Cinta Klasik Pemuda Desa

Cinta Klasik Pemuda Desa
Hidangan Penutup


__ADS_3


Flo mengajak Mayumi ke ruang makan di sana. Flo meminta gadis bercadar itu duduk dengan manis dan menunggunya kembali beberapa saat. Beberapa menit kemudian Flo membawa makanan penutup yang membuat Mayumi membulatkan matanya. Nampak semua orang juga memperhatikan keduanya dari ruang tengah. Karena mayumi yang setengah berteriak saat melihat apa yang d bawa Kakak iparnya.


" Likeee ... Kakak. Kamu yang terbaik. Pasti Atha itu beruntung sekali mendapatkanmu???? Bukankah begitu!!" ucapnya setengah berteriak.


" Kamu bisa saja makanlah ini!!!!" seru Flo sambil tersenyum.


" Bang! Kemarilah sebentar ... Bantu Flo bawa ini ke ruang tengah!" pinta Flo pada suaminya.


" Ku bantu saja gapapa kak," ucap Mayumi.


" Nikmati saja May. Kakakmu itu pasti datang untuk membantu. Bergabung saja dengan yang lain di sana," jawab Flo.


Atha yang sudah berjalan sambil tersenyum ke arah istrinya. Mayumi yang melihat senyuman itu jadi berdiri dan menyenggol siku Atha.


" Bagus ya kamu! Udah sukses duluan nikah duluan mau jadi Abi duluan. Ngeselin!" seru Mayumi. Atha hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sepupunya itu. Flo yang melihay hanya tersenyum kecil.


" Menikahlah juga dengan Syakib!" serunya membuat gadis bercadar itu menoleh.


" Abi memintanya pulang dan menyuruh kembali setelah aku lulus. Menyebalkan bukan?? Semoga saja dia kembali," sesalnya dengan berjalan ke arah ruang keluarga. Atha hanya menggeleng dan kemudian mulai membantu istrinya.


Flo tak ingin menanyakan apapun saat ini. Seusai makan malam dan memberikan camilan. Dia ingin pergi beristirahat. Flo melewati kamar tamu yang di tempati oleh pengantin baru adzkan. Nampak di dalam ada perdebatan.


" Apakah kamu mencintai adikku? Jawab aku Zahra! Kita sudah membahasnya sebelum pernikahan. Jika lamaran itu datang tidak sesuai keinginan hatimu kamu boleh menolaknya. Jangan menerima lamarank jika tidak suka!" serunya dengans sedikit meninggi.


" Kala itu aku tidak bisa mempertimbangkannya dengan baik mas! Pahamilah aku yang khawatir kala itu," jawabnya ambigu.


" Khawatir apa maksudmu??? Kau takut dia tak bisa memberikanmu nafkah lahir dengan baik maksudmu?? Karena dia baru saja lulus SMA begitu?? Ayolah Zahra kenapa kamu menyesalinya saat ini!!! Apakah kamu cemburu melihat Flo yang bahagia saat bersuamikan adikku itu!" protes adzkan dengan geram.


" Maafkan aku mas. Aku hanya gadis biasa yang tak mampu membensung rasa dalam hatiku," jawabnya lemas.


" Tapi kamu istriku Zah! Seharusnya kamu bisa mengangkat norma sebagai istri dengan baik!! Jangan bercanda Zah," kesal adzkan yang notaben-nya adalah suami yang sabar.

__ADS_1


Saat Flo terpaku di tempatnya. Tiba-tiba saja seseorang memegang pundaknya dan beralih ke telinganya. Flo menoleh ke arahnya ternyata adalah Atha.


" Dek ... Jangan di dengarkan! Kita kembali ke kamar. Itu urusan mereka kita pergi sekarang," Atha menggandeng tangan Flo dengan erat. Pasti saat ini belahan jiwanya itu sedang syok mendengar pertengkaran kakaknya dengan zahra. Sebab itu membahas suaminya.


Sesampainya di kamar.


" Bang ... Apa tidak apa- apa?" tanya Flo ragu. Atha mengajak istrinya naik ke ranjang. Atha nampak tersenyum.


" Dek ... Bukannya abang tidak mau tahu tentang kebahagiaan mereka. Tapi pertengkaran mereka bukanlah urusan kita. Saat ini yang perlu adek tahu bahwa abang sangat mencintai adik dan itu cukup. Keluarga kecil kita adalah milik kita dan kebahagiaan kita itu ada pada diri kita sendiri," Atha malah membuat Flo menggelengkan kepala karena Atha malah membuatnya tak bisa mengomentari.


" Abang ... Adek kan kepikiran saja sama kakakmu itu. Karena istrinya menyukai suami Flo," keluh Flo.


" Dan itu bukan hak kita masuk dalam lingkup mereka dek. Daripada sibuk memikirkan mereka mending abang di kasih hidangaj penutup deh. Sedari tadi keluarga abang mulu yang di jamu sama adek. Suami sendiri di lupain," Manyun Atha. Flo jadi tersenyum malu.


" Abang ini ... " lirih istrinya.


" Yuk sunnah rosul biar pahalanya makin gede! Buat abang bahagia tiap hari biar masuk surga bareng!" ajak Atha membuat Flo tersipu.


Indahnya malam mampu menyapu sepinya hamparan gelap gulita di langit


Dan Lampu berpijar bak menerangi jalanan menuju Nirwana


Serta Secercah kehidupan mampu memberikan bahagia dan tawa secara bersama


...----------------...


Pagi ini Flo yang sudah wangi seusai mandi di dini hari sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia lebih suka memakai cara alami untuk mengeringkan rambut daripada hard dryer. Nampak Atha yang menggunakan handuk sepinggang keluar dari kamar mandi. Dia menatap istrinya.


" Semakin cantik istrinya abang. Boleh gak sih di ukep aja di rumah gak di bolehin keluar!" serunya dengan terkekeh.


" Iya kali ikan bang di ukep di penggorengan. Udah ah cepetan yuk! Buru habis sholat sepertiga malamnya ini," ucapnya sambari memakai mukenanya.


" Nggeh sayangku," jawabnya sambil berlalu ke ruang ganti. Flo tersenyum dan menata tempat untuk sholat mereka.

__ADS_1


Di kamar lain ...


" Bi ... Apakah ada yang salah dengan pernikahan putra kita adzkan?" tanya umi wardah yang nampak sedih.


" Serahkan saja sama Allah umi kita hanya berpasrah diri atas kehendaknya. Kita sudah berupaya sesuai kemampuan. Semoga saja pernikahan mereka baik-baik saja," jawab abi sambil memeluk istrinya.


" Aamiin. Terkadang ummi menyesal telah menjodohkan putra kita itu. Ummi juga tidak bertanya apakah dia memiliki gadis yang dia cinta sbeelumnya," jawab ummi nampak sedih.


" Hush ... Ngomong yang baik saja ummi. Doakan agar mereka langgeng," jawab Abi menenangkan.


" Aamiin Bi .. " jawabnya.


Di sisi lain ...


Adzkan nampak sholat malam. Ada kepasrahan dalam dirinya pada sang pencipta. Dia gantungkan kehidupannya pada pemilik alam. Dia tak pernah protes akan setiap ujian yang datang. Semuanya adalah nikmat yang di berikan Allah padanya.


" Mas ... " sapa Zahra sambil memegangnya. Namun adzkan nampak menghindar.


" Jangan menyentuhku jika kamu belum sanggup melupakan lelaki itu," jawabnya dingin.


" Dia adikmu mas," jawab Zahra dengan kesal.


" Siapapun dia. Tapi dia sudah tak memiliki perasaan padamu. Hanya kamu yang sedang berharap saat ini," jawabnya tanpa menoleh sama sekali.


" Mas ... Tapi kita belum melaksanakan tugas suami istri seperti pada umumnya. Aku malu jika tidak hamil!" protesnya terdengar sangat egois. Adzkan kini menatap istrinya dengan nyalang.


" Kamu ingin hamil anak siapa??? Anakku? Lelaki yang tidak kamu cintai. Omong kosong ... Aku bahkan tidak akan menyentuhmu sedikit zahra. Cinta dalam rumah tangga sangat di perlukan. Jika kamu membahas tugas jawabanku kita bukan seorang siswa yang memiliki tugas setiap harinya. Jadi bersikap sewajarnya saja. Jika ummi bertanya lagi suruh tanya padaku," jawab adzkan dengan sangat kesal. Dia pergi dari kamar menuju balkan di lantai dua rumah itu. Zahra nampak tergugu. Di sisi lain dia ingin menjadi istri yang baik untuk adzkan tapi hatinya itu sangat tidak berkompromi.


Balkon.


Omong kosong. Apa yang dia pikirkan? Hatinya saja untuk Atha bagaimana bisa dia minta hamil keturunanku. Aku bahkan akan membiarkannya tetap utuh jika dia belum menyerahkan hatinya itu padaku. Bukan aku tidak sudi tapi aku ingin menjaganya sampai dia sendiri mengatakan bahwa telah mencintaiku. Aku bukan gila nafkah batin tapi aku serius ingin membina rumah tangga yang baik dengannya. Batinnya dengan menatap langit gelap di luar sanaa. Saat adzkan asik dengan lamunannya yang menerawang istrinya yang amat dia hargai itu. Tiba-tiba sapaan datang menghampiri indra pendengarannya.


" Kakak! Kamu di sini ... " sapa Atha di belakangnya.

__ADS_1


Likeeeeee yaaaa. Maap up malam sayangku.


__ADS_2