
Atha dan Flo yang beberapa bulan ini di sibukkan dengan perkuliahan membuat keduanya hanya intens bertemu di rumah saja. Bukan sedang ingin menjaga jarak namun keduanya sedang fokus pada ujian. Jika flo akan ada sidang skripsi maka Atha sibuk dengan ujiannya dan kerja sambilannya yang akhir-akhir ini menyita waktu.
Ketika malam datang menghampiri keduanya.
"Mas ... Baru datang???" tanya Flo pada suaminya saat sampai di rumah jam 10.00 malam. Atha nampak kaget saat istrinya masih terjaga.
" Kok belum tidur? Ini sudah malam sekali," ucap Atha seusai meneguk minumannya. Lelah pasti tapi Atha masih mengecek dapur.
" Gak bisa tidur mas," jawab Flo mencebik. Atha pun mengangguk.
" Ayo mas temenin!" ajak Atha.
Mereka pun menaiki tangga berjalan berdampingan. Atha memegang tangan istrinya. Dia tersenyum menatap wajah ayu yang selama ini sibuk dengan sidangnya. Atha mulai membuka bicara sambil beejalan ke kamar mereka.
" Bagaimana sidangnya?" Atha bertanya sambil menatap istrinya.
" Lancar mas. Sepertinya mas akhir-akhir ini sibuk dan sering pulang malam," jawabnya dengan manyun.
" Ada yang rindu rupa-rupanya ya???" tanya Atha sambil tersenyum.
" Merasa ada yang hilang saja mas. Akhir-akhir ini nampaknya sering di luar. Apa Daniah sering mengajak keluar??" curiga Flo. Sebab semenjak malam itu atha tak pernah kembali menyentuhnya dan sering pulang malam. Flo mulai tidak nyaman dengan keadaan setelah itu.
" Daniah??? Kok jadi Daniah sih sayang," tanya Atha karena Flo mulai menanyakan alasan pulang malamnya. Si Zea pun memang sedang tak berkunjung karena fokus pada kuliahnya.
" Ya ... Siapa tahu mas merindukannya dan sering bertemu dengannya di luar rumah," cebiknya. Atha paham sekarang dengan sikapnya setelah mendengar Flo dengan jawabannya.
" Sayang no ... Mas hanya bekerja di sore hari dan pagi sampai siang mas kuliah. Tidak asa pertemuan lainnya. Tidak ada main atau apapun semua demi kelangsungan kehidupan kita. Paham?" ucap Atha. Flo kini menatap manik mata suaminua untuk menemukan sebuah kejujuran padanya. Flo melihat bahwa di sana Atha sedang berusaha jujur padanya.
" Aku merasa sendiri mas," jawabnya lirih.
" Baiklah ... Kita akan membuat penerus Flo dan Atha mulai malam ini supaya kamu tidak merasa sendirian lagi," ucap Atha menggendong istrinya dan membawa ke kamar.
Malam ini kamar itu kembali menyeruak hawa panas. Di mana kedua insan itu melebur jaadi satu untuk menggapai kebahagiaan dunia yang tak bisa di lewatkan. Mereka merajut kasih demi untuk kebahagiaan kecilnya. Mereka saling mengisi kekosongan dan kekurangan dalam diri. Tak ada niat untuk menyakiti satu sama lain setelah ikrar itu di buat. Hanya kebahagiaan yang Ingin Atha berikan pada istrinya itu.
" Masih marah ... " lirih Atha dalam keadaan masih memeluk istrinya setelah menemukan kebahagiaan di atas ranjangnya.
" Bukan marah mas," jawab Flo.
" Lantas? Curiga ... " goda Atha padanya.
" Merasa sendiri," jawabnya singkat.
" Jika ingin maka berkirim pesan saja. Mas pasti datang," goda Atha sambil terkekeh.
" ingin ... Mas ini! Selalu saja bercanda," jawab Flo dengan mencebik.
" Aku benar-benar sedang berjuang sayang. Tak ada niat untuk mengabaikanmu barang sedikit saja. Aku hanya melonggarkan waktu untukmu supaya fokus sidang," jawab Atha nampak sangat dewasa sekali.
__ADS_1
" Manis sekali ... Pasti uangnya habis di pakai buat rumah baru mobio sama nyalon ya???" goda Flo. Atha tersenyum.
" Sekalipun bersih jika membuatmu bahagia aku tak keberatan Flo. Tapi jangan menuduhku berselingkuh aku seakan tak menemukan kepercayaan pada dirimu jika itu sampai terjadi," jawab Atha sambio menghela nafas.
" Maaf ya mas ... Aku tidak bermaksud menuduh," jawab Flo memeluk erat suaminya.
" Tentu sayang," jawabnya dengan mengecup puncak kepalanya sambil tersenyum.
" Tidurlah! Besok kita ke pesantren .. " ucap Atha.
" Ngapain? Kangen sama mbak zahra ya!" tebak Flo dengan manyun.
" Istri mas ini suka bener ya bikin spekulasi??? Apa karena tidak di jamah berbulan-bulan hmmm ... Jadi, curiganya udah yang kelewat batas. Ayok jawab???!" tanya Atha sambil tersenyum tapi cukup kenyentil hati Flo.
" Kali aja mas," jawabnya lirih.
" Sayang ... Di sana itu keluarga mas! Zahra pun juga kakak ipar mas. Mana mungkin mas berani mencintai oramg yang sudah di nikahi saudara mas sendiri sih. Ayolah Atha sudah memilihmu sayang!" jawab Atha sambil menghujani banyak kecupan.
" Hmmm ... " flo hanya menimpali singkat yang membuat Atha gemas.
" Ada Haul-nya kakek buyut sayang," jawabnya yang kemudian mengangguk.
" Lain kali katakan aku harus melakukannya berapa kali karena sudah mengabaikanmu beberapa bulan. Jangan ambekan gini! Susah buat kamunya senyum flo," jawab Atha nyengir.
" Enak saja mau berapa kali? Mas kali ya yang ketagihan," cebiknya menatap sang suami.
" Kali aja sembuh ... Buktinya ambekan nya udah kelar nih habis 3 ronde," goda Atha sambil terkekeh.
Cup.
Atha jadi tersenyum menggeleng.
...----------------...
Keesokan harinya ...
Kali ini Zea absen tidak pulang dia benar-benar fokus pada kuliahnya. Atha dan Flo yang sudah bersiap pulang ke kampumg halaman dengan dress code putra kyai itu nampak sangat wow. Mereka begitu bersahaja dengan sekali mengenakannya.
Saat dalam perjalanan papi Rangga telpon ...
♡ Bagus ya udah lupain papi ? Gak jenguk sama sekali??? Udah punya suami ideal pilihan papi sekarang papi lewatttt.
♡ Papi .... Jangan gitu dong! Maaf ... flo sibuk dengan sidang skripsi
♡ bercanda sayang ...
♡ papi Flo ke rumah ummi dulu
♡ kalau sudah dari sana main-main ke rumah papi ya sayang! Ada yang mau di jelasin sama kalian berdua
__ADS_1
♡ Baik pi
♡ salam untuk suami tampanmu itu
♡ Siap papi
Percakapan ayah dan anak itu membuat rangga tak henti-hentinya menyunggingkan senyum tampan. Flo juga hanya menggelengkan kepala saat papinya itu titip salam untuk suaminya.
" Di kira pacarnya kali ya titip salam. Ada aja ini papi," keluhnya sambil mematikan ponsel.
" Rindu berat tuh papi sama anak mantu," ucap Atha.
" Geli aku mas," jawab Flo demgan di ikuti tawa mereka berdua.
Sesampainya di halaman pesantren Atha dan istri di sambut keluarga dengan baik. Di sana atha menemukan kakaknya dan memeluk kakaknya.
" Sehat Tha?" tanya sang kakak.
" alhmdulillah kak. Kakak sendiri bagaimana?" tanyanya pada sang kakak.
" Baik ... " jawabnya. Namun Atha melihat sorot tidak baik -baik saja. Atha tersenyum saja saat melihat itu.
Sore ini kegiatan haul berjalan dengan lancar. Semua santri nampak sangat sopan dan menikmati rangkaian acara. Flo bahagia sekali menjadi bagian dari mereka.
" Neng ...!" sapa salah seorang santri yang mau sungkem.
" Oh, iya .... " jawabnya sambio menerima uluran tangannya.
seusai acara Flo di minta istirahat sejenak. Namun dia mendekati ummi-nya. Membantu ummi untuk membereskan ruang tamu.
" Flo bantu ummi ... " ucapnya.
" Sayang ... Jangan nanti capek," jawab ummi wardah.
" Ummi ... flo masih muda capekk sedikit tidak apa-apa," jawabnya sambil tersenyum.
" Cantik sayang ... " lirih ummi.
" Iya ummi ... ??" tanyanya karena tadi mendengar aamar-samar.
" Cantik kalau pakai dress sayang," jawab Ummi.
Malu. Itu yang di rasakan Flo karena selama ini jarang memakai dress.
" Maaksih ummi," jawab Flo sopan.
Dari kejauhan nampak mata memandang ke arah keduanya. Tak lain adalah zahra. Dia merasa ada kecemburuan dalam dadanya saat ini.
Seandainya aku menerima Atha, saat ini bukan kamu yang menjadi istrinya. Kamu bahagia karena aku yang melepaskannya. Batinnya dari kejauhan.
__ADS_1
Likeeeeee. Likeeeeee. Likeeee.