Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Pelukan Hangat


__ADS_3

Hari ini perkuliahan mereka berjalan dengan sangat melelahkan karena harus mengikuti materi tambahan. Flo yang sudah berada di semester akhir pun mencoba untuk mengejar keterlambatannya. Dia berada di perpus dan meminjam buku yang dia butuhkan. Angel dengan setia menemani.


" Ngel ... Loe gak butuh buku apa-apa lagi?" tanya Flo. Angel geleng kepala.


" Udah ah ... Banyak bikin aku pusing," jawab Angel dengan nyengir.


" Kebiasaan sih kamu ngel," jawabnya.


Mereka pun bergegas menuju taman dimana di sana ada sebuah Gazebo. Di halaman kampus ini Flo dan angel terbiasa menghabiskan waktu untuk belajar. Dulu dia mungkin dia siswi dan mahasiswi berprestasi tapi saat ini ya sudahlah saatnya fokus pada skripsi.


♤ Sayang ... Mas ada pekerjaan dengan Arif mau ikut tidak?


♤ Flo di kampus aja ya mas lagi belajar mengerjakan ketertinggalan kemarin ini sama angel


♤ Ya, sudah kabari ya sayang mas harus segera ke arif.


♤ Oke. Hati-hati ya


♤ Oke.


Manis manja di saat baru udah biasa ya. Maklum manten baru pasti maha benar saja. Yang lainnya emang lagi numpang di sono.


" Udah senyumnya non? Kapan selesainya," angel kembali membuka suara.


" Okeeee ... Lanjut!" seru Flo sambil memeluk angel.


Mereka pun belajar dengan menikmati suasana sore di kampus. Angel yang merasa haus pun berpamitan pada Flo untuk membeli minuman di kantin.


" Flo ... Bentar ya gue ke kantin dulu," pamit Si angel. Flo menganggu paham dia pun melanjutkan kembali fokus pada bukunya. Kacamata juga bertengger di mata indah Flo. Saat gadis itu sedang fokus tiba-tiba saja asa pelukan dari belakang yang membuat Flo terjingkat.


" Aku merindukanmu sayang! Jangan membuatku salah paham dengan kata-katamu waktu itu. Aku bahkan tidak mau melakukan hal bodoh yang kau katakan!" pelukan itu membuat Flo masih diam tak bersuara. Namuj detik berikutnya.


" Dannis Tolong lepasin aku sekarang! Sudah ku katakan aku sudah menikah jangan melakukan hal yang di luar batasan hubungan kita," ucap Flo terlihat tak suka dengan perlakuan Dannis.


" Apakah kesalahanku Flo sehingga kamu terus mengatakan sudah menikah," jawab Dannis masih saja tak percaya.


" Aku sedang tak bercanda saat ini Dan! Lepaskan pelukanmu sekarang sebelum ada orang yang berpikir macam-macam pada kita," jawab Flo tegas. Dannis pun melerai pelukannya itu.


" Flo ... Please jangan seperti ini. Kita baru memulainya bilang saja apa yang harus ku perbaiki," ujar Dannis dengan menatap sayu pada Flo.


Flo nampak mengusap air matanya. Bukan karena dia mencintai Dannis tapi karena gadis itu merasa telah mempermainkan Dannis yang baik. Dannis mencoba mengusap air matanya namun Flo melarangnya.

__ADS_1


" Jangan membuatku berdosa Dannis dengan membuatmu kembali menyentuhku. Aku mohon ..." lirih Flo sambil sesenggukan.


" Flo! Katakanlah apa salahku?" tanya Dannis penuh dengan keseriusan.


" Kamu tak salah apapun Dannis. Aku yang salah melanggar apa yang papa-ku katakan. Sehingga aku harus menikah," jawab Flo dengan senyum pada Dannis.


" Jika tidak cinta mintalah padanya untuk kembali bersamaku Flo," jawab Dannis memohon.


Dari belakang suara bariton seseorang membuat Flo dan Dannis menoleh sempurna. Di sana sudah nampak angel dan Atha yang berdiri mematung.


" Siapa yang tidak Cinta !" Seru Atha pada mereka berdua. Flo nampak masih terdiam. Sedangkan Dannis tersenyum pada Atha.


" Tha ... Kok bareng angel dari mana kalian?" tanya balik Dannis yang memang tidak tahu jika Atha adalah suami gadis yang dia cintai.


" Tidak sengaja bertemu di sini barusan. Kamu sendiri sedang apa kak?" tanya balik Atha. Dannis langsung menunjuk Flo yang diam di depannya.


" Tahu- lah Tha ... Ini dia yang membuatku galau beberapa hari ini," jawab Dannis dengan senyum. Atha dan angel berjalan mendekat ke arah mereka.


" Kenapa memangnya? Apa yang dia lakukan?" tanya Atha sambil duduk dan dengan tidak biasanya dia makan camilan dan gabung dengan perempuan. Menurut Dannis ada hal tak biasa.


" Gak begitu urgent kok. Kamu tumbenan Tha gabung sama kakak kelas?" tanya Dannis. Atha terdiam sejenak.


" Sedang ingin menemui seseorang - lah," jawab Atha akhirnya.


" Aku antar ya Flo!" seru Dannis.


" Jangan! Aku sudah ada yang menjemput," Tolak flo dengan wajah masih menunduk.


" Flo .... " lirih Dannis. " Besok berjanjilah menemuiku," pinta Dannis.


" Kita lihat besok! Sekarang pulanglah," usir Flo pada Dannis. Dia sudah kehabisan kata untuk berbincang dengan Dannis. Atha pun tak mengatakan hubungannya dengan dirijya apa. Malah membuatnya kian ambigu.


" Baiklah ... Hati-hati di jalan. Permisi! Tha gue duluan ya!" pamit Dannis.


" Oke ... Hati-hati bro!" serunya dengan tersenyum.


Angel menyodorkan minumannya pada Flo ...


" Minumlah Flo!" tawar Angel padanya.


" Kau bilang besok dia menemuiku ngel! Tapi lihatlah dia yang sudah sangat berani padaku. Dia betul-betul mengesalkan," kesal Flo pada angel.

__ADS_1


" Flo ... Dia bilang memang besok! Sungguh deh, suer ... Gue kaget pas lihat dia udah di depan loe. Sorry ya!" ucap angel menjelaskan.


" Aku mau pulang! Ini uang jajannya. Pengen rebahan ngel capek," Flo pun membereskan bukunya dengan manyun dan segera berdiri dan berjlaan menjauh dari sana.


Saat Flo sudah berjalan lebih dulu angel menatap Atha yang berada di sampingnya.


" atha ... Ini gimana ? Dia ngambek loh ta suer. Kalau ngambek susah bangey jinakin dia," ucap Angel.


" Udah ... Pulang dan istirahat! Flo akan aku bereskan. Thank you udah nemenij dia," jawab Atha sambil senyum.


Kepergian Atha membuat angel gamang.


Itu anak gak marah ya lihat bini-nya sama pacar yang sangat mecintai dia banget. Takjub gue sesantai itu loh ekspresinya Atha saat lihat. Gue pikir tadi atha akan meluapkan emosinya. Eh, ternyata enggak banget. Bahkan dua cowok itu malah mengobrol. Batinnya saat melihat Atha berlari mengejar istrinya.


Ketika berada di dalam mobil ...


" Kenapa diam saja si Flo??" tanya Atha.


" Gapapa ... " jawabnya singkat.


Atha sengaja membuat istrinya itu lebih tenang dulu. Sesampainya di rumah dia juga tak kunjung berbicara. Dia berlari ke dalam rumah tanpa menoleh. Atha biarkan semuanya itu. Atha menutup gerbang rumahnya.


Dia mulai berjalan mencari keberadaan Flo di kamar namuj dia tak menemukannya. Dia juga mencari di ruang kerja gak ada. Di dapur gak ada balkon juga kosong. Kamar -kamar di rumah itu juga sudah di kelilingi. Saat Atha panik dia mendengar suara gemericik air. Dia pun menghela nafas.


Tok. Tok. Tok.


" Flo ... Sedang apa?" tanya mencoba mengetuk pintu.


" mandi," jawabnya singkat. Atha yang sudah gemas akhirnya membuka pintu kamar mandi yang lupa Flo kunci. Tapi Atha malah melongo karena Flo malah sedang duduk dan menutup wajahnya di kedua kakinya.


Sudah ku katakan dari awal aku tidak mau. Kau selalu memaksa menjadi kekasihku. Lihatlah Dan kau membuatku seperti perempuan gak baik. Flo seseunggukan.


Atha memberikan pelukan hangat pada istrinya.


" Jangan menangis! Bukankah aku tidak marah? Jadi berhentilah semua bahkan akan baik-baik saja," lirih Atha. Namun gadis itu malah menaikkan volume tangisnya. Sehingga Atha hanya membelai rambutnya


Cup. Cup. Cup


" Sudah dong malu! Masak udha gede nangis sih," keluh Atha.


.

__ADS_1


Likeeee dong! Mau ya mau ya !!! Maaciwwww sayangkuuuuu


__ADS_2