
Semenjak hari itu dimana berkumpulnya keluarga membuat Flo dan Atha saling menjaga satu sama lain. Bahkan Flo dan Atha tak membatasi hubungan di antara mereka. Flo menginginkan semuanya berjalan normal tanpa ada rasa tidak enak. Sejak hari itu pula baik Atha maupun Flo mencoba lebih memahami perasaan keduanya. Hari ini Atha meminta Flo mengundang Dannis dan Angel ke rumahnya.
Flo yang awalnya menolak akhirnya terpaksa setuju. Atha bilang tidak baik jika membuat orang lain sedih karena hubungan mereka. Setidaknya Atha ingin meminta maaf. Semua di luar kendalinya kala itu.
Sore ini seusai kuliah Dannis berkunjung ke rumha Flo dan suaminya. Angel pun ikut serta karena mereka tidak ingin hanya bertiga saja. Setidaknya angel adalah kawab baik.
Sesampainya di rumah Atha ...
Dannis nampak menyunggingkan senyumannya. Entah senyum meremehkan atau bahagia. Dia pun mencoba terlihat tenang ketika memasuki kawasan rumah ini. Saat Dannis ingin memencet tombol bel. Dia mendapati angel memanggilnua.
" Hai ... Dan!" serunya mengagetkan saja.
" Bisa tidak pelan-pelan! kau membuatku jantungan saja," jawabnya dengan sinis. Angel di buat mencebik olehnya. Pasalnya Dannis malah tidak ramah sama sekali.
" Haiisssshh ... Jangan marah dong Dan," ucap Angel. Dannis langsung menggelengkan kepalanya perlahan.
" Terserah," jawab Dannis malas.
Ting. Tung. Assalamualaikum.
Bibi yang membantu membersihkan rumah dan merawat kebun berjalan ke depan untuk membukakan pintu rumah. Saat pintu rumah terbuka Dannis mengulas senyum dan sang bibi itu juga membalas senyum.
" Bi ... Flo sama suami ada?" tanya Angel dengan senyum. Sang bibi mengangguk sambil tersenyum.
" Ada non! Silahkan masuk," jawabnya sambil membukakan pintu rumah lebar-lebar. Angel tak menyangka jika Atha yang notabene-nya mahasiswa semester bawah dan masih muda bisa membeli rumah mewah seperti ini. Rumah yang dulu mereka tempati malah di berikan secara cuma-cuma kepada sang kakak. Angel mengetahui semua itu dari sahabatnya.
Saat mereka di persilahkan duduk. Dannis melihat Flo yang turun dari tangga. Dannis kian kagum bagaimana tidak semakin ke sini kekasihnya itu makin cantik apalagi hijabnya itu. Angel berteriak saat melihat Flo yang datang menghampiri.
" Floooo! Kangen nih," teriaknya.
" Angel! Jangan berteriak-teriak," keluhnya smabil mengelus telinganya.
" Kangen tahu Dannis sama dia udah lama gak ketemunya," jawabnya dengan seulas wajah memelas.
__ADS_1
" Kau ini! Banyak sekali alasan," jawab Dannis.
Sedang Flo yang melihat hanya senyum-senyum sendiri. Flo melihat mereka berdua bertengkar hanya bisa menyunggingkan senyum.
" Kalian ini! Jangan sering bertengkar," ucap Flo. Namun Dannis tak menanggapinya. Dia malah fokus mencari seseorang yang kini sudah menikahi Flo.
" Mana suamimu?" tanya Dannis tanpa embel-embel.
" Masih Sholat Dan ... Silahkan di makan dan minum dulu!" seru Flo sambio menawarkan makanan di hadapannya.
" Flo ... Kenapa kau tak memikirkanku kala mau menikah?" keluh Dannis pada kekasihnya itu.
" Aku sudah memikirkannya Dan ... Tapi aku sedang tidak ada pilihan lain," jawabnya dengan senyum getir. Bukan karena dia mencintai Dannis tapi lagi-lagi dia menyakiti pemuda itu.
" Selalu saja menjawab itu," keluh Dannis. Namun flo enggan menanggapinya.
Saat keterdiaman itu meliputi ruang tamu. Tiba-tiba saja suara seseorang dari tangga membuat mereka bertiga menoleh bersamaan.
" Maaf ... Saya masih sholat!" seru Atha turun dengan wajahnya yang segar. Dannis pandangannya sama sekali tidak hilang dari sana. Dia menatap Atha tak percaya. Apakah Atha saudara Flo? Mana mungkin Atha suaminya. Dia pemuda di semester bawah dan dia ke kampus selalu menggunakan motornya. Tak ada kesan mewah padanya. Namun rumah ini menggambarkan bahwa pemiliknya pastilah seseorang yang dewasa.
" Tha ... !" seru Dannis.
" 15 menit yang lalu Tha ... Kamu di sini?" tanya Dannis menggantung. Atha membenarkan posisi duduknya saat ini di samping Flo. Mata Dannis kini mulai merasa cemburu.
" Ini rumahku mas Dannis ... " jawabnya. Dannis memggelengkan kepala tak percaya.
" Apakah kamu suami Flo??" Dannis memperjelasnya. Atha mengangguk mengiyakan ucapannya.
" Iya mas ... " jawabnya singkat tanpa ingin berdebat lebih dulu.
" Tapi kamu tahi waktu itu Tha ... Bahwa kami memiliki hubungan," Ucap Dannis sedikit tidak suka saat ini. Atha pun tak mengelak bahwa dia tahu mereka jadian waktu itu.
" Iya aku tahu mas ... " jawabnya lagi.
" Katakan padaku apa yang terjadi? Kenapa harus Flo yang kamu nikahi? Aku merasa kamu menikungku," Jawab Dannis dengan tak suka. Atha menghela nafasnya dengan berat.
__ADS_1
" Mas ... Sebelumnya Atha minta maaf! Mungkin ada pernyataan Atha yang tidak kamu sukai. Tapi aku tetap harus mengatakannya padamu. Aku tidak ingin kamu berprasangka tidak baik pada kami," jawab Atha dengan sabarnya.
" Katakan saja! Aku akan mendengarkannya baik-baik," jawabnya.
" Pernikahan ini adalah kesepakatan orang tua kami," jawab Atha. Namun Dannis memotong pembicaraan itu.
" Tapi kalian bisa menolak!" protes Dannis.
" Janji adalah janji Dan ... Aku sudah di ingatkan oleh Papi," jawab Flo menimpali perkataan suaminya.
" Janji mana Flo? Kenapa kamu tidak memberi tahuku," ucap Dannis dengan nada kesal. Angel kemudian ikut andil dalam pembicaraan itu.
" Tenanglah Dan jika kamu ingin mengetahui kenapa kejadiannya seperti ini," ucap angel dengan melotot pada Dannis. Namun Dannis sudah tidak baik moodnya. Dia berdecak kesal saat ini.
" Ck. Apakah sebuah pernikahan yang jelas bukan main-main butuh alasan," jawabnya dengan nada ketus.
" Aku lanjutkan apa tidak mas???" jawab Atha dengan tenang. Dia tak ingin merusak perasaannya sendiri saat ini.
" Lanjutkan saja!" jawabnya menatap nyalang suami dari Flo ini. Apalagi kini tangan Flo sudah memegang tangan Atha dengan eratnya. Seakan-akan Athalah yang menjadi kekasihnya dari dulu.
" Mas ... Malam itu dimana kita bertemu di rumah Flo sebenarnya kami memang tak memiliki hubungan apapun denganku dan itu pun kami baru dua kali bertemu. Alasan kami menikah hanya ada di ayah Flo," jawab Atha. Dannis terswny7m miring.
" Tapi kamu begitu menikmati pernikahan ini Tha ... Kau pasti memiliki rumah ini karena orang tua Flo atau orang tuamu yang memfasilitasi?" tanya Dannis seakan mengejek. Namun Flo nampak sudah geram.
" Dannis ... Sudah ku katakan kesalahan ada padaku sehingga aku dan dia menikah! Jangan mengatakan hal tidak baik tentang Atha! Dia pemuda yang baik," teriak Flo dengan kesal saat ini.
" Jika dia baik tidak mungkin dia menikungku dari belakang Flo. Lihatlah dia suamimu tapi akulah yang kekasihmu! Tapi kamu menikah dengannya hanya karena alasan sebuah kesalahan. Memangnya kesalahan apa? Apakah kalian pernah tidur bersama!" kesal Dannis.
" Mas ... Jaga batasanmu! Jangan merambat kemana-mana. Saat ini pulanglah hatimu sedang tidak baik aku tidak ingin kamu semakin salah paham pada kami," ucap Atha sedikit tegas.
" Aku sudah tidak baik saat dia memutuskanku! Perlu kau ingat sakit yang kamu buat pasti akan aku ingat selalu Tha!" serunya dengan pergi begitu saja.
Angel saat ini no comment. Semua di luar kendali. Flo nampak tercengang saat ini.
" Tha ... Titip Flo! Aku harus menyusulnya untuk memberi pengertian," ucap angel yang diikuti anggukan Atha.
__ADS_1
Sorry ya sayang hanya bisa meluangkan up 1 bab. Author benar-benar di sibukkan dengan mpls nihhhh. Makasih yangs setia.
Likeeeeeee yaaaaa!!!!!