
Suasana ruang tamu nampak sangat mencekam bagi Daniah tapi tidak dengan Dannis. Dia sudah tak peduli terhadap hidupnya saat ini. Cintanya pada Flo terbilang sangatlah besar sehingga dia tak mampu menyakitinya.
Tatapan nanar dari Atha membuat Daniah menunduk tidak sanggup membalas tatapannya. Flo nampak terlihat tenang dan memgambil dan menekan remot yang berada di tangannya.
" Lihatlah!" seru Flo tanpa basa basi.
Semua orang di sana terkejut bukan kepalang pada kejadian yang berdurasi 30 menit itu. Mata paman Rahman sudah mulai melemah dan berkabut. Dannis pun nampak tersenyum membiarkan semua berjalan sesuai keinginan Flo. Setidaknya dia tak perlu kembali melakukan kesalahan karena Daniah.
" Daniah! Apakah seperti ini caramu membalas kasih sayang papa nak! Tak terlintaskah dalam benakmu untuk berbuat baik sedikit aaja untuk orang lain," kali ini suara paman begitu berat.
" Paman ... Jangan memarahinya di tempatku! Bawalah Daniah pulang. Tugasku sudah selesai untuk menunjukkan bukti yang papiku bawa sebelum meninggalkan dunia ini. Permisi! Aku harus menemui putra - putriku," pamit Flo dengan menundukkan badan dan pergi berlalu dari sana.
" Tha ... Please maafkan aku! Aku hanya ingin menjadi bagian hidupmu hanya itu," ucap Daniah dengan rasa takut karena sudah menjebaknya.
" Semuanya sudah terjadi. Kamu adalah temanku Daniah aku sudah sering mengucapkannya padamu dan membuatmu memahaminya tapi kenapa kamu selalu gagal paham akan semua tentang kita," sesal Atha.
" Kita pulang sekarang Daniah!" sarkas paman Rahman dan menatap penuh kilat kemarahan pada Dannis. " Dan kamu! Ikut saya ke rumah," perintah rahman pada Dannis. Laki-laki itu hanya mengangguk paham dan memgikuti tanpa protes.
" Atha kami permisi! Terima kasih sudah menemukan buktinya jika tidak aku akan berdosa sepanjang waktu karena putriku yang pemikirannya sempit itu!" marah paman Rahman sambil berjalan keluar. Atha hanya mengangguk tak menimpalinya.
Saat Dannis berjalan keluar dia sempat mengatakan suatu hal pada Atha.
" Berbahagialah setelah ini dengan flo! Akan aku urus teman gilamu itu sampai akhir hayatku," ucapnya membuat Atha menghela nafas.
...----------------...
Setelah kejadian di ruang tamu itu. Baik Flo maupun Atha tak pernah mencari tahu apa yang terjadi. Mereka berdua fokus mengasuh putra putrinya. Atha juga fokus menyelesaikan skripsinya. Bisnis kuliner Atha pun kian melaju pesat. Mungkin inilah yang di katakan rezeki setelah menikah. Adzkan dan Zahra pun sudah tidak di pedulikan kabarnya oleh Atha. Terakhir Atha dengar kakaknya itu ingin berpoligami dengam seseorang. Namun Atha masih belum sempat bertanya kembali padanya perihal itu sebab dirinya sendiri tengah sedang ada masalah.
" Mas ... Bolehkah Flo ikut mengajar mengaji anak - anak?" tanya Flo saat menyajikam hidangan makan malam. Atha tersenyum.
" Bolehlah sayang ... Asalkan anak - anak kita aman. Kamu boleh ikut mengajar," jawabnya sambil menahan tangan flo dan mengecup punggung tangannya.
" Terima kasih sudah bersabar istriku," ucapnya dengan mesra. Atha menatap istrinya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Sama - sama mas," jawabnya dengan tersenyum.
" Umma Accu ...... Ini ca .. Ca..k da ... Tang!" teriak Hafla dengan imutnya. Sontak saja Atha dan istrinya itu menoleh dengan wajah tersenyum saat melihat si kecilnya sudah mulai bisa berbicara meskipun tak sempurna.
" Sayangnya Umma sama Abi datang! Dari mana nak ... ?" tanya Flo sambil merentangkan kedua tangannya. Sedangkan Atha menatap seseorang yang datang bersama puteranya itu.
Dannis ... Ya pemuda yang pernah menjadi ikut andil dalam prahara rumah tangganya. Flo yang melihat sudah nampak biasa saja. Dia mempersilahkan suaminya menemui Dannis. Kedua pemuda itu pun berada di meja makan untuk makan bersama terlebih dahulu beberapa menit.
Setelahnya ....
" Bagaimana kabarmu mas?" tanya Atha. Ini pertama kalinya Atha memanggil sapaan mas pada Dannis. Dannis terkekeh mendengarnya tapi senang dengan panggilan itu.
" Aku baik Tha. Teman gilamu yang sampai saat ini tidak baik. Tapi aku berusaha memberikan kebahagiaan setiap harinya," ucap Dannis memgawali. Atha menatap tak paham.
" Apa yang terjadi setelahnya?" tanya Atha.
" Kami di nikahkan oleh paman Rahman kalian itu," jawab Dannis dengan santainya.
" Mas tidak menolaknya?" tanya Atha sedikit tak percaya. Dannis menggelengkan kepala.
" Terima kasih sudah menjaganya ... " jawab Atha. Dannis mengangguk. " apakah sejauh ini dia menyusahkanmu?" tanyanya masih penasaran. Dannis terkekeh.
" Jangan bertanya! Itu sudah pasti. Tapi akan aku buat dia tak berkutik lagi suatu hari," jawab Dannis.
" Jangan kamu sakiti dia Kak Dannis!" seru Flo berjalan mendekat. Dannis tersenyum miris.
" Tentu ... Aku akan menjaganya. Meskipun gadis itu membuat hidupku berisik," jawabnya dengan miris.
Kenapa jadi aku yang repot akan Daniah??? Menyusahkan sekali. Alih-alih seharusnya aku bahagia bersama Flo malah mendapatkan gadis kekanakan yang gila cinta pada Atha. Menyebalkan sekali. Takdir ini seakan membuatku salah kaprah.
" Makanlah dulu mas! Aku akan keluar sebentar ," pamit Atha karena melihat wali murid datang ke rumahnya.
Kini Dannis menatap Flo yang sedang menikmati makanannya. Flo nampak sudah lebih baik dari sebelumnya. Dia menatap tersenyum bahagia saat melihat flo seperti ini.
__ADS_1
" Ada apa menatapku demikian?" tanyanya ketus sekali. Dannis terkekeh mendengarnya.
" Apakah kamu memiliki banyak mata sehingga tahu aku sedang memperhatikan detik ini," jawab Dannis.
" Tidak perlu aku Jelaskan hal itu. Katakan saja mau bicara apa?" tanya Flo pada akhirnya.
" Maafkan aku Flo ... Sungguh! Tak ada niat bagiku untuk merusak kehidupan kalian," jawabnya. Flo nampak tersenyum meremehkan ucapan Dannis.
" Lalu?" tanya Flo singkat nampak tak bersahabat.
" Aku lelah melihat Daniah selalu merecoh kehidupan kalian," jawabnya tanpa senyum dan artinya pemuda di hadapannya ini serius.
" Apa hubungan lelah dengan Daniah serta rumah tangga kami?" tanya Flo yang masih setia dengan makanannya.
" Dia selalu mencari kesempatan untuk masuk rumah tangga kalian. Sedangkan aku ... Aku tidak bisa melihat orang yang aku cintai terus - terusan dalam bayangan orang lain seperti itu," cecar Dannis. Flo diam seribu bahasa.
" Tapi karena pemikiran itu malah membuatku kehilangan sosok papi yang begitu berarti buatku. Seharusnya aku tidak egois bukan memikirkan kebahagiaanku sendiri?" flo kini nampak kembali suram.
" Itu bukan bagian dari planningku flo!" serunya.
" Aku tahu ... Tapi realnya itu sudah terjadi," jawabnya lagi.
" Maaf ... Aku tidak bisa mencegah kejadian itu," jawab Dannis menunduk merasa sangat bersalah.
" Tidak apa - apa ... " jawab Flo.
Tak berselang lama Atha datang dengan membawa sesuatu. Dia tersenyum pada Dannis dan istrinya.
" Apa itu mas?" tanya Flo.
" Oleh -oleh dari wali murid sayang," jawabnya dengan senyum.
Mereka sama-sama tersenyum. Atha dan Flo setelah kehilangan papi mereka memutuskan untuk membuka sebuah tempat mengaji untuk anak- anak baik remaja maupum dewasa.
__ADS_1
Likeeeeee ya!