Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Kenangan Terindah


__ADS_3

Aku yang lemah tanpamu


Aku yang rentan karena


Cinta yang t'lah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu


Darimu (darimu), kutemukan hidupku


Bagiku (bagiku), kaulah cinta sejati


Yeah, huu, huu (darimu)


(Bagiku, engkaulah cinta sejati)


Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikan kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku


Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah


( Samsons)


Lagu itu saat ini pantas bagi Dannis. Seusai bertelpon ďengan Flo yang baik-baik saja tak ada pertengkaran sedikit pun. Tiba-tiba saja kekasihnya itu mengirmkan sebuah pesan.


♧ Dan ... Maafkan aku. Sebelum semuanya kian tak teratasi aku mohon maafkan aku yang terkesan main-main dengan hubungan kita. Sungguh Dan ... Bukan cara ini yang aku inginkan. Tapi takdir sedang tidak berpihak pada hubungan kita. Sekali lagi maafkan aku jika pesan ini akan membuatmu nelangsa dan benci padaku. Dan ... Mari kita putus! Bukan karena aku egois tapi aku sudah menikah saat ini. Maaf ... Maafkan aku. Sungguh semua ini di luar nalarku sebagai manusia biasa.♧

__ADS_1


Pesan itu terkirim beberapa saat setelah Atha masuk ke kamar mandi. Tak ingin dia main-main lagi dalam ikatan yang sakral. Jika kemarin dia terkesan main-main dengan Dannis tapi saat ini tak ingin melakukan hal itu lagi. Setelah mengirim pesan Flo langsung menon-aktifkan ponselnya. Dia tak ingin melihat balasan pesan Dannis untuk sementara waktu. Flo yakin akan banyak panggilan dari pria itu.


" Sayang ... Mas ke masjid pesantren sekaligus menyaksikan akad ya! Jangan lupa keluar ada ummi juga di ruang tamu," ucap Atha. Flo mengangguk dan beranjak ke kamar mandi.


Atha juga segera berlalu dari sana untuk mengikuti acara pernikahan kakaknya. Flo yang sudah selesai juga ikut nimbrung bersama keluarha Atha dan keluarganya yang di boyong oleh ummi kemari. Semua orang yang berada di sana tersenyum.


Nampak beberapa ustadzah yang hadir di sana. Flo hanya mengikutinya dengan diam. Jika semua orang membuka obrolan. Tapi tidak bagi Flo. Suasana di sini sungguh berbeda dengan kehidupannya di kota.


" Neng ... Kami semua patah hati loh gara-gara gus Zafin sudah menikah. Neng Zilva ini hebat benar bisa menikahi gus kami," puji salah seorang ustadzah muda di sampingnya. Flo baru paham ternyata Keluarga Atha mengenalnya dengan nama Zilva.


" Bukan seperti itu ... Semua sudah di gariskan. Kalian pun pasti akan mendapatkan suami yang baik. Kalian kan juga sudah berupaya menjadi baik," jawab Zilva dengan sopan.


" Duh ... Manisnya Neng zilva," jawabnya dengan senyum.


" Khumairah Neng ... " ucapnya mengulurkan tangan. Zilva pun menyambutnya tapi mereka malah mau mencium tangan zilva segera saja gadis itu mengambil tangannya kembali.


" Jangan seperti ini ... Kita sama saja," ucap Zilva.


" Ini nih ... Yang bikin gus Zafin klepek-klepek sikapnya yang rendah hati," pujinya kembali. Sedang zilva hanya tersenyum manis.


Sah!!!!


Suara itu menggema di seluruh area pesantren. Flo mendekati ummi dan mama nasya.


" Pergilah sayang ... " jawab mereka kompak.


Saat Flo beranjak ke kamar dia berpapasan dengan Zahra yang membuat suaminya itu rela pergi dari keluarganya. Sederhana namun mungkin memiliki hal yany sangat istimewa sehingga dia di sukai banyak orang.


Sesampainya di kamar Flo merasa suhu badannya tidak normal. Dia merasa sedikit demam. Dia pun memcari antibiotiknya namun sayang sekali dia tak membawanya karena ada di tas di rumahnya.


" Aku ... Istirahat saja. Nanti mungkin lebih baik," lirihnya kemudian naik ke ranjang dan menutupi semua badannya hingga kepala untuk mencari aman.


Sesangkan di teras rumah Zahra menyambut Adzkan untuk di salami. Adzkan yang sudah di depannya menyambut tangan Zahra. Zafin di belakangnya nampak tolah toleh mencari seseorang namun tak menemukannya. Setelah adzkan melakukan ritual setelah akad. Zafin permisi untuk ke lebih ke dalam untuk menemukan seseorang di tengah keramaian.


" zafin ... " lirih Zahra pada adik iparnya itu.


" selamat ya! Permisi ... Kak aku pergi mencarinya dulu. Sekali lagi selamat," ucap Atha. Adzkan mengangguk dan memeluk adiknya.


" Makasih Fin ... "


Zafin aegera menemui ummi dan mami nasya.


" Flo dimana mi?" tanya zafin membuat mereka berdua menjawab bersamaan.

__ADS_1


" Istirahat di kamar! Dia bilang kurang enak badan," jawab para orang tua kompak. Zafin menganggukkan kepala dan beranjak ke dalam rumah.


Sesampainya di kamar Zafin mendapati Fli menutup semua badannya tanpa terkecuali. Atha mendekatinya.


" Sayang? Semuanya baik-baik aaja? Kamu kenapa?" tanya Atha sambil membuka selimut. "Hei ... Kenapa sayang?" tanya Atha mulai panik saat menyentuh kening istrinya panas.


" Flo ini ... Kenapa?? Jangan diem aja dong," panik Atha sambil memeluk Flo yang sudah panas semua.


" Gapapa mas ... Cuma capek aja mas," jawabnya sambil senyum.


" Bentar ya mas panggilin papi Rangga," ucap Atha. Flo mengangguk mengiyakan. Atha segera keluar dari sana.


Dia segera mencari keberadaan papi atau pun Abinya. Setidaknya salah satu dari mereka. Karena mereka berdua adalah seorang dokter.


" Abi ...!" panggilnya


" Kenapa Tha?" tanya Abi.


" Flo sakit bi ... " bisiknya. Abi paham langsung mengajak putranya. Karena Rangga sedang sholat di masjid.


" Dimana istrimu???"


" Di kamar bi," jawabnya singkat. Abi Izdi segera mengajak putranya ke kamar.


Sesampainya di sana abi memeriksanya dengam teliti. Sedang Atha terlihat sangat khawatir.


" Jangan main kasar Tha! Istrimu kelelahan," ujar abi. Atha jadi membeo. Kasar bagaimana? Lelah seperti apa. Namun tanpa banyak bicara Atha memgangguk mengiyakan saja.


" Baik Bi ...," jawab Atha.


" Berikan anti biotik ini," ucap Abi yang kemudian keluar dari sana.


Sepeninggal abinya dari sana Atha mendekati Flo yang nampak lesu.


" Memangnya Flo aku apain? Hmmm ... Kok sampai sakit," goda Atha supaya istrijya itu sedikit bersemangat.


" Gak di apa-apain mas ... Cuma kancingnya aja yang lepas itu pun yang atas," jawabnya malu. Atha jadi menggelengkan kepala.


Abi itu benar-benar menyebalkan! Aku belum menyentuhnya saja dia sudah sakit. Ini Flo kenapa tiba-tiba sakit. Padahal tadi pagi masih baik-baik saja. Batinnya.


" Istirahatlah! Aku temani," seru Atha.


Likeeee dong please

__ADS_1


Vote ya Vote jangan lupa!!!!! Makasih sayangku.


__ADS_2