
Jika tangan berguna Tuk menggandeng
Maka hati mampu tuk menghangatkan
Jika lidah mampu berkeluh kesah
Maka hati dapat merasakan
Jika Mata menyiratkan perasaan
Maka Hati mampu menemukan jawabannya
Jika kaki telah melangkah
Maka hati siap meninggalkan
Jika jemari telah menuliskan takdirnya
Maka hati adalah tempat terakhir untuk menghapus jejak.
" Bersiaplah sayang! Kita pulang pagi ini. Bukankah papa menanti kita?" ucap Atha tanpa menatap suaminya.
" Mas ... Kenapa??? Flo tidak cemburu kok," flo merasa tidak enak. Atha tersenyum pada istrinya itu.
" Sayang bukan kamu alasan mas pergi dari sini. Sudah cukup bagi mas untuk mencerna semuanya. Jadi, jangan pernah bilang kita pulang cepat karena kamu cemburu. It's no baby ... Semua itu tidak benar. Ayo rapikan barang-barang kita! Setelah ini kita pamitan sama Ummi dan Abi.
" Baiklah mas ... " jawab Flo tak dapat menolak.
Flo yang bersih-bersih kemudian memasukkan bawaan mereka yang tak banyak. Atha dan Flo akhirnya keluar dari kamar untui menemui Abi dan Ummi di kala anak-anak santri semua pergi ke sekolah.
Tok. Tok. Tok.
" Assalamualaikum ... Ummi," ucapnya dari luar.
" Waalaikumsalam ... Masuklah nak !!" seru Ummi
" Ummi ... " Panggil Atha.
" Kenapa nak?" tanya Ummi sambil menaruh Al - Qurannya dan beealih menatap Atha.
" Kami pamit pulang sekarang ya! Kemarin papi Rangga ingin bertemu Flo," ucap Atha dengan sopan. Flo hanya menunduk saja sedari tadi.
__ADS_1
" Apakah buru-buru sekali??? Baru tadi shubuh Zahra mengatakan akan mengajak kalian jalan mumpung suaminya libur dinas.
Deg.
Batin Atha kembali menciut. Permainan apa yang sedang di mainkan oleh Zahra saat ini. Sedangkan Flo merasa sangat tidak nyaman sekali.
" Ummi ... Maafkan kami! Lain kali saja," jawab Atha.
" Biarkan mereka pergi ummi! Kita meminta mereka datang di tengah kesibukannya dan mereka datang itu adalah hal baik," ucap Abi yang selesai sholat dhuha.
" Abi ... " lirih Atha.
" Tenang saja nak ... Abi paham tanpa kamu menjelaskan apapun. Pergilah! Jika ada waktu datanglah lagi," jawab abi dengan tersenyum.
" Baik bi ... " jawabnya dengan berpamitan kemudian.
Abi tahu Fin kamu sedang menghindari Zahra saat ini??? Abi mendukungmu supaya peenikahan adzkan berjalan dengan baik. Mungkin kamu sudah tidak cukup percaya kepada kami sehingga kamu tak lagi mau berbagi cerita. Tapi Abi paham akan sikapmu saat ini dan tingkah zahra yang sangat aneh akhir-akhir ini setelah bertemu denganmu kembali. Batin sang Abi sambil melihat punggung putranya yang kini keluar dari kamar di ikuti ummi.
Mereka semua pergi ke teras untuk mengantarkan Atha dan Flo. Zahra yang sedari tadi di dapur jadi ikut ke depan.
" Kenapa mereka cepat kembali mas?" tanya zahra pada suaminya.
" Tidak tahu. Mungkin ada hal urgent," jawabnya ikut ke depan.
Ketika di depan Atha berpamitan pada semuanya. Nampak kakak adzkan yang libur berdinas juga keluar.
" Mau ke Papi Rangga kak. Beliau sudah rindu putrinya karena beberapa bulan tak ke sana," jawabnya sambil tersenyum.
" Iya deh yang lagi sayang-sayangnya!" Goda adzkan. Namun Zahra menatap Flo dan Atha bergantian. Ada perasaan tak rela dalam dirinya saat mereka kembali.
" Kami pamit. Assalamualaikum!" seru Atha. Flo mendekati Zahra.
" Kami pulang dulu mbak," ucapnya. Zahra hanya menjawab singkat.
" Hati-hati," jawabnya dengan tanpa senyum. Flo pun mengabaikannya saja. Dia segera berlalu dan masuk ke dalam mobilnya.
Mereka pun melajukan mobilnya keluar pesantren. Atha sepanjang perjalanan hanya memegang erat tangan istrinya dengan sesekali mengecupnya.
" Maafkan dia Flo ... Aku sendiri tidak tahu ada apa dengan pikiran gadis itu. Dulu ketika aku mau menikahinya dia malah menerima lamaran kak adzkan yang datang dari Ummi. Tapi saat ini dia seperti bukan orang yang ku kenal," ucapnya.
" Tidak apa-apa mas," jawab Flo. Flo sedang tidak ingin membahas perempuan lain di antara mereka saat ini.
Menyesal.
__ADS_1
Mungkin itu yang tersirat dalam benak Zahra menurut Flo. Gadis itu mungkin menyesal telah menolak Atha yang ternyata serba bisa. Apalah dirinya saat ini yang mungkin merasa sakit saat melihat Atha dengan perempuan lain yang ternyata adalah istrinya.
Jarak tempuh yang jauh itu membuat Flo tertidur. Atha tersenyum saat melihat Flo sudah mulai ke alam mimpi.
Bukan seperti ini yang ku harapkan sebenarnya Zah. Aku tidak suka jika kamu menyesali keputusanmu. Kamu menolakku dengan menerima lamaran itu. Itu artinya kamu sudah tidak memilihku. Kamu tidak percaya padaku. Jika saat ini kamu datang Maka Flo tetaplah jadi pilihanku. Dia bahkan rela meninggalkan kekasihnya demi aku. Demi sebuah janji yang di buat dengan sang papi. Batin Atha sambil mengusap kepala istrinya.
Sesampainya di kediaman Rangga. Langit sudah gelap. Namun papi rangga dan mami sudah menyambut di depan pintu dengan senyum sumringah. Atha membangunkan istrinya itu.
" Bangunlah kita sudah sampai!" ajak Atha. Bukan tidak ingin romantis tapi ini rumah mertua. Tak enak jika menggendong ank gadis mereka hahaha.
" iya mas," jawabnya sambil mengucek mata.
Mereka turun dan berjalan menuju dimana sang orang tua berada. Atha dan Flo sama-sama mencium punggung tangan mami papi.
" Ayo masuk kita makan malam!" ajak sang papi.
" Katanya mau ngobrol pi .... " jawab Flo dengan manjanya. Papi rangga tersenyum saat putrinya itu mulai nakal tidak mendengar instruksinya.
" Makan setelah itu ngobrol," jawab sang papi.
Mereka pun menuju ruang makan. Tak ada obrolan. Si kembar pun sedang berada di asrama. Mami sibuk kembali di butiknya. Suara sendok dan piring yang bersentuhan menjadikan ruangam itu bersuara. Bukan karena ketajaman lidah tapi ke estetikan 2 benda itu.
Seusai makan ...
" Istirahat dulu saja ya kalian!!!" ujar papi.
" Papi ! Cerita dulu dong please," jawabnya membuat papi rangga menatap Atha. Atha mengangguk menandakan setuju.
" Baiklah ... Bisa ikut papi ke ruang kerja sekarang!" ajak papi Rangga. Flo memgangguk ini sudah zona serius bagi papinya. Hatinya berdebar kala papi rangga di mode serius begini.
ruang kerja ...
" Duduklah nak! Sebelumnya papi meminta maaf jika ini melukai hatimu sayang," ujar papi rangga. Flo mengangguk dan Atha nampak menyimak.
" Pi ... Bolehkan Flo bertanya perihal yang sangat membuat Flo kecewa sampai saat ini?" tanyanya. Rangga pun memgangguk. Dia mengizinkan putrinya itu berkeluh kesah semuanya saat ini tentang semua peraturan yang berlaku untuknya selama ini.
" Katakan saja nak," jawab Papi.
"Pi ... Jika tentang kasih sayang dan kebutuhan sehari-sehari papi adalah juaranya. Paling bisa membahagiaan kami dan paling bisa memberikan apapun kepada kami. Tapi kenapa Flo merasa peraturan yang berlaku pada Flo terasa sangat intens dan ketat serta satu hal lagi kenapa papi tidak menyerahkan Flo langsung kepada Mas Atha kala ijab qobul itu berlangsung?? Jujur Flo merasa di buang karena papi marah pada Flo," ucapnya sambil menitikkan air mata. Rangga menggelengkan kepala.
" Karena papi tidak berhak menikahkanmu nak meskipun papi adalah papi kandung Flo," jawaban rangga membuat Flo bungkam.
__ADS_1
Deg.
Likeeeeeeee yaaaaa