
Dinginnya Malam ini meronta-ronta masuk ke pori-pori kulit dengan paksa. Kulit berasa seperti di lemari pendingin. Atha sedari tadi masih belum ke kamar. Sedangkan Flo juga sibuk membantu mertuanya.
Atha yang duduk sendiri di teras depan tempat favorite-nya menikmati suasana malam pesantren yang dia rindukan.
" Bahkan semuanya masih sama. Setelah menyandang gelar suami selama 6 bulan lamanya tak membuatku berhenti menganggumi rumah masa kecilku," gumamnya.
" Sedang melamun apa Tha?" tanya kak Azdkan.
" Sedang menikati suasana malam kak. Bagaimana hubunganmu dengannya kak? Apakah baik-baik saja?" Atha mulai menanyakan perihal itu karena nampak kakaknya itu ada jarak dengan sang istri.
" Baik ... " jawabnya singkat.
" Kak? Bukan itu yang ku tanyakan. Kamu tahulah kak maksudku? Kita sudah sama-sama menikah," ucap Atha gamblang. Azdkan jadi terkekeh.
" Apakah itu artinya kalian sudah menyatu antara satu dengan yang lain???" tanya Azdkan menyelidik. Atha mengangguk sambil mengiyakan.
" Itu kamu paham kak maksudku," jawabnya dengan menatap ke depan lagi.
" Tha ... Kisah rumah tangga kita mungkin sedikit berbeda. Aku tidak ingin memaksakan kehendak. Jika dia siap itu lebih baik. Setidaknya tak ada paksaan dalam hubungan ini," jawab Adzkan tersenyum.
" Kak ini bukan perihal memaksa dan di paksa. Tapi kalian menikah karena dia yang menerimamu. Jadi, harusnya tidak ada masalah saat ini. Bukan malah jauh," jawab Atha terlihat sedikit kesal dengan jawaban kakaknya.
" Itu kan kata orang Tha! Tapi realitanya semua orang belum tentu tahu," jawab adzkan.
" Kak! Jawab aku ... Apakah sebelum menikahinya kamu memiliki seorang kekasih???" tanya Atha mulai penuh selidik.
" Siapa aku Tha??? Aku tak cukup berani mencoreng nama keluarga kita. Kau tahu jika kita semua di larang berpacaran. Bukankah begitu??" tanya adzkan pada adiknya. Atha menghela nafas.
" Lalu bagaimana bisa kalian menjalani pernikahan seperti ini. Ini bodoh namanya kak!" protesnya.
" Tidak ada kata bodoh jika ingin membahagiakan kedua orang tua kita Tha. Aku minta maaf karena pernikahanku kamu malah harus menikah juga di usia muda. Pasti sangat berat kuliah sambil kuliah," jawab Adzkan. Atha yang mendengar menggelengkan kepala.
" Kamu memang sabar kak! Semoga saja istrimu itu mendapatkan hidayah-NYA. Jangan khawatirkan aku. Aku dan flo baik-baik saja. Hanya saja jika Ny. Atha ngambek itu yang agak repot kak," ucap Atha sambil terkekeh.
" Memangnya apa ambekannya Tha?? Kan masih manten baru. Progress kalian bagus dalam menjalani pernikahan," jawab adzkan.
__ADS_1
" Bagus menurut kakak. Kami bahkan banyak kendala mulai dari kekasih Flo yang tidak mau putus sepihak sampai Daniah yang merecoh rumah tangga kami," ucap Atha menerawang.
" Flo punya kekasih??" tanya adzkan di jawab anggukan oleh adiknya. " Daniah??? Kenapa gadis itu?" tanya adzkan bingung.
" Daniah begitu mencintaiku kak. Tapi, aku tidak bisa karena sama sekali aku tak memiliki perasaan khusus padanya. Kamu tahulah kak bagaimana karakter Daniah. Paman sampai meminta maaf padaku akibat ulah putrinya," jawab Atha gamblang.
Saat mereka asik mengobrol di depan tiba-tiba ummi menyapa mereka.
" Tha ... Istrinya tadi capek bantuin Ummi ! Sudah sana pergi kasihan temenin. Adzkan kamu juga apakah gak ingat kalau sudah beristri??" tanya ummi pada kedua putranya itu.
" Iya ummi," jawab mereka kompak dan pergi dari sanaa.
Mereka pun pergi dari sana dengan tidak kembali menoleh. Atha masuk ke kamarnya begitu pun adzkan.
" Sayang ... Kata ummi capek bantuin??!" tanya Atha duduk di sampingnya.
" Enggaklah mas ... Tenaganya anak muda kan beda sama yang udah agak usia. Ummi khawatir saja karena kamu belum hamil di pikir karena kelelahan," jawab Atha sengaja menggoda istrinya.
" Hah? Apa hubungannya mas lelah sama hamil. Ayo dong! Jangan si sangkut pautkanlah mas. Beda lah!" serunua dengan menggeleng. Atha berucap kembali.
" Mereka itu satu kesatuan Flo. Jika salah satu tidak hadir maka tak akan terjadi pembuahan," ucap Atha sambil tersenyum saat istrinya menyimak.
" Beneran aayang. Gak bohong loh suer!!!" godanya membuat Flo tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Mas ini benar-benar pintar bikin malu Flo deh," jawab Flo.
" Seriusan aayang," Ucap Atha.
" Baiklah mas jika benar begitu. Ku lihat tadi mbak zahra berjalan ke kamar," jawab Flo yang tak paham jika suaminya kini menanyakan perihal antar mengantar sekaligus sedikit curiga.
" Gak tuh! Mas bareng sama mas adzkan sayang dari depan," jawab Atha yang sekarang sudah menatap lekat istrinya.
" Kita sunnah Rasul dulu yukkk!" ajak Atha. Flo jadi menunduk malu.
" Di rumah ummi mas," ucapnya.
" Gapapa lah sayang. Kan ummi pengen cucu," jawabnya sambil menggoda.
__ADS_1
Mereka pun melaksanakan sholat 2 Rokaat dan setelahnya Atha mencium kening istrinya penuh dengan kasih sayang. Flo pun mencium punggung tangan suaminya dengan penuh rasa hormat.
" Maaf ya sayang ... Apabila kasih sayang dari mas kurang. Sekali lagi mari kita warnai rumah tangga ini dengan kebahagiaan sayang. Jika ada kerikil atau duri yang menancap mari kita obati bersama. Jangan lupa percaya pada mas itu sangat penting," ucap Atha dengan penuh perasaan.
" Iya Mas," jawab Flo dengan tersenyum haru.
Saat Atha hendak mencium Flo suara pintu kamar benar-benar menganggu kali ini. Atha jadi garuk-gqruk kepala seperti tengah kepergok. Flo hanya nyengir.
" Mas ... Lihat sebentar!" pamit Atha. Flo mengangguk patuh.
Atha pun melangkahkan kakinya untuk menuju pintu. Saat dia membuka kamar begitu terkejutnya saat dia melihat Zahra di depan pintu kamar. Namun Atha menetralisir prasangkanya itu.
" Ada apa?" tanya Atha.
" Bisakah kita bicara sebentar?" tanya Zahra. Atha nampak melihat jam di dinding dan menatap Zahra.
" Apa kakak tidak mencarimu? Kenapa hampir tengah malam mau bicara denganku? Istirahatlah ! Kita bisa berbicara besok," tolak Atha dengan sopan.
" Tapi aku ingin berbicara padamu Zafin," ucapnya agak memaksa.
" Bicara besok saja! Kasihan istriku dia sudah menungguku. Maafkan aku untuk saat ini jangan mengajakku keluar. Pergilah istirahat!" seru Atha kemudian menutup pintunya. Atha mengelus âùdadanya itu. Dia khawatir zahra menemuinya tanpa memberitahu sang kakak.
Saat Atha kembali menutup pintu. Suara istrinya menyapa dirinya yang sibuk berspekulasi tentang zahra yang nampak berbeda.
Ada apa dengan dia sebenarnya???
" Mas ... Ada siapa di luar??" tanya Flo dengan menatap suaminya.
" Oh, itu sayang ada istri mas adzkan," jawabnya dengan tanpa menyebut nama.
" Apa ??? Mbak zahra ... " jawabnya memperjelas.
" Ada apa dia kemari?" tanya Flo menelisik. Dia merasa tak merasa berselera saat ini. Moodnya juga tidak baik setelah gadis itu datang menghampiri suaminya terang-terangan di depan kamar hampir tengah malam.
" Ingin berbicara denganku tapi aku menolaknya tak ingin ada prasangka buruk dari keluargaku," jawab Atha nampak sudah tak berselera pula.
Tuh, kan si mbak Zahra! Ada hal yang di sembunyikan dalam hatinya. Hmmm ... Semoga kami semua baik-baik saja. Batin flo.
__ADS_1
Likeeeeeeeee. Yahhhhh maaciwww.