Aku tidak bisa melakukannya," sesal adzkan dan memilih untuk memejamkan matanya.
Entah ada apa dengan kakak Atha itu. Dia terdengar sangat egois sekali saat Zahra saja sudah sampai mengajak. Bukankah itu sangat memalukan dan di tolak mentah - mentah. Adzkan sebenarnya apa yang dia pikirkan.
Aku tidak bisa zahra. Kamu bahkan sudaj menolakku di awal. Bagaimana mungkin aku lupa. Hal itu masih membuatku sakit hati Zah maaf. Aku bukan mainan yang bisa kamu permainkan kapan pun kamu mau. Seharusnya saat lamaran itu datang kamu menolakku jika mencintai adikku. Jangan menerimaku karena aku sudah memiliki pekerjaan tetap. Itu tidak adil bagi adikku dan aku yang mungkin berharap pernikahan bahagia bersamamu. Batin Adzkan yang merasa gagal pada pernikahannya.
Fin ... Bodohnya aku saat itu telah memilih meninggalkanmu. Salahlah aku fin jika sedikit materialistis? Maaf ... Ibuku salah menilai dirimu. Maaf jika aku mendengarkan ibuku untuk memilih kakakmu. Saat ini aku benar-benar dalam masalah jika kakakmu tak menyentuhku sama sekali. Bagaimana bisa istrimu hamil dan aku belum. Aku tidak akan bisa hamil jika kakakmu itu tidak menyentuhku. Salahkah aku jika meminta trik yang sama agar pernikahan kami seperti pernikahanmu. Batinnya sangat kesal dan merasa tak memiliki perlindungam dari Adzkan.
Waktu bergulir dengan cepat. Hari-hari berjalan lancar bagi Atha dan Flo selama kehamilan hingga mendekati masa persalinannya. Atha juga selalu membagi waktu kuliahnya yang saat ini sudah pada semester 4 akhir. Flo juga sudah menyelesaikan perkuliahannya beberapa wakti lalu.
__ADS_1
Nampak perut buncit Flo membuat Atha kasihan karena gadis itu selalu kesusahan tidur dan posisi tidur yang tidak nyaman.
" Dek ... Bagaimana? Masih sakit," tanya Atha. Karena Flo tak pernah mengatakan sakit dan lainnya.
" Masih Bang ... bagian bawahnya sakit hilang sakit hilang. Ssssttt .... Huft," keluh Flo sambil meringis pada Atha. Malu flo saat Atha tahu bagaimana jeleknua dia pas mengeluh sakit.
" Kita ke rumah sakit ya dek? Mas khawatir kalau gini," Atha nampak gusar. Dia menelpon sahabatnya Dhana Arif.
" Rif ... Bantuin ya kayaknya istriku mau lahiran!" pintanya sedikit panik. Dhana Arif segera bergegas ke rumah Atha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah sakit papi ...
Atha menggendong istrinya dengan sigap. Tubuh Flo yang tidak begitu besar membuatnya lebih mudah untuk menggendong dengan kuatnya. Dari kejauhan adik Atha yang sedang magang di sana berlari mendekat.
" Kenapa Tha?" tanyanya sambil membawa kasur pasien dengan panik.
" Sudah waktunya mungkin," jawab Atha bingung.
" Tidurkan Kak Flo di sini!" pinta Zea pada Atha yang menganggu.
Zea pun membawa Flo ke ruang VVIP rumah sakit ini. Karena tadi paman dokter memerintahkan setiap siapapun yang mendapati putrinya datang ke rumah sakit mau melahirkan agar membawa putrinya ke ruangan yang telah di siapkan.
" Tha ... Hubungi mertua sekarang! Aku akan ikut berjaga malam ini bersamamu," ucap Dhana Arif.
" Thanks Rif," jawabnya sambil memeluk sahabatnya.
Likeeeee dong ya!!!! Mksh.
__ADS_1