
Setelah kedatangan Dannis ke rumahnya itu setidaknya Atha lebih tenang dalam menjalani kesehariannya. Dia tak lagi harus pusing - pusing memikirkan gadis itu. Wajar jika Atha masih memikirkan keadaannya sebab semenjak kecil mereka sudah sering bersama.
Balkon adalah tempat ternyaman bagi Atha untuk berdzikir dengan mendoakan putra-putranya. Atha saat ini hanya mengembangkan bisnis lewat rumahnya saja. Dia percayakan bisnis itu pada arif. Atha cukup memantau dari rumah dan fokus pada anak santri.
Ya, saat ini bukan hanya TPQ yang menaungi rumahnya. Sebab banyak dari wali santri agar mendirikan pesantren saja. Akhirnya dengan sholat istikharoh Atha pun memantapkan hatinya untuk membuka pesantren. Dengan cinta kasihnya Atha mendirikan pesantren dengan nama 'Ashabul Kahfi'. Sang istri pun turut mendukung suaminya dalam hal kebaikan. Abi Atha pun menyetujui niat baik putranya. Meskipun merelakan akan berjauhan dengan putranya itu. Sementara pesantren Abi Izdi bang Adzkan yang meneruskan.
" Bi ... Ada apa?" tanya Flo dengan memegang pundak suaminya.
" Tidak ada Umma ... Abi hanya tidak menyangka kita sudah jauh melangkah. Pesantren ini kini adalah kehidupan kita. Abi berharap anak - anak kelak dapat meneruskannya kelak," jawab Atha.
" Aamiin bi ... " jawab Flo sambil duduk di sebelahnya.
" Anak - anak kemana Umma?" tanya Abi.
" Sedang setoran Hafalan sama Uwa-nya bi," jawab Flo sambil menatap jauh ke depan.
" Bang adzkan datang?" tanya Atha. Flo mengangguk mengiyakan.
" Baru datang bersama istrinya. Bi ... Nampaknya bang adzkan bahagia dengan pernikahannya bersama Mayumi," ucap Flo dengan tersenyum.
" Karena bang Adzkan memang mencintai Mayumi," jawabnya biasa saja.
" Wah, emang iyakah bi?? Kok Umma baru tahu sih," protes Flo. Atha jadi terkekeh mendengarnya.
" Sayangnya Abi yang cantik. Bang adzkan memang sudah lama cintanya sama Mayumi. Dia memang membatasi jarak dengan mayumi agar tidak jatuh cinta. Tapi pilihannya menjauhi mayumi itu malah salah," cerita Atha. Flo membola mendengarnya.
" Lah, ternyata .... " saat mereka sedang mengobrol suara mayumi menghampiri mereka. Panjang umur dia.
" Mbakk ... Gus Atha di panggil mas Adzkan. Maaf menganggu penting katanya," ujar mayumi. Flo tersenyum mengangguk.
" Bi ... Pergilah! Biar mayumi sama Umma," ujarnya membuat Atha mengangguk paham. Atha pun beranjak dari sana meninggalkan mereka berdua.
" Kemarilah may!" panggil Flo. Mayumi pun mendekat tanpa sungkan padanya.
...----------------...
" Ada apa bang?" tanya Atha mendekati kakaknya. Adzkan meminta Si kecil Hafla dan Hagla untuk ikut haddam adiknya itu bermain di pesantren.
__ADS_1
" Apakah Zahra pernah menghubungimu?" tanya adzkan. Atha menggeleng perlahan.
" Ada apa lagi bang dengannya?" tanya Atha.
" Dia meminta talak dari abang karena katanya abang mengabaikannya. Abang tidak mengabaikannya tapi dia masih aaja fokus padamu kadang," jawab Adzkan dengan gamang.
" Abang masih cemburu pada Atha?" tanya Atha menatap abangnya.
" Bukan cemburu Tha! Tapi lebih tepatnya abang seperti suami yang dholim karena mengabaikannya," jawab Adzkan menghela nafas berat.
" Mayumi sendiri bagaimana pendapatnya?" tanya Atha mengalihkan pembicaraan tentang zahra.
" Dia ... Tidak ada masalah dengan zahra," jawab adzkan dengan tanpa beban.
" Bukan itu bang maksud Atha," keluh Atha.
" Lalu?" tanya Adzkan tak paham.
" Nafkah bathin-nya apakah kakak juga tak memberinya pada mayumi?" tanya Atha memastikan hubungan kakaknya.
" Sudah ... Aku sudah menjadikan mayumi istriku seutuhnya," jawab Adzkan membuat Atha lega.
" Abang pasti menyukai zahra Tha. Walau bagaimana dia yang pertama menjadi istri abang. Abang mungkin egois saat ini dengan tidak melepaskan dia. Tapi abang juga masih berjuang mendapatkan hatinya Tha," jawaban abangnya membuat Atha sedikit menggelengkan kepala.
" Bang ... Jangan sampai ada yang tersakiti dengan hubungan kalian," jawabnya dengan mengingatkan abangnya.
Di balkon rumah Atha ...
" Bagaimana menikah dengan mas adzkan? Apakah kamu bahagia May?" tanya Flo membuka pembicaraan dengan kakak iparnya itu.
" Mbak ... Menikah dengannya mungkin hal yang membahagiakan. Tapi sikap dingin mas adzkan pada mbak zahra membuatku tidak enak," jawab Mayumi. Flo paham maksud gadis di hadapannya ini.
" apakah Zahra masih saja tidak suka pada suaminya?" tanya Flo menatap mayumi.
" Sepertinya dia masih berharap kepada gus Atha mbak," jawabnya dengan jelas.
" Tapi ini sudah bertahun - tahun may! Mana mungkin dia masih tidak bisa lupa," ujarnya sambil menghela nafas berat.
__ADS_1
" May tidak paham mbak ... " jawabnya dengan pasrah.
Di sisi lain zahra yang sedang main kabur-kaburan sedang meratapi kehidupannya. Dia sedang tidak ingin kemana pun saat ini. Sia merasa tidak baik - baik aaja saat ini. Dia rasanya lelah dengan kehidupannya saat ini.
Mas ... Kamu bahkan tidak menyentuhku sama sekali. Tapi menceraikan pun enggan lalu Aku harus seperti apa? Melihat kebahagiaanmu dengan Mayumi membuatku cukup tersentil sekali. Kamu bahkan lebih memilih tidur bersamanya dariku. Apa salah jika aku mengajukan perceraian. Aku sedang ingin menghilang dari planet ini.
Zahra saat ini sedang menjauh dari kediaman suaminya. Dia merasa tak diinginkan oleh adzkan. Adzkan pun sudah berubah menurutnya. Zahra mungkin salah telah mencintai Atha di atas pernikahannya dan adzkan. Tapi bukan berarti adzkan melakukan hal ini.
" Nduk ... Apakah kamu sudah membicarakannya dengan suamimu bahwa kamu sudah mencintainya?" tanya sang bibi.
" Untuk apa bi? Semua itu tidak perlu bi. Seharusnya mas adzkan peka terhadap rasa ini. Bukankah dia suami Zahra? Mungkin istri keduanya sangat berharga baginya. Jadi, biarkan saja bi. Zahra seperti ini saja," jawabnya sambil tersenyum.
" Tapi ndak baik nak membiarkan permasalahan keluargamu berlarut - larut," nasehat bibi padanya. Zahra tersenyum cantik pada bibinya.
" Zahra mengajukan cerai pada mas adzkan bi. Mungkin kebahagiaannya sudah bersama mayumi. Jadi, biar zahra yang membentuk kebahagiaan zahra sendiri. Bukankah begini lebih baik bi?" tanyanya dengan senyum yang nampak menahan beban.
" Pikirkanlah lagi," nasehat bibi lagi sebelum dia beranjak pergi.
Di pesantren Ashabul Kahfi.
" Bang jadi imam sholat ya! Atha sedang ada Ceramah di pesantren sebelah untuk memperdalam ilmu agama," pamitnya lalu tersenyum.
" Tentu ... Akan aku urus! Pergilah..." jawabnya dengan senyum paling tampan. Atha mengangguk dan memasuki mobilnya.
" Abi ..... Hafla ikut!!!" rengeknya. Atha tersenyum pada putranya itu dan menggendongnya.
" Sudah siap memang ikut Abi?" tanya Atha. Si kecil Hafla mengangguk bahagia.
" Tapi bi ... Nanti mengangguk," Ragu Umma pada Abi Atha.
" Biarkan dia belajar! Kami pergi dulu ya Assalamualaikum .... " pamit Atha.
" Waalaikumsalam ... Hati - hati bi!" jawabnya dengan senyum.
Flo menatap kepergian mobil suaminya. Dia bahagia saat putranya sudah mulai peka seperti ini. Bahkan dia tak menyangka kehidupannya akan sebahagia ini setelah ujian hari itu.
" Terima kasih mas ... Sudah membahagiakan Flo," lirihnya dengan berkaca - kaca merasakan kehidupannya yang tak pernah dia duga sebelumnya.
__ADS_1
Weehhhhh,bar muncul yaaaa! Authornya lagi dampingi si kakak yang lolos Lomba Sains se - indonesia kakak semua! Maaf ya ... Jadi gak bisa sring up harus memilih mana yg di up heheheh. Kesehatan dan kesibukan pasti jadi alasannya. Tapi athor akan berupaya update sebisa mungkin.
Kisahnya udah berakhir nihhhh, mau di kasihhh episode spesial gak sihhhhh nih???????? Kalau mau komenin nanti di kasih tambahan episode ya!!!! Thank you kakak.