
Jam 03.00 Dini hari sudah membuat Atha terbangun. Dia menatap Flo yang sudah melayaninya dengan baik semalam. Atha tersenyum sambil membelai wajah istrinya.
" Ya Allah ... Terima kasih sudah menghadirkan dia dalam kehidupanku. Semoga dia bisa menjadi benteng imanku hingga akhir hayat. Jadikanlah dia istri yang sholihah bagi Atha. Aku bahkan tidak tahu jika gadis yang memiliki banyak kegelisahan di dalam sudut manik matanya yang indah itu kini engkau pasrahkan padaku untuk aku bahagiakan," lirihnya membuat tidur Flo terusik karena geli.
Flo yang tadinya tertidur pulas jadi membuka kedua matanya itu. Dia tersenyum pada Atha yang bersandar pada kepala Ranjang. Flo pun ikut duduk di sebelahnya.
" Sudah tadi mas bangunnya?" Tanya Flo menatap suaminya.
" Baru saja. Bersuci yuk! Setelah ini kita sholat sepertiga malam bersama," ucap Atha. Flo mengangguk mengiyakan.
" Iya mas," jawab Flo.
Tanpa aba-aba Atha segera menggendong istrinya itu. Flo jadi menatap suaminya. Atha hanya tersenyum kecil.
" Kita mandi bareng biar jadi pahala dan supaya cepat selesai," ucap Atha. Urung sudah niatnya untuk bertanya. Karena Atha sudah seperti paranormal mengetahui isi hatinya. Flo hanya mengangguk patuh.
30 menit berlalu ....
Mereka nampak sholat berjamaah sama-sama. Flo mengikuti pergerakan Atha sebagai imam baginya. Bagi Flo ini adalah kali pertamanya dia sholat malam dalam perjalanan hidupnya yang katanya bahagia itu. Atha yang belum genap 1 bulan menjadi suaminya sudah memberikan banyak pelajaran bagi dirinya. Jika mengaji dan sholat 5 waktu sudah di ajarkan oleh Mami. Tapi sunnah-sunnah lainnya mami hanya membahasnya sesekali.
اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Artinya: "Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar."
"Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, hanya kepada-Mu-lah aku kembali (bertaubat), kepada-Mu-lah aku mengadu, dan kepada-Mu-lah aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah."
__ADS_1
" Aamiin ya robbal Alamin," Flo mengamini doa suaminya itu. Dia tak merasa jika air mata turun begitu saja. Selama ini dia hanya sholat kemudian kembali pada aktivitas dunia tanpa mengetahui makna dalam semua doa yang dia ucapkan. Atha yang sudah selesai membalikkan badannya dan mengusap air mata istrinya dengan perlahan. Flo yang merasa Sudah selesai mencium punggung tangan Atha. Atha pun mencium kening istrinya sambil berdoa kembali.
Robbanaa hab lanaa min azwaajina wadzurriyyaatinaa qurrota a'yuniw waj'alnaa lil muttaqiina imaama.
" Terima kasih ... Sudah menjadi istriku. Semoga pernikahan yang awalnya terkesan main-main ini akan membawa kita sampai ke surganya Allah," ucap Atha.
" Aamiin mas," jawabnya sambil memeluk Atha.
Seusai sholat malam. Mereka pun melanjutkan sholat shubuh berjamaah yang mereka lakukan setiap hari. Rutinitas baru bagi Atha dan Flo. Jika sebelumnya Flo dan atha sama-sama melaksanakan sholat shubuh sendiri saja kali ini mereka meraih pahala bersama-sama.
Cahaya Fajar mulai menyeruak menyinari menembus korden kamar milik Atha. Seperti biasa Flo yang membersihkan kamar dan Atha yang membersihkan halaman rumah. Mereka berdua kolaborasi dalam menjaga kebersihan rumah bukan tanpa sebab mereka melakukannya sendiri. Biar kedekatannya semakin hari semakin baik. Seusai membersihkan bagian rumah yang nampak agak berantakan. Flo beralih ke dapur dan memasak. Dia yang sedang fokus membuat lauk pauk mendapat pelukan sayang dari suaminya.
" Kasihan putri dokter rangga ini! Aku buat bersih-bersih rumah aku suruh masak tanpa menggunakan jasa asisten rumah tangga," ledek Atha membuat Flo senyum.
" Lain kali carikan supaya aku tidak makin kurus," canda Flo membuat Atha membalikka badannya.
" Ya kan emang pake daster mas sayang .... Udah ah sana mandi! Biar gak telat ngampusnya. Oh iya mas nanti aku ke klinik ya! Aku harus mengecek produk aku biar gak telantar," ucap Flo.
" Tentu sayang ... Kamu harus merawat klinik kecantikanmu itu. Kamu mendirikannya susah payah. Kenapa dulu tak berkeinginan kuliah kedokteran saja???" tanya Atha membuka obrolan lebih lama dengan istrinya itu.
" Malas aja mas ... Terlalu banyak teori yang harus di hafalin," ucapnya sedikit enggan. Atha hanya menggelengkan kepala.
Saat mereka sedang berbincang pagi ...
Ting. Tong. Assalamualaikum.
Suara bel berbunyi menandakan ada orang yang berkunjung ke rumah ini pagi-pagi. Atha menatap istrinya yang menggunakan daster panjang dan jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu.
" Assalamualaikum Tha," sapa sang kakak adzkan. Atha jadi melongo saat melihat kakaknya berkunjung dengan Zahra.
__ADS_1
" Waalaikumsalam. Kok tidak mengabari kak?" tanya Atha pada kakaknya. Adzkan tersenyum pada Atha.
" Ada seminar Tha dadakan kemarin sore. Makanya nyampe sini pagi," jawab adzkan dengan tutur kata santai.
" Siapa mas!" seru Flo karena Atha tak kunjung kembali.
Atha pun mempersilahkan mereka masuk. Nampak adzkan sangat kagum pasa adiknya ini. Karena mampu membeli rumah dan seperangkatnya tanpa menganggu ummi dan Abinya.
" Sia .... Pa ..?" tanya Flo terbata kala melihat adzkan dan Zahra.
" Hai ... Flo. Maaf ya ganggu pagi-pagi!" serunya membuat Flo nyengir. Pasalnya dia udah kayak pembantu aja pakai daster gitu.
" Hai ... Kak," jawabnya. Atha mendekat dan memeluk istrinya yang agak kikuk itu.
" Mas makanannya udah siap. Flo ke atas ya! Gak enak lagi pakai daster gini," ucapnya dengan nyengir.
" Masih cantik kok adik ipar!" jawab Adzkan dengan terkekeh. Atha juga ikut tersenyum.
" Kak .. Taruhlah barang-barang kalian di kamar tamu. Kami mau bersih-bersih dulu!" pamit Atha yang diikuti anggukan kakaknya.
Mereka berdua pun melipir ke lantai 2. Flo mengikuti Atha dari belakang. Zahra yang melihat adegan live bagaimana Atha begitu menjaga istrinya itu membuat sedikit nyeri melihatnya.
Kau begitu sangat bahagia saat ini Tha. Maafkan aku jika beberapa waktu lalu yang sudah mengabaikanmu dan memilih kakakmu. Karena usiamu yang sangat muda membuat sedikit tak percaya diri jika bersanding denganmu. Batin zahra kala melihat mereka.
" Ayo ... Kita ke kamar tamu Zah!" ajak Adzkan pada istrinya. Zahra tersenyum mengangguk.
Like dong ya!!!! Pagi-pagi udah di kasih up lagi.
Maaciwwww.
__ADS_1