
Flo sudah merasakan sangat tidak nyaman saat ini. Tim dokter sudah mengecek pembukaan Flo. Namun itu masih pembukaan 1. Dengan perintaj dokter rangga agar putrinya di usg terlebih dahulu untuk mengecek kandungannya. Karena selama 9 bulan putrinya itu hanya melakukan pemeriksaan tanpa usg.
Atha nampak mondar mandir di depan ruangan itu. Sedangkan di ruang bersalin betapa terkejutnya tim dokter bahwa di dalam Rahim nona Flo terdapat e bayi sekaligus. Mereka tidak mungkin menunggu pembukaan lebih lama. Akhirnya dengan berat hati tim dokter menemui suaminya.
" Pak ... Istri anda sedang dalam posisi yang harus kami berikan tindakan operasi. Beliau saat ini sedang mengandung tiga bayi sekaligus. Bolehkah kami mempercepat penanganan demi keselamatan mereka berempat?" tanya sang dokter dengan bingung tapi harus di sampaikan. Atha bukan main terkejutnya. Sebab selama ini istrinya itu tak pernah mengelukan apapun padanya.
" Lakukan apapun demi keselamatan mereka semua!" jawabnya mantap yang diikuti anggukan.
Atha pun segera menanda tangani sesuai prosedur meskipun ini rumah sakit mertuanya sendiri. Atha menatap Arif dengan rasa mengharu biru dia tak percaya jika akan memiliki bayi 3 sekaligus. Arif tersenyum dan memeluk sahabatnya.
" Berdoalah Tha! Untuk keselamatan mereka berempat," bisik arif. Atha mengangguk mengiyakan.
La ilaha illallahul 'adhimul ḫalim. La ilaha illallahu rabbul 'arsyil 'adhim. La ilaha illallahu rabbus samawati wal ardli wa rabbul 'arsyil 'adhim.
Ya ... Allah aku titipkan mereka dengan kepercayaan penuh. Allahu akbar ... Alhamdulillah Laa haula WaLa Quwata Illah billah. Batinnya bertakbir mensyukuri nikmat dari sang Pemberi kehidupan bagi setiap insan di dunia ini.
Oeek. Oeekk. Oeekk.
Tangisan bayi pertama terdengar hingga ke luar ruangan. Saat tangisan bayi itu menguar nampak seorang dokter rangga berlari menghampiri sang menantu. Papi yang yang begitu menyayangi putrinya itu nampak terlihat panik dan manik matanya mengembun.
" Bagaimana Tha?" tanyanya dengan nada volt. Rendah. Atha tersenyum pada papi mertuanya itu.
" Alhamdulillah cucu pertama papi sudah lahir," bahagia Atha dan begitu pun dengan Rangga. Namun beberapa menit kemudian terdengar kembali suara tangisan bayi kedua.
Ooeeek. Ooeeekk. Oeeekk.
" Alhamdulillah ... Bayi keduaku," lirih Atha beekaca-kaca. Rangga langsung menoleh pada menantunya.
" Tha! Bagaimana maksudnya??" bingung rangga.
" Pi ... Dokter mengatakan bahwa putri papi mengandung e bayi sekaligus. Itulah alasan dokter mengoperasinya," jawab Atha sambil menghela nafas.
" Ya Allah ... Putriku. Atha memangnya tidak tahu??" tanya Rangga. Atha menggelengkan kepala.
" Putri bahkan tidak pernah berkeluh kesah padahal aku sudah menantikan hari-hari itu. Hari dimana Flo menikmati masa yang sangat dekat denganku pi. Tapi nyatanya putrimu itu begitu mandiri," jawab Atha dengan mengenamg masa kehamilan istrinya.
__ADS_1
" Flo .... Kenapa tidak merepotkan suamimu ini! Ck. Benar-benar cinta sampai tidak ingin merepotkan," cebik sang mertua membuat Atha terkekeh. Saat mereka berdua mengobrol tiba-tiba saja suara tangisan kembali menyelimuti ruangan itu.
Ooeekk. Oooeeekk. Ooeekk.
" Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad ..." Atha segera bersujud syukur atas nikmat danil karunia yang Allah berikan padanya.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dengan senyum sumringah. Dan menyalami rangga beserta menantunya.
" Selamat pak!" serunya dengan semangat.
" Thank's dokter Anggara," jawab Rangga untuk dokter Obgyn muda itu. Kinerjanya sangatlah memuaskan.
" Selamat Tuan Atha bayi anda 2 laki-laki dan 1 perempuan. Istri aNda juga cukup stabil kondisinya," ucapnya dengan memberi kabar yang sangat bahagia.
" Saya permisi dulu Pak ... Tuan. Silahkan bisa di jenguk. Assalamualaikum!" pamit dokter Anggara. Rangga mengangguk sempurna.
" Waalaikumsalam ... " jawabnya.
...----------------...
Seusai mengadzani ketiga bayinya Atha memghampiri sang istri yang masih tertidur karena dia masih terkena efek obat bius. Atha mencium kening istrinya tanpa sungkan meskipun ada papi mertuanya.
" Tha di luar ada Ummi!" seru Arif. Atha menatap rangga. Sang mertua mengiyakan agar menemui sang Ummi beserta keluarganya.
Sesampainya di luar Atha memeluk sang Ummi dan Abi. Mereka bak teletubbies yang begitu merindu satu sama lain. Atha menatap sang kakak yang datang sendirian tanpa membawa Zahra.
Umminya izin bertemu dengan sang menantu. Atha mempersilahkan karena dia ingin berbincang dengan sang kakak.
" Bagaimana kak kabarnya?" tanya Atha.
" Baik Tha Alhamdulillah .. " jawabnya sambil tersenyum.
" Tha aku hanya ingin memberikan kabar. Mungkin aku akan menikah lagi," ucap Adzkan membuat Atha membola.
" Kak kamu serius?? Bagaimana dengan istrimu," jawab Atha masih tidak percaya.
" Tha ... Dia tak mau di ceraikan dengan alasan tidak mungkin membuat keluarganya di permalukan. Tapi aku merasa tidak nyaman bersamanya saat ini. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi," Atha mengatakan apa yang mengganjal di hatinya.
__ADS_1
" Maafkan aku kak! Aku tidak bermaksud merusak rumah tanggamu. Aku sudah melepaskan dia semenjak lama," sesal Atha. Adzkan jadi tersenyum saat ini.
" Tentu saja kamu sudah melepasnya jika tidak mana mungkin kamu saat ini memiliki putra hahaha," tawa azdkan pecah kala itu.
" Apakah ummi tahu kak?" tanyanya dengan serius. Adzkan menggeleng menandakan bahwa mungkin keluaganya tidak ada yang tahu.
" Aku belum memberi tahu siapapun. Hanya padamu aku memberi tahukan itu," jawabnya kemudian. Atha menatap lekat kakaknya itu.
" Apakah dia calonnya?" tanya Atha penuh dengan curiga. Adzkan menatap adiknya.
" Siapa??" tanya adzkan mengernyitkan alis.
" Mayumi," jawabnya singkat. Adzkan jadi terkekeh saat ini.
" Apakah di wajahku tertulis bahwa Mayumilah yang akan ku nikahi? Hmmm .... " tanya balik adzkan.
" Mungkin saja. Sikapmu kepadanya berbeda kak," jawab Atha sesuai nalar diikuti kata hati.
" Kamu ini ada-ada saja. Aku bahkan belum memilih calonnya Tha jadi aku tidak bisa memberi tahumu. Karena itu hanya sebuah rencana dan itu pun jika Allah meridhoi. Jika tidak maka tidak akan menikah lagi,"
Ucap Adzkan terdengar aangat ambigu sekali.
...----------------...
Di tengah-tengah kesibukan semua orang dengan perbincangannya masing-masing. Zea pun yang sedang beristirahat di kantin nampak di temani Arif di sana.
" keluargamu datang. Kenapa tidak merapat ke sana!" seru Arif pada Zea. Gadis itu tersenyum dengan manisnya.
" Sedang makan siang dulu mas. Ngisi bensin biar lelahnya ilang. Aku sedang bahagia karena aku punya 3 keponakan yang unyu-unyu banget. Jadi, harus punya tenaga untuk mengajak mereka berdiskusi," ucap Zea dengan antusias. Arif hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Kamu ini ... Mereka masih bisa netekin sama tidur. Untuk lainnya masih lama," jawab Arif menimpali perkataan gadis yang ada di hadapannya itu.
" Tapi gemes aja mas. Bisa-bisa Atha udah dapat bonus 3 sekaligus. Gak usah buat lagi cukup tuh 3 bocil," Zea memgatakan hal yang membuat Arif tersedak.
Uhuuuuk. Uhuuukk. Uhukkk.
Gak usah buat lagi gimana? Ini anak ngomong yang bener napa neng. Bisa keselek anak orang dengar ucapan ambigu itu. Batinnya.
__ADS_1
Likeeeeeee