
Hai pembca yang budiman ... Udah Staytune ya sayang dengan bab selanjutnya???? Di buat manis-manis dulu biar gak kayak sinetron ya!!! wkwkwk.
Ketika sarapan pagi siap di meja makan. Semua orang di minta ke dapur. Namun berbeda dengan Flo dan Zahra mereka berdua baru meninggalkan dapur. Flo yang sampai di kamar tiba-tiba di interogasi oleh suaminya.
" Apa yang dia tanyakan padamu Flo??" tanya Atha. Flo sampai memegang dadanya kaget.
" Mas ini ... Gak ada orangnya malah suaranya dulu yang nyampe," jawab Flo sambil menggeleng.
" Flo sayang .... Katakan!" pinta Atha.
" Hanya menanyakan tentang pertemuan kita mas. Tidak mengobrol banyak kalian keburu datang dan Aku juga tidak banyak menanggapi. Percayalah!" serunya dengan menatap suaminya.
" Aku ... Tidak mau praduga - ku menjadi real saja. Aku dulu tidak mengerti kenapa dia menerima tawaran menikah dengan kakak? Aku harap dia benar-benar menyukai kak adzkan. Dia orang baik aku tidak ingin sesuatu melukai hati kakakku itu," jawab Atha. Flo tersenyum memgangguk.
" Semoga saja mas ... Turunlah! Aku bersiap dulu. Ajaklah mereka semua ke ruang makan," pinta Flo.
" Baiklah sayang ... " jawab Atha.
Atha pun segera turun dan mengajak semua orang ke ruang makan. Arif yang sudah rapi pun dia ajak ke ruang makan. Atha tersenyum saat Arif bisa welcome dengan keluarganya. Harusnya Daniah bisa mempertimbangkan arif. Sejenak Atha agak melupakan Dannis yang begitu mencintai istriya itu.
...----------------...
( Gambar kurang worth it sebenarnya sayang, tapi gapaplah biar mata gak sepet buat seneng aja gambarnya ^_^)
Ketika mereka semua di meja makan. Mereka celingukan mencari Flo dan Zahra.
" Kemana kedua menantuku?" tanya Umi.
" Masih bersiap ummi," jawab Adzkan. Atha mengangguk.
" Ummi ... Sebentar lagi Atha mau piknik receh dekat sini ya! Ummi dan yang lain bebas mau kemana saja," ucap Atha.
" Gue ikut Tha! Please ... " rengek Zea.
" Kamu ini merepotkan saja," jawab Atha.
" Ajak Arif dan Adzkan juga Tha!" Seru Abi.
" Baiklah!" jawabnya singkat.
Setelah melihat Flo dan Zahra menuju meja makan. Mereka terlihat kompak sama-sama tersenyum. Atha juga menarikkan kursi Flo. Adzkan pun sama melakukan hal yang di lakuka oleh Atha.
Acara sarapan pagi pun berjalan dengan khidmat tanpa ada perdebatan yang signifikan. Mereka sama-sama menikmati masakan nona-nona muda rumah ini.
Atha pun dan yang lain berpamitan untuk jalan-jalan di dekat sana. Atha menggandeng istrinya itu tiba-tiba mendapatkan telpon.
__ADS_1
" Angkat saja!" seru Atha.
♡ Ada ngel???" tanya Flo.
♡ Dimana beib. Ini mantan loe rusuh dimari sayang. Ini gimana cerita gue ngatasin dia
♡ Suruh pulang deh ngel. Ngapain dia ke rumah kamu??
♡ Nyariin kamu nih! Pegel gue ngadepin Dannis lama-lama
Flo menatap suaminya. Atha mengangguk sebagai kode mengizinkan. Flo pun kembali berbicara pada Angel dan mengiyakannya untuk berbicara.
" Pergilah agak ke sana! Aku tunggu di sini sambil menikmati suasana," ucap Atha. Flo memeluk suaminya.
" Makasih mas," jawab Flo.
" Sama-sama sayang," ucap Atha.
Flo pun agak menepi dan berbicara dengan Dannis.
♡ Ada apa lagi Dan?
♡ Jangan menghindariku terus menerus
♡ Aku tidak menghindar Dan. Aku saat ini berada di tengah-tengah keluarga suamiku
♡ Jangan katakan itu lagi Flo. Hatiku sakit saat kamu mengatakan hal itu
♡ Pertemukan kami Flo
♡ Tapi ...
♡ Hanya itu yang aku inginkan saat ini. Teeima kasih.
♡ Insyaallah Dan.
Sambungan seluler itu pun terputus begitu saja. Saat Flo kembali dia melihat Zahra duduk di depan suaminya. Dia mengatakan hal yang tak ingin flo dengar. Jadi, flo memberi waktu pada mereka. Entah kemana kakak adzkan saat ini.
" Kenapa kau biarkan istrimu telpon jauh-jauh??" tanya Zahra.
" Itu urusan dia ... Biarlah dia selesaikan. Toh, dia juga tak mempersulitku," jawab Atha sambil meminum sesuatu.
" Apakah kamu sangat mencintainya?" tanya Zahra.
" Tentu saja aku mencintainya. Apalagi dia istriku," jawab Atha.
" Bukan karena aku di sini kamu melakukan semua ini kan?" tanya zahra membuat Atha melihat ke arah zahra.
" Apa yang kamu inginkan??? Kenapa kamu selalu mempertanyakan hal yang tidak ingin aku bahas. Perasaanku sudah berakhir saat akadku berlangsung. Jadi, aku harap jagalah sikapmu sebagai kakak ipar. Berhentilah mengatakan hal tentang kita! Aku tidak ingin Flo sakit hati setidaknya dia tak menolak pernikahan kami di saat dirinya sulit memutuskan suatu hal kala itu," jawaban Atha terasa menohok saat ini. Namun perbincangan itu terhenti saat Adzkan datang.
__ADS_1
" Hai ... Kok pada diam sih???" tanya adzkan.
" Apa yang harus kami bahas kak," jawab Atha tersenyum.
" Entahlah ... Setidaknya jangan biarkan tempat ini sunyi. Mana Flo masih belum selesai?" tanya adzkan.
" Aku di siji kak!" serunya sambil tersenyum.
Atha kemudian berdiri.
" Kak ... Kami jalan- jalan ke sana dulu ya!" pamit Atha dan menggandeng istrinya itu. Flo mengangguk dan mengikuti Atha.
Mereka berdua berjalan meninggalkan Kakaknya dengan sang istri. Atha tersenyum saat Flo segera kembali. Saat ini hanya Flo yang membentengi hatinya.
" Bagaimana?" tanya Atha.
" Dia ingin bertemu denganmu mas. Apakah itu perlu?" jawab Flo dengan manyun. Atha jadi tersenyum.
" Pertemukan aku dengan dia. Setidaknya saat aku menghamilimu dia takkan memukulku hahah," tawa renyah Atha membuat Flo jadi melotot dan tertawa kecil.
" Gitu ya! Pinter sekarang ya bikij alasan buat ngetawain istrinya. Atha memeluk erat sang istri dan mengecup puncak kepalanya.
" Love you sayang ... " lirihnya sambil memeluk.
Di sisi lain ...
" Udah kayak obat nyamuk aja kita pak. Pulang yuk ah!!!" rengek Zea. Dhana menghela nafas.
" Nikmati saja Zea sambil baca bukumu seperti semalam," jawab Dhana sambil membaca sesuatu.
" Pak ... Saya tidak fokus jika ada kamu di sini!!!" serunya sambil menghela nafas. Dhana jadi melirik adik Atha itu.
" Ada apa denganku apa sangat jelek sekali sampai-sampai tidak membuatmu tidak fokus," ucap Dhana.
" Pak ... Jangan bercanda dong! Bukan itu alasannya. Udah ah ayooo pulang!" ajak Zea.
" Baiklah ... Kita ke sana dulu! Ambillah foto bersamaku sebelum kamu akan jarang bertemu denganku," goda pak Dhana.
" Haiiissssshhhh ... Pak Dhana," jawabnya dengan manyun.
Dhana pun mengambil Foto Zea memakai ponselnya dengam posisi hanya berdekatan. Zea jadi mendelik sempurna. Sedangkan Dhana terkekeh.
" Lain kali jangan keluar dari asrama. Belajarlah dengan benar!!! Jangan berfikir macam-macam," ucap Dhana mengingatkan.
" Baik pak," jawabnya.
" Sudah aku kirim fotonya. Jika merindukanku tggal melihat itu. Hahaha," tawa Dhana pecah dan dia berjalan untuk ke arah pulang.
" Pak Dhanaaaaa!!!!" teriak Zea kesal. Dia bingung darimana orang ini mendapatkan nomor ponselnya.
__ADS_1
Dhana Arif hanya menyunggingkan senyumnya untuk Zea. Gadis itu nampak sangat bahagia saat mendapatkan Foto mereka.
Likeeeeeeee.