
Kunjungan kali ini dia tujukan untuk Daniah. Atha yang telah di beri tahu oleh Abinya tentang Daniah sebenarnya sedikit gusar. Gadis itu sakit karena dirinya. Tanpa pikir panjang Atha menyempatkan diri berkunjung ke rumah sakit setelah 5 hari di rawat. Keluarga besar Atha pun sudah kembali ke kediaman masing-masing. Baik Atha maupun Flo juga kembali ke aktivitas sehari-hari. Rutinitas kuliah dan bekerja. Flo yang yang sudah menyelesaikan sidangnya hari ini. Sengaja untuk berkunjung ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Karena dia yakin suaminya itu saat ini sedang sibuk bekerja.
Sesampainya di gedung mewah rumah sakit milik papanya. Derap langkah kaki Flo sebagai putri dari rumah sakit sangat di kenali oleh pegawai papanya. Tapi hal itu tak kunjung membuatnya sombong dan merasa di atas.
Saat Flo melintasi ruang VVIP guna menuju ruang kerja papanya terlebih dahulu dia mendapatkan banyak sapaan dan senyuman. Namun sudut pandangnya dapat melihat orang yang tak asing dalam hidupnya.
Atha.
Sekilas pandangnya menemukan sosok suami berada di rumah sakit. Tanpa terasa langkah kakinya mengikuti kemana sosok itu berjalan. Flo nampak seperti pengintai dimana hatinya heran mengapa suaminya tak mengatakan akan pergi ke rumah sakit.
Mungkin dia tak sengaja kemari. Batinnya berkhusnudhon. Namun langkahnya terhenti saat papan nama di atas tertuliskan Nona Daniah.
Kaki Flo terasa kebas. Berdiri terasa seakan terjatuh namun dia taham dengan berbagai cara agar tidak menyapu lantai marmer rumah sakit miliknya ini. Dengan langkah perlahan di mengintip di balik kaca. Buliran bening mengalir di permukaan wajah ayunya. Saat manik mata itu melihat Daniah menangis di dalam untuk meminta sesuatu pada Atha entah apa itu. Namun bukan itu permasalahannya. Tapi dia menemui Daniah di rumah sakit tanpa memberi tahunya terlebih dahulu.
Flo pun berbalik dan segera pergi dari sana. Dia tanpa melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Tujuan datang kemari untuk memeriksakan kandungan kini malah berjlan keluar ke arah parkiran mobil. Rangga yang tak lain papa flo melihat putrinya yang tergesa-gesa dan pergi dari sana. Rangga belum sempat menyapa tapi dia sudah kehilangan jejak Flo.
Rangga pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Di kamar Daniah.
" Tha ... Aku mohon! Please ... Aku tidak bisa hidup tanpamu. Pahamilah cintaku Tha jangan siksa aku seperti ini. Kamu menikah tanpa berkompromi padaku. Kamu jahat padaku Tha," tangis Daniah pecah. Atha menghela nafas mencoba tenang.
" Sudah ku katakan aku hanya menganggapmu adik Daniah tidak lebih," jawab Atha masih sama.
" Tapi aku ingin kamu nikahi Tha. Aku sanggup jika harus menjadi yang kedua asal bersamamu," pinta Daniah. Atha kaget saat Daniah meminta dirinya untuk menikahinya.
" Istighfar Daniah! Pernikahan bukan permainan yang kamu minta sesuka hati," kesal Atha. Pemuda itu menatap nyalang Daniah. Ada apa dengan gadis di hadapannya ini.
__ADS_1
" Aku sudah hampir putus asa dengan hatiku Tha. Aku cemburu saat melihat Kak Flo bisa memilikimu. Itu rasanya tidak adil. Aku yang selalu bersamamu bukan dia!" seru Daniah tidak terima. Atha hanya menghela nafas.
" Aku harus pergi! Berbicara denganmu membuatku tambah ingin marah padamu Daniah. Tidak seharusnya kamu menyiksa dirimu dan orang tuamu hanya karena cinta yang salah di hatimu itu," Atha kemudian meninggalkan ruangan Itu. Ayah Daniah hanya memejamkan mata saat melihat putrinya memaksa Atha untuk menikahi dirinya.
Ketika hampir mencapai pintu.
" Maafkan aku paman. Semoga Daniah bahagia!" pamitnya sambil tersenyum khas izdi. Arif hanya mengangguk mengiyakan.
Ketika berjalan melewati koridor. Dia bertemu dengan papa mertuanya. Atha pun menjabat tangan dan mencium takdzim. Namun ucapan papanya itu membuat Atha tercengang dna di buat bingung.
" Kenapa kalian tidak bersama keluarnya? Flo juga tumben tidak ke ruangan papi?" tanya Papi Rangga.
" Flo tadi di kampus pi. Atha ke sini sendirian," jawabnya dengan rasa was-was.
" Coba deh kamu pulang mungkin dia pulang. Tadi papi mau sapa dia cepet sekali Tha. Papi tinggal ya ada rapat bersama para pejabat rumah sakit," pamit mertuanya itu.
" Iya pi ... " jawabnya sambil menatap punggung Rangga menjauh.
...----------------...
" Sayang!!!" teriaknya.
Namun si empunya tak kunjung keluar dari kamarnya. Kamar itu terkunci dari dalam. Atha segera mencari kunci cadangannya. Saat dia masuk melihat istrinya berada di dalam bedcover tebal itu.
" Why ... Sayang??" tanya Atha sok inggris. Namun tak ada jawaban dari Flo. Dia mendengar suara isak tangis di sana. " Dek ... Jangan gini! Tadi papi bilang adek dari rumah sakit. Kok gak bilang sih sayangnya abang ini," ucap Atha lemah lembut. Flo pun membuka badcover itu dengan wajah sudah sembab dan kemerahan serta menatap tajam suaminya.
" Abang yang kenapa!? Kenapa menemui Daniah tidak bilang sama adek. Flo tidak suka cara abang menemui Daniah tanpa bilang pada adek. Padahal adek udah bilang jika menemui Daniah ajak adek jangan sendirian!!!" protes Flo dengan marah. Atha menghela nafas. Kekhawatirannya jadi kenyataan. Istrinya melihat dan akhirnya salah paham.
" Dek ... Gak gitu ceritanya," tepis Atha pada Flo.
__ADS_1
" Apa? Abi Bilangkan sama abang jika Daniah sakit dan butuh abang sampai di sanggup menjadi madu Flo!" teriak Flo sambil menangis terisak karena hatinya sakit saat mendengar perbincangan abi dan suaminya kala itu dan sekarang Atha menemui gadis itu tanpa memberi tahunya terlebih dahulu.
" Dek .... Sssttttt!!! Gak gitu sayangnya abang," Atha menarik istrinya ke dalam pelukannya. Namun flo memberontak kesal sekali.
" Lepasin flo abang!" serunya dengan perasaan kesal.
" Tidak akan! Sebelum Adek dengerin penjelasan abang. Abang gak akan lepasin," jawab Atha tegas.
" Abang jahat bohongi adek hari ini," tangis Flo sambil memukul dada Atha. Tangisan flo mampu membuat Atha menjadi merasa bersalah sudah meremehkan ijin dari istrinya. Dia menyesal mengambil tindakan gegabah tadi.
" Istighfar Neng ... Abang cinta sama Neng abang sayang sama Neng abang tidak bisa jika melihat Neng nangis kayak gini. Abang sungguh tidak berniat menyakitimu Neng. Percayalah!!!" lirih Atha sambil terisak. Atha jadi ikut menangis saat melihat flo seperti ini. ( Neng adalah sebutan dari putri atau menantu keluarga kyai)
" Adek benci sama abang, Hiks ... Hiks .... Hiks," tsngis masih mendera Flo.
" Gak boleh neng benci sama suami dosa. Maaf ... Abang minta maaf jika sudah menyakitimu neng! Sungguh abang cintanya samaa kamu," lirih Atha sambil mengecup pundak dan pipi Flo.
Atha memeluk erat istrinya dengan perasaan menyesal karena tindakan bidohnya itu menyakiti istri yang dia amat cintai.
Maafkan Abang dek! Sungguh tidak ada niat membuatmu menangis. Maaf .... Sesal Atha.
Indahnya Mawar merah
Mampu menerebos lapisan kulit terdalam
Warnanya yang tegas,
Menyimpan makna tersirat yang memiliki gagasan.
__ADS_1
Likè yoooo!!!